Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Kembali ke Noirland


__ADS_3

"Anu ... emm ... itu, Yang Mulia Ratu. Apa anda sudah siap untuk pulang? Saya akan mengawal anda, Yang Mulia," ujar pangeran Arshlan dengan gugup dan mengalihkan pembicaraan. Dia sedikit melotot pada raja Gerald karena membicarakan mengenai hal itu sekarang


Sang ratu mengangguk sebagai jawabannya. Ia juga sedikit tertawa sambil menutup mulutnya melihat kedekatan pangeran Arshlan dan raja dari Raisilian itu.


"Kalau begitu, silakan Yang Mulia Ratu beristirahat. Saya yang akan menyiapkan penerbangan untuk Yang Mulia nanti." Pangeran Arshlan membungkuk kembali.


Setelah itu, pangeran Arshlan dan raja Gerald pun berpisah di persimpangan. Sang pangeran mengeluarkan ponselnya.


"Jadi ... aku harus mengirim pesan, ya?" Sang pangeran menimang-nimang ponselnya.


"Tapi ... apa ini memang yang diinginkan setiap perempuan?"


"Ah, sudahlah kirim saja."


[Tuan Putri, sepertinya aku akan pulang beraama Yang Mulia Ratu malam ini. Tunggu aku, buatkan masakan untukku. Dan jangan lupa ramuan penuh cinta sediakan di kamarku.] ~ pangeran Arshlan.


Ia pun memasukkan lagi ponselnya lalu berjalan. "Ah, aku lupa."


Sang pangeran mengeluarkan lagi ponselnya dan kembali mengetikkan sebuah pesan.


[ Maaf baru bisa mengabarimu] ~ Pangeran Arshlan.


"Haha, dia pasti sedang tersipu di sana."

__ADS_1


*


Dalam mobil menuju perjalanan ke istana Noirland, putri Estelle tersipu-sipu sambil melihat ke arah layar ponselnya. Setelah beberapa menit yang lalu, dirinya murung dengan penyebab yang tak dikeahui oleh para pengawalnya.


Dia meminta aku membuatkan makanan kesukaannya.


Sang putri mencibir pesan yang sedang ia baca.


"Pengawal, kita akan langsung pulang saja ke istana! Aku akan memasak hari ini."


Putri Estelle memberi perintah tanpa melihat ke arah pengawalnya, tatapannya terus fokus pada layar ponsel.


"Baik, Yang Mulia Tuan Putri," jawab para pengawal tersebut.


Makanan kesukaan pangeran Arshlan, bukanlah makanan yang sulit dimasak. Tapi, sang pangeran memakan makanannya dalam porsi yang besar. Sehingga putri Estelle membutuhkan bantuan dayang-dayangnya untuk memasak semuanya.


"Siapkan juga rumput mandelish dan ginseng hutannya, kita akan membuat ramuan untuk pangeran Arshlan!" titah sang putri.


Dengan hati yang riang, sang putri menyiapkan makanan dan ramuan untuk pangeran Arshlan.


*


"Kondisi ibu suri Paula membaik, semua ini akibat dari terapi tenaga dalam dari pangeran Arshlan," ujar ratu Allura. "Sepertinya, aku sudah bisa berangkat kembali ke Noirland dengan tenang."

__ADS_1


Raja Gerald mengangguk. "Hati-hati, Yang Mulia ratu."


"Iya, itu pasti. Jika suatu hari nanti Paula tersadar dari koma, hubungi aku!" pinta sang ratu lagi.


"Akan saya segera hubungi Noirland jika ibunda sudah sadar. Itu pasti," jawab raja Gerald.


"Baiklah. Kalau begitu, aku juga pamit, Gerald." Pangeran Arshlan berpamitan.


"Iya, Arshlan, terima kasih, kau sudah banyak membantu. Sepertinya aku masih harus banyak belajar darimu." Sang raja memeluk sahabatnya itu.


"Semoga kerajaanku cepat stabil. Setelah itu, aku akan kembali membuka akademi, agar prajurit Raisilian bisa belajar kembali."


"Aku tunggu kesempatan itu! Raisilian juga akan mengerahkan sekuat tenaga untuk membantu kerajaanmu!"


Mereka pun berpisah di istana, raja Gerald tidak menemani mereka ke bandara, karena ia tak bisa meninggalkan ratu Eliana yang sedang hamil besar.


Pangeran Arshlan pun membuka ponselnya, ia melihat ada sebuah pesan terkirim untuknya.


[Aku sudah memasak untukmu! Kenapa kau belum juga datang?]


"Ah, sepertinya aku membuat kesal anak orang lagi."


*

__ADS_1


Teman-teman, tolong bantu aku dengan follow akun noveltoonku ini ya. Terima kasih.


__ADS_2