
Langit yang mendung, diiringi kilat cahaya yang seakan membelah awan kehitaman. Suasana redup di area belakang mansion timur semakin terlihat suram karena rumput-rumput liar yang semakin tinggi.
“Tuan Dave, apakah anda berhasil?” Seorang pria bertubuh tinggi, kurus, dengan rambut yang agak keriting dan sudah mulai panjang menghampiri Dave yang sedang berkutat di depan layar pemrograman.
“Seharusnya ini berhasil dan kita tinggal menunggu prosesnya.” Dave mengetuk tombol enter. Lalu dalam layar itu berubah menghitam dengan gambar sebuah garis yang bergerak-gerak.
“Kita sudah mencoba puluhan kali, jika ini gagal saya menyerah, tuan,” ucap pria kurus itu lagi.
“Jangan menyerah, Guztav! Kita dibayar oleh kerajaan untuk ini,” balas Dave.
Pria kurus bernama Guztav itu menggaruk-garuk tengkuknya. Kepalanya sudah terasa sangat gatal, berminggu-minggu ia berkutat di laboratorium bawah tanah, kurang makan, kurang tidur, hanya untuk membuka kunci pemrograman yang dibuat oleh Louis. Menurut perkiraan mereka, mendiang Louis menyimpan peta lokasi tambang emas itu di sana.
“Guztav, sembari menunggu itu diproses, kita makan dulu! Aku akan membawanya untukmu, kau tunggu di sini,” ujar Dave sembari melepas jas nya.
“Tuan! Tunggu!” Guztav menahan Dave untuk melepas jas nya. Dave menoleh dan melihat partner kerjanya yang begitu lusuh dan terlihat sangat lelah.
__ADS_1
“Biar aku yang membeli makanan, di luar sedang hujan. lagipula aku sedang bosan,” ucap Guztav yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Dave.
“Baiklah, belikan aku seperti biasa!” teriak Dave ketika rekannya itu sudah mencapai depan pintu. “Hati-hati, pakai jas dan bawa payung juga!” perintah Dave yang khawatir karena di luar hujan begitu deras.
Sementara Guztav pergi, Dave mempelajari berbagai pemrogaman yang sudah dibuat oleh Guztav untuk kendaraan proyek tambang rancangannya. Rancangan kendaraan tambang ini, ia buat berdasarkan gambaran kondisi area pertambangan yang dibuat oleh Louis. Kabarnya pertambangan ini terletak di dalam gunung.
Ting
Dave merasa terpanggil oleh bunyi melengking dari layar pemrogaman komputer laboratorium. Dengan penuh antusias, dirinya menghampiri layar hitam yang telah berubah menjadi putih itu.
Guztav sendiri juga merupakan seorang ahli pemrogaman dan pengkodean yang erasal dari Arshville. Guztav adalah imuwan muda yang digandeng oleh Louis bersama dengan Dave untuk membuat kendaraan yang dapat digunakan untuk menambang. Selain membuat kendaraan, Rancananya Louis ingin membuat peralatan yang akan memudahkan mereka dalam mengolah bijih logam mulia tersebut. Hasil pertambangan yang nantinya bukan hanya emas, melainkan juga perak, nikel, dan tembaga.
Sayangnya, Louis memilih memulangkan Dave dan Guztav sebelum proyek itu selesai. Lalu tak lama setelah kepulangan kedua ilmuwan itu dari laboratium lama yang berada di lereng gunung, laboratorium itu runtuh.
Semua mengira itu adalah sebuah bencana alam, termasuk Dave dan Guztav juga mengira hal yang sama. Namun, baru-baru ini Dave mendengar jika Louis sengaja meruntuhkan laboratoriumnya dari sang raja.
__ADS_1
“Tuan Dave, aku hanya menemukan salad dan susu pisang, tidak ada yang mau membuka kedainya di hari hujan besar begini.” Guztav datang dan langsung mengeluh.
“Tidak apa, aku sudah tak berselera!”
“Kenapa?”
“Kita gagal lagi.”
“Sepertinya tuan Louis memang tak ingin tambang itu dibuka. Lebih kita lapor pada sang raja dan segera pergi dari laboratorium ini,” saran Guztav dengan putus asa.
Dave tidak menjawab, ia hanya diam seraya bersandar pada salah satu kursi.
__ADS_1