Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Jamur Di Belakang Mansion


__ADS_3

"Siapa yang pernah beternak di belakang mansion ini?" gumam Raja Gerald bertanya-tanya. Dia melihat beberapa kandang kuda yang sudah kosong tanpa ada hewan ternak di dalamnya.


Para pengawal menyorotkan cahaya flash ke arah kandang-kandang tersebut.


Perlahan-perlahan Sang Raja dan rombongannya memeriksa bagian kandang. "Tidak ada yang aneh!" tegas Raja Gerald.


Di belakang kandang, ternyata ada banyak tumpukan-tumpukan rumput yang sudah mengering. Sang melirik sekilas pada tumpukan itu.


"Arahkan cahayanya kemari!" Salah satu pengawal yang membawa lampu LED portable mendekat dan mengarahkan cahaya lampu ke belakang kandang. Dan tumpukan-tumpukan rumput kering juga jerami semakin terlihat lebih jelas.


Mata Raja Gerald semakin tajam meneliti pada tumpukan.


Para pengawal saling melirik satu sama lain. "Ada apa?"


Pengawal yang lain mengedikkan bahunya.


"Kemarikan lampunya!" pinta Sang Raja.

__ADS_1


Pengawal itu pun langsung memberikan lampu LED portable yang ada di tangannya untuk Sang Raja. "Silakan, Yang Mulia!" Sang pengawal menyerahkannya.


Raja Gerald menerima lampu itu dan mengarahkan cahaya ke tempat yang sangat menggelitik perhatiannya tersebut.


"Jamur ini ...?" gumamnya saat melihat beberapa kuncup jamur yang tumbuh di permukaan rumput dalam ladang.


Raja Gerald menyingkap rumput-rumput tersebut dan melihat lebih banyak kuncup jamur yang bertebaran di sana. Sang Raja pun semakin antusias dengan apa yang baru saja ia temukan.


"Pengawal, bawakan sebuah kantung kemari!" perintah Raja Gerald pada pengawalnya lagi.


"Baik, Yang Mulia!" Para pengawal itu pun langsung mencari benda yang diminta Sang Raja. Lalu tak lama kemudian, seorang pengawal pun kembali dengan sebuah kantung yang akhirnya ia berikan pada Sang Raja.


"Tolong kumpulkan jamur itu sekarang juga!" titahnya tiba-tiba sambil berjalan kembali masuk ke dalam mansion.


Pengawal itu menatap Rajanya dengan perasaan aneh. Ia melihat pada teman yang lainnya namun sama seperti dia, pengawal yang lain juga menggelengkan kepalanya. "Sudah, cepat lakukan saja ...," bisik pengawal yang lain.


Akhirnya pengawal itu mengikuti perintah sang raja untuk mengumpulkan jamur-jamur yang tumbuh di rerumputan ladang belakang kandang.

__ADS_1


Sementara itu sang Raja dan beberapa pengawal yang lain sudah masuk ke dalam mansion. Raja kembali menjejakkan kaki di area dapur, lalu ia melihat sisa bahan makanan yang masih menumpuk di meja.


"Pengawal!" panggil Raja Gerald.


"Iya, Yang Mulia?" jawab sang pengawal.


"Tolong bawa jamur yang ada di atas meja tersebut juga!" perintahnya untuk ke sekian kali.


Tanpa banyak bertanya, pengawal langsung melakukan perintah sang Raja.


"Pisahkan dengan jamur yang didapat dari belakang kandang!" instruksi dari Sang Raja.


Sang Raja kemudian keluar menuju area depan mansion.


Mansion ini memang tidak semewah jika dibanding dengan mansion lain milik kerajaan.


Dan hal ini juga yang menjadi keanehan dalam pikiran Gerald. Jika Gerry, kakaknya, sangat mencintai Elsa, mengapa Gerry justru membiarkan Elsa tinggal di mansion paling sederhana yang dimiliki kerajaan?

__ADS_1


Padahal, jika melihat reaksi Paula, sang ibu suri sangat senang ketika melihat Elsa hamil dan melahirkan bayi Kevin. Bahkan Paula juga bersedih ketika kematian Elsa, dan sempat diam-diam menjenguk makam Elsa.


Itu artinya, tidak ada masalah mengenai hubungan Elsa dengan keluarganya.


__ADS_2