Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Selalu Begini!


__ADS_3

"Antony! Kau benar-benar memindahkan Eliana dan bayi Kevin?" Sambil berdiri di ambang pintu, Raja Gerald menanyakan hal tersebut pada Antony yang sedang menunggu di depan kamarnya.


"Sesuai dengan perintah anda, Yang Mulia," jawab Antony yang sudah mengira, jika perintah dari rajanya ini tentunya akan menimbulkan penyesalan dalam hati Sang Raja sendiri.


"Baiklah!" seru Raja Gerald sambil melangkah ke dalam kamarnya. Namun belum satu meter ia masuk ke kamar, Sang Raja sudah berbalik dan menghadap ke luar.


"Antony!" serunya lagi.


Kali ini penasihat kerajaan itu menghampiri Rajanya dengan berdiri di ambanh pintu.


"Baik, Yang Mulia," jawabnya dengan penuh rasa segan.


"Tunjukkan kamar Eliana padaku!" titahnya.


Antony tersenyum sedikit, lalu kemudian mebungkukkan badannya. "Baik, Yang Mulia! Mari ikut saya," pinta Antony yang langsung berbalik untuk berjalan mengawal Sang Raja.


"Kamar untuk Nona Eli dan bayi Kevin ada tepat di sebelah kamar anda, Yang Mulia. Saya sengaja menempatkannya tetap di dekat Yang Mulia, agar tidak terlalu jauh dan sampai ketahuan Putri Estelle ataupun tamu lain yang sedang berkunjung," jelas Antony.


Raja Gerald tersenyum-senyum melihat pintu kamar di sebelahnya. "Jadi, di sini mereka berdua berada?" tanya Sang Raja.

__ADS_1


"Benar, Yang Mulia!" jawab Antony lagi.


"Ya sudah, kalau begitu pergilah!" titah Sang Raja seenak hati.


Raja Gerald menunjuk daun pintu menggunakan gerakan wajahnya. Sang Pengawal yang berdiri di samping pintu itu pun paham dan langsung membukanya. "Silakan, Yang Mulia."


Sang Raja melihat box bayi Kevin sedang terayun, senyumnya merekah, dan spontan ia langsung menghampiri si bayi gembul tersebut.


Pengawal menutup kembali pintu begitu Rajanya masuk.


Raja Gerald melihat seseorang dengan mata setengah tertutup sedang mengayunkan box bayi Kevin untuk meninabobokan sang bayi.


"Eliana ...," desisnya perlahan sambil mendekati gadis yang sepertinya tidak sadar akan kedatangannya.


"Kau bangun? Kau menyadari aku datang?" tanya Sang Raja dengan senyuman.


Bayi Kevin tersenyum membalas, apalagi ketika Raja Gerald mulai menggendongnya, ia mengeluarkan tawa sumringahnya.


Kerjap-kerjap.

__ADS_1


Eli membuka mata dan langsung melihat ke arah box bayi. "Kevin?" jeritnya histeris tanpa menyadari seseorang yang sedang berdiri dengan santainya menggendong bayi gembul itu.


"Kevin? Kevin? Ke-" panggilnya yang terhenti saat melihat sebuah celana mewah membalut sepasang kaki sedang berdiri dengan tegap di samping box bayi Kevin.


Eliana mendongak, mencari tahu siapa pemilik kaki jenjang yang ada di sana itu.


"Ya-Yang Mulia ...," ucapnya terkejut.


Raja Gerald melirik Eliana dengan ekor matanya. Namun ia tak memberi respon apa-apa.


"Selalu begini!" ucapnya sambil tersenyum miring.


"I-iya, Yang Mulia? Bagaimana?" Eliana nampak seperti orang bodoh. Namun sebenarnya ia hanya belum sepenuhnya sadar akibat efek dari matanya yang baru saja terbuka.


"Hmmm," senyumnya terlihat mengejek. "Selalu begini! Apa seperti sikapmu dalam menyambut kedatangan Sang Raja?"


Eliana membelalak terkejut.


"Ampuni hamba, Yang Mulia. Hamba baru menyadari jika Yang Mulia baru saja tiba, ampuni hamba," ujarnya sambil berlutut memohon.

__ADS_1


"Bangun! Aku tidak butuh sujudmu! Kau hanya akan mengulanginya di lain waktu!" tuduh Raja Gerald.


Ini juga kan, semua salah dia! Kenapa dia selalu datang di saat orang tertidur lelap?


__ADS_2