
Seorang pria yang masih bujangan, belum pernah bermain perempuan, memiliki gelar seorang Raja, tidur dengan seorang pelayan wanita yang lebih muda dan lebih polos darinya.
Tak ada kelelahan dalam gurat wajah sang Raja meski telah seharian bekerja mengurusi masalah kerajaan, lelah itu hilang karena berganti dengan rasa gelisah saat tidur berdua dengan seorang wanita.
Jika hari kemarin ia tertidur dengan bayi Kevin yang menjadi sekat, kali ini mereka tidur berdua tanpa penghalang, karena satu-satunya guling yang ada malah digunakan sebagai bantal oleh Sang Raja. Sungguh ia tidak akan bisa tidur jika kepalanya tidak dialasi guling.
Dia berguling ke sana ke mari, pikirannya masih terjaga meski mata sudah tertutup dengan lelapnya.
Pukul satu dini hari, ia pun bangun dan melihat Eliana ada di hadapannya. Dahi mereka beradu, bahkan embus napas Eliana begitu terasa sangat dekat dengan wajah Raja Gerald.
"Nanti kamu harus pindah dari kamarku!" perintah Raja Gerald sambil menatap Eliana yang tertidur lelap.
Sang Raja pun bangun, dan seperti biasa, setelah membersihkan diri dia menuju ke ruang kerja pribadi yang ada di kamarnya.
Satu jam kemudian, Eliana pun terbangun dari tidurnya seperti biasa.
__ADS_1
"Eemmmh ...!" Gadis itu merenggangkan tubuhnya. "Kenapa aku di sini?" tanyanya pada diri sendiri. "Kevin? Kevin? Di mana bayi Kevin?" ujarnya dengan panik.
"Ada apa?" Sebuah suara bas yang seksi dan terdengar mendominasi pun datang mendekat.
Dengan kotoran yang masih menempel di sudut-sudut mata, Eliana mengerjap-ngerjapkan matanya. "Yang Mulia?" sapanya.
Raja Gerald membuang mukanya. "Beraninya kaum rendahan menyapa seorang Raja dengan penampilan seperti itu? Kau merusak harga diri Kerajaan Raisilian!"
"Haah?" timpal Eliana dengan setengah menguap.
Sementara itu Eliana masih menggaruk-garuk rambutnya dengan tali rambut yang hampir terlepas.
"Aduh, kayaknya tadi ada Yang Mulia, deh? Mau apa ya dia?" ujarnya sambil melirik-lirik sekelilingnya.
"Oh, iya! Bayi Kevin!" Eliana pun langsung berdiri dan melihat bayi gembul itu di box-nya.
__ADS_1
"Fyuuuh!" Eliana bernapas lega melihat bayi itu tertidur pulas.
Gadis itu pun segera bergegas membersihkan diri. Dia menuju kamar mandi Sang Raja. Dan ... Eliana begitu terkejut ketika melihat betapa berantakannya kamar mandi itu. "Ada apa ini?"
Botol shampoo dan sabun tergeletak di mana-mana. Sementara botol minyak essensial juga terguling di lantai dengan tutup yang terbuka hingga isinya tumpah sebagian. Lalu handuk yang menggulung di belakang pintu kamar kandi. Juga isi bathtub dengan air keruh yang tidak dibuang.
Eliana menelan ludahnya. "Jadi ini alasan para dayang tidak pernah membiarkan Sang Raja bersiap-siap sendiri?" ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Dengan telaten Eliana membereskan barang-barang tersebut dan menyimpan kembali ke tempatnya.
"Sampai kapan aku harus jadi pelayan Sang Raja," gumamnya seorang diri.
Tak hanya di bagian kamar mandi, ternyata area walk ini closet juga mengalami hal serupa. Baju milik Raja berantakan parah. "Memang berapa baju yang diambil oleh Yang Mulia? Kenapa seluruh bajunya berantakan seperti ini?"
Hari-haripun dilalui Eliana dengan berlatih menyusui bayi Kevin. Setiap hari dokter dan konselor datang untuk memantau perkembangan air susu Eliana.
__ADS_1
Tidak hanya dirangsang dengan pil dan pijat. Namun, Eliana juga merangsang penghasilan ASI nya dengan memompa ASI dan menyusui bayi Kevin langsung dengan menggunakan bantuan SNS.