
"Antony, kenapa ada pengaduan rakyat yang langsung sampai kepadaku? Apa gunanya perdana menteri kalau begitu?" Raja Gerald membuka sebuah map hijau berisi laporan.
"Hamba tidak bisa mencegah, Yang Mulia. Hal seperti ini sering terjadi ketika rakyat tidak puas terhadap kinerja pemimpinnya. Hamba mohon maaf," jawab Antony sambil membungkukkan badannya.
"Apa yang salah, ya?" Sang Raja penasaran dan langsung membuka map hijau tersebut.
Dibukanya lembar demi lembar dengan ekspresi yang tak dapat ditebak. Antony ingin bertanya, namun ia lihat sang raja sendiri belun menyelesaikannya.
Hingga tiba di lembar terakhir, terdapat banyak tanda tangan yang seperti milik para rakyat.
"Kenapa bisa begini?" ujarnya sambil menyimpan kembali lembaran ke dalam map.
Sang Raja menggeleg-gelengkan kepalanya.
"Ada apa, Yang Mulia?" Antony akhirnya bertanya juga.
"Dari rakyat Arshville, silakan baca sendiri!" Raja Gerald memberikan laporan itu pada Antony dan penasihat kerajaan itu langsung membacanya.
__ADS_1
"Petisi untuk menurunkan perdana menteri Arshville?" Antony terkejut setelah membaca isinya.
"Dan juga untuk menteri keuangan," tambah sang raja.
"Coba kau berikan padaku laporan keuangan mengenai pemasukan kerajaan yang berasal dari Arshville!" titah sang raja lagi.
"Baik, Yang Mulia," jawab Antony yang langsung membuka tablet sang raja untuk mengakses laporan yang diminta.
"Pajak yang dibayarkan dari Arshville selalu tepat waktu dan tepat jumlah, namun mereka langsung menarik penghasilan pajak itu untuk kebutuhan daerah di waktu yang tak berbeda jauh dari penyerahan pajak. Ini mencurigakan, Yang Mulia. Silakan diperiksa." Antony menyerahkan tablet itu pada sang raja.
"Padahal mereka memiliki lahan yang subur dan perkebunan mereka terlihat sangat baik ketika kita berkunjung kemarin," imbuh sang raja.
Antony pun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dalam laporan ini mereka menyatakan jika mereka kekurangan pangan. Itu sangat tidak mungkin mengingat hasil bumi mereka begitu melimpah."
"Tapi mereka bilang dalam laporan ini, jika hasil panen mereka diambil semua oleh pemerintah dan dibeli dengan sangat murah."
Sang Raja terdiam sejenak untuk berpikir. Lalu ia berkata kembali.
__ADS_1
"Antony, coba kau periksa data penjualan hasil bumi yang dijual ke luar kerajaan!" titah sang Raja.
Antony menerima kembali tablet sang raja, dan langsung berselancar ke dalam lautan file yang berkaitan dengan kerajaan Raisilian.
Hal-hal seperti ini memang bukanlah kewajiban sang Raja, karena seharusnya para menteri dan perdana menteri lah yang sudah melaksanan semuanya sesuai dengan kebijakan yang diambil oleh Raja.
Tapi jika begini jadinya, mereka menyalahi aturan dan kebijakan kerajaan. Mau tidak mau, sebagai pemimpin kerajaan, sang raja harus secara langsung turun tangan.
"Kau ingat sajian ketika rapat kemarin?" Sang raja bertanya pada Antony yang masih sibuk mencari file yang diminta.
"Ya, apa Yang Mulia memiliki pemikiran yang sama dengan saya?" Antony mendongak mengalihkan sejenak pandangannya dari tablet.
"Itu bukan hasil Arshville?" Raja Gerald mengungkapkan pemikirannya.
Antony mengangguk dengan kuat. "Benar, Yang Mulia. Sepertinya menteri perdagangan juga terlibat dalam hal ini. Dia banyak mengimpor hasil dari luar kerajaan, dan menjual kembali pada rakyat kita dengan harga mahal."
Antony kembali melihat pada tablet. "Nah ini dia, Yang Mulia. Tidak ada yang aneh dalam laporannya, Yang Mulia." Antony mengernyit dan memberikan laporan itu pada Raja Gerald.
__ADS_1