Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Jus Kalamansia 2


__ADS_3

Sang ratu pun menyodorkan gelas jus jeruk itu pada Yang Mulia Raja. "Ini, sayang."


Dengan tangan gemetar, sang raja menerima dan mengambil alih gelas jus tersebut.


Dalam hati ia mengumpati Antony yang menghalangi dirinya untuk berangkat ke Danishian, sehingga sang raja pun terpaksa menerima dan harus meminum lagi jus jeruk yang sangat masam itu.


Awas kau, Antony! Kau harus meminum setengahnya juga seperti kemarin.


Mata sang raja dan penasihat itu saling melirik dengan lirikan tajam.


Anda tidak akan bisa memintaku untuk menghabiskannya lagi kali ini, Yang Mulia. Lihatlah!


"Yang Mulia Raja sangat menyukai jus jeruk ini, Yang Mulia Ratu. Dia sangat berterima kasih karena kemarin Yang Mulia Ratu memberinya dalam satu gelas besar untuk Yang Mulia Raja," ungkap Antony yang sedang berbohong demi siasatnya.


Sang raja mendelik pada Antony yang berdiri di dekat pintu mobil itu. Kurang ajar, Antony? Apa maksudnya?


"Betul, kan, Yang Mulia. Anda sangat menyukai jus jeruk ini?" Antony mendesak pada sang raja agar menjawab.


Ratu Eliana jelas berbunga-bunga mendengar ungkapan dari Antony, dia menatap suaminya dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


Raja Gerald yang melihat ekspresi bahagia Ratunya itu menjadi tak tega untuk menggeleng.


"Ya, kan, Yang Mulia?" Antony mendesak sekali lagi.


Kurang ajar, kau Antony!


Sang raja mengumpati Antony dalam hatinya. Namun dirinya terpaksa mengangguk untuk mengiyakan ucapan Antony demi sang ratu.


"Ayo minum lagi, sayang? Nanti aku bawakan lebih banyak!"


"Uhuuuk!" Rasa masam yang menusuk-nusuk lidahnya itu kini menyerang area perbatasan tenggorokan dan kerongkongan.


Antony begitu senang melihat, kondisi Yang Mulia Raja kali ini. Ia cukup puas, karena sang raja kemarin telah memaksanya untuk meminum jus kalamansia. Kini Antony merasa dendamnya terbalaskan.


"Sayang, kau tak apa-apa?" tanya ratu Eliana yang merasa khawatir.


"Pengawal tolong berikan tisu kering itu!" pinta Yang Mulia Ratu.


Dia pun segera meraih tisu dari sang pengawal dan langsung membersihkan jas sang raja yang kotor. "Jadi basah dan kotor begini, kan, sayang ...," keluh sang ratu sambil mencoba mengeringkannya.

__ADS_1


"Tak usah khawatir, sayang. Masih ada jas cadangan di belakang." Sang Raja mencegah istrinya agar tidak membersihkan jas lagi.


"Daripada itu, aku tersedak, sayang. Sepertinya aku tidak bisa menghabiskan jus jeruk ini lagi. Hidungku terasa perih dan sakit, sayang," iba raja Gerald memohon pada istrinya.


Sang ratu pun dapat mengerti dan mengambil alih gelas dari tangan sang raja.


"Dayang, tolong bawa ini," pinta Yang Mulia Ratu seraya menyerahkan gelasnya pada dayang yang berdiri di belakang.


"Sayang, Antony dari kemarin sangat ingin minum jus ini. Kenapa kau tidak berikan saja untuk Antony," ujar sang raja sambil tersenyum licik ke arah Antony.


"Apa iya?" Sang ratu terkejut.


Antony mendelik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ayolah, Antony. Kau kemarin meminta jus ku yang tinggal sedikit lagi, kan ...?" balas sang raja dengan senyum yang dibuat-buat.


"Baiklah, kalian jangan pergi dulu. Dayang akan bawakan lagi untuk tuan Antony," ujar sang ratu yang sangat bersemangat.


Antony membelalak tak percaya. "Tidak perlu repot-repot, Yang Mulia Ratu. Hamba mengerti Yang Mulia Ratu sangat susah berjalan, lebih baik Yang Mulia tak perlu repot-repot."

__ADS_1


"Tak apa! Ini ada lagi yang baru!"


__ADS_2