Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Tidak Boleh Mencintainya


__ADS_3

Yang belum follow akun noveltoonku, please follow ya! :)


Karena hari ini aku akan ... crazy up!


*


Keringat itu kembali bercucuran di dahi sang pangeran. "Apa ini? Kenapa aku melakukan hal seperti itu?"


Pangeran Arshlan meneguk ludahnya sendiri kala mengingat momen beberapa menit yang lalu, yakni ketika ia melakukan hal-hal yang cukup intim dengan sang putri.


Bulir-bulir di dahinya semakin deras, kali ini bukan karena keringat dingin akibat dari kehilangan tenaga dalam. Namun ini adalah keringat panas dingin karena sang pangeran kehilangan kesadaran dan kewarasan.


Aku tidak mencintainya, aku tidak mencintainya, aku tidak mencintainya.


Berulang kali sang pangeran merapalkan pengelakan. Entah apa yang terjadi dalam hati dan pikirannya. Ia tarik kerah bajunya, hingga terlepas kancing bagian atas dan menampakkan bagian tulang selangka hingga ke dadanya.


Peluhnya menetes dari dahi hingga ke leher, pori-pori kulitnya seakan melebar untuk mengeluarkan bulir-bulir keringatnya lebih banyak. Rambut bagian depannya sudah cukup basah, sang pangeran menutup mata dan meletakkan pergelangan tangan tepat di deoan matanya.


Aku tidak akan pernah terpikat oleh seorang perempuan, aku tidak boleh jatuh cinta. Aku tidak akan pernah terpikat oleh seorang perempuan, aku tidak boleh jatuh cinta.

__ADS_1


Tok tok tok


"Pangeran, aku membawakan ramuan untukmu!"


Suara itu!


Sang pangeran terburu-buru mengeringkan dahinya yang penuh oleh keringat. Ia pun bangkit dan menengok jam yang ada di atas nakas. Ternyata memang sudah satu jam sejak ia meminum ramuan yang sebelumnya.


Ia dengan cekatan menuju ke arah pintu dan membukanya. "Hai, sayang!" sapa pangeran Arshlan ketika ia membuka pintu.


Putri Estelle menyebik mendengar kata 'sayang' yang penuh kegombalan dari pangeran Arshlan. Namun, meski begitu, ada getar yang menggelitik ketika bibir pangeran tampan itu memanggilnya dengan kata 'sayang'.


"Terima kasih, cantik!" Pangeran Arshlan mengerlingkan sebelah matanya dan menerima cangkir itu dengan terburu-buru.


Putri Estelle mematung mendengar pujian itu meski nampan di tangannya telah diserahkan pada sang pangeran.


"Kau masih di sini?" tanya sang pangeran karena melihat putri cantik di hadapannya yang diam saja.


"Aaah, anuuu ... eemm ...." Putri salah tingkah.

__ADS_1


"Kembalilah ke kamarmu, atau kau mau masuk lagi ke kamarku?" tawar sang pangeran dengan tersenyum nakal namun sangat menawan. Para dayang yang mengikuti putri Estelle pun dibuat sangat gemas dengan rayuan dan godaan dari sang pangeran untuk putri mereka.


"Ah, tidak! Ini sudah malam, aku akan kembali." Putri yang terlihat merona pun mencoba berbalik, kemudian para dayang mengikutinya seperti biasa.


Sang pangeran yang melihat putri pergi meninggalkan dirinya segera masuk ke kamar.


Brak!


Ia tutup pintu dengan agak keras. Hanya dalam beberapa tegukan, ia habiskan seluruh ramuan dalam cangkir yang dibawa oleh sang putri.


Brug


Pangeran Arshlan yang bersandar pada pintu memerosotkan tubuhnya hingga mendarat di atas lantai. Ia angkat lutut kanannya dan sikunya bertumpu pada lutut yang menekuk tersebut. Cangkir pualam bekas ramuan masih tergantung pada jari tengahnya.


Rasa hangat kembali menjalari tubuh sang pangeran akibat dari efek ginseng hutan yang ia minum. Ia mencoba menetralkan kembali pikirannya dan mulai memejamkan mata dengan posisinya yang seperti itu.


Aku tidak boleh jatuh cinta padanya.


*

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukung aku, ya .... Dengan cara follow akun noveltoon ku yang ini, terima kasih.


__ADS_2