Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Sarapan Bersama Ibu Suri


__ADS_3

"Gerald, tumben sekali kau mau sarapan pagi bersama dengan ibu," ujar ibu suri Paula yang terkejut melihat anaknya datang bergabung di meja makan bersamanya.


Denting sendok garpu pada piring pun terhenti, ibu suri meletakkan alat makan dari tangannya. Lalu ia mendongak melihat anak laki-laki satu-satunya yang sedang menarik kursi dan di sana.


"Apa ibu lupa?" Raja Gerald tersenyum manis memperlihatkan deretan gigi putih pada ibunya.


"Apa?" Ibu Suri mengernyit tak paham. "Oh, ya, bagaimana perjalanan ke mansion timur bersama Eliana kemarin? Apa dia senang?" tanya ibu suri.


"Emmm, dia sangat menikmatinya. Bahkan sampai tertidur pulas di sana," jawab Raja Gerald seraya tersenyum penuh arti.


"Kukira akan melihat-lihat ke ruang bawah tanah itu, ternyata malah tertidur dia." Ibu suri juga ikut tersenyum.


Dalam hati sang Raja berpikiran lain. Ia justru mengingat momen saat Eliana meminum teh chamomile racikan pengawal. Sepertinya, mereka menggunakan itu untuk pasangannya, atau para dayang yang menjadi teman kencan mereka.


Tapi Raja Gerald justru merasa senang karena Eliana yang menemukan minuman itu dan meminumnya.


"Hari ini, aku memang menjadwalkan untuk sarapan bersama ibu. Karena biasanya setiap pagi aku sudah ada di ruang kerja kerajaan dan sarapan di sana." Raja Gerald tersenyum melihat ibunya. "Maaf ya, karena, aku jarang menemani ibu," ujarnya lagi.

__ADS_1


"Jika tau kau akan bergabung, ibu pasti akan menunggumu untuk memulai makan," jawabnya.


Mereka berdua pun mulai makan. Seperti biasa, tidak ada menu seafood di atas meja makan mereka.


Makan bersama seperti menjadi momen langka untuk keluarga kerajaan seperti mereka. Jangan mengira jika para anggota keluarga royal akan selalu dilayani dan bersenang-senang seumur hidupnya.


Justru karena mereka selalu sibuk karena berbagai urusan yang menyangkut kelangsungan hidup kerajaan dan seluruh rakyatnya, sehingga mereka jarang sekali berkumpul. Raja Gerald dulu saat masih kecil sering merasa kehilangan ayahnya karena selalu tak ada waktu untuk keluarga. Dan ketika Raja Gerry menjabat sebagai raja, dirinya yang tak ada di istana karena sibuk menjelajah.


Maka dari itu, di masa pemerintahannya yang sekarang, ia membuat jadwal untuk makan bersama anggota keluarga. Ya, meskipun anggota keluarganya kali ini hanya tersisa sang ibunda saja.


"Iya, ibunda benar," jawab sang Raja setelah ia menelan makanannya.


"Oh, syukurlah. Apa di laboratorium itu, disimpan hasil penelitian Louis tentang tambang itu?"


"Iya, benar sekali. Tidak hanya milik paman Louis, namun milik ilmuwan lain seperti Tuan Dave pun ada di sana," jelas Raja Gerald.


Bahkan ilmuwan seperti Manda pun ada. Raja Gerald membatin.

__ADS_1


Raja Gerald menghabiskan suapan terakhir dari piringnya, lalu menyimpan sendok garpunya secara terbalik di atas piring.


"Ibunda, sekali lagi Gerald tanyakan pada ibu." Raja Gerald menatap ibunya dengan serius yang sedang duduk di kursi seberang meja makan.


"Apa ibu benar-benar tidak tau, penyebab mengapa dana penelitian untuk paman Louis yang pada awalnya merupakan dana yang ditanggung kerajaan, menjadi dana hutang pribadi paman Louis pada kerajaan?" Raja Gerald bertanya dengan serius.


Ibu suri menghela napas panjang sebelum ia menjawab pertanyaan Raja Gerald. "Sepertinya ibu memang harus memberitahu padamu," ucapnya mengawali ceritanya.


"Sebenarnya, ayahmu ketika dinobatkan sebagai Raja Raisilian V, bukanlah orang yang lurus. Ayahmu ingin mengeksploitasi tambang emas tanpa peduli lingkungan. Hingga akhirnya ...." Ibu suri Paula menghentikan ceritanya.


"Kau pasti bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya," tambah sang ibu suri.


*


Bersambung ....


Karena sebentar lagi hari raya, jadi author sedang banyak pekerjaan. Mohon maklumi jika updatenya jarang. 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2