
"Yang Mulia, kita sudah sampai," ucap supir pribadi Raja memecah lamunan pemimpin kerajaan Raisilian itu.
"Ah ... iya!" Raja Gerald menegakkan kembali duduknya dan juga menurunkan lengan yang sedang bersandar pada pintu mobil.
Klek
Seorang pengawal membukakan pintu. "Silakan Yang Mulia." Pengawal tersebut mempersilakan pada Rajanya.
Raja Gerald pun turun, menjejakkan kaki untuk ke sekian kali pada halaman mansion yang sudah lama tak ia kunjungi.
Memori-memori pahit terputar kembali saat ia harus menyaksikan kakak iparnya meregang nyawa meninggalkan seorang bayi mungil.
"A ... aku ... ti-titipkan ... bayi ini ... padamu. Tolong ... lah, Gerald!" Suara memohon dari Elsa seakan terdengar lagi sesaat sebelum wanita itu mengembuskan napas terakhirnya.
Krek, krek, krek!
Daun-daun kering berserakan tak terawat, menimbulkan suara-suara retakan begitu beberapa helainya terinjak oleh sepatu Sang Raja.
Raja Gerald merogoh ke dalam saku celananya. Meraba sebuah benda yang sudah ia persiapkan sejak berangkat dari istana.
__ADS_1
beberapa pengawal mengikuti Raja Gerald dari belakang, sementara itu sisanya berjaga di depan mansion untuk memastikan situasi tetap aman.
"Buka!" perintah Raja Gerald.
Kemudian salah seorang pengawal yang membawa kunci mansion pun membukanya.
Dengan tetap merogoh pada saku celananya, Gerald melangkah masuk ke dalam mansion.
Beberapa kain putih terlihat menutupi perabotan. Debu-debu menebal hingga ke area sudut ruangan. Berbagai jenis serangga maupun laba-laba membuat sarangnya di langit-langit mansion.
Raja Gerald masuk lebih dalam. "Aku harus menemukan sesuatu di sini!" tekadnya.
Sebuah kalung dengan bandul berupa setengah lingkaran dan tulisan angka 6.
Raja Gerald mengayun-ayun kalung itu di hadapannya, ia mengamati lagi kalung yang sedang di pegangnya tersebut.
"Elsa ... dulu menitipkan ini pada leher bayi kevin, tapi ... dia meminta agar aku menjaga kalung itu hingga bayi Kevin dewasa."
Raja Gerald berkata tanpa ada seorang pun yang menimpali perkataannya.
__ADS_1
"Apa kalung ini berharga dan menyimpan banyak rahasia? Lalu ... ini adalah kalung platina yang sangat mahal, darimana Elsa bisa mendapat kalung semewah ini? Apa kak Gerry yang membelinya?"
Sang Raja berjalan terus masuk ke dalam mansion tua di area kerajaan Raisilian itu.Tangannya tetap memegangi kalung tersebut karena takut kalung itu jatuh.
Gerald masuk ke dalam sebuah kamar.
Cetrek
Ia menyalakan lampu kamar, kemudian tampaklah kamar dengan dekorasi kekanak-kanakan dan dinding berwarna biru muda.
Di sinilah, dulu Elsa mengembuskan napas terakhirnya. Di dalam kamar, yang sudah ia dekorasi secara khusus untuk bayi laki-lakinya. Tapi ... apa yang bisa kutemukan dari sini?
Raja Gerald mendekat pada sebuah pigura yang berdiri dan diletakkan di atas rak dinding gantung. Sang Raja meraih poto itu sambil mengusap debu-debu yang menyelimuti gambar dalam pigura itu.
Dirinya kembali tersenyum, seandainya kakak Gerry masih ada, Elsa dan Kevin pasti akan bahagia. Begitu pikir Raja Gerald.
Raja itu, terus menelisik bagian dari foto itu. Entah karena ada petunjuk dari sana, atau hanya sekedar keinginan Gerald melihat foto mendiang Gerry sambil tersenyum bahagia.
"Ini ...?" ujar Gerald perlahan-lahan.
__ADS_1
Sang Raja pun semakin menelisik pada gambar itu. "Kalungnya! Kalung yang digunakan kak Gerry dalam foto ini, sangat mirip dengan kalung pemberian Elsa pada bayi Kevin?"