Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Kepala Keamanan


__ADS_3

"Pihak forensik? Ada kabar apa?"


"Warga menemukan sebuah mayat. Yang diduga milik dayang dari Raisilian." Antony menjelaskan.


"Dayang istana?"


"Ya, Yang Mulia. Dia menggunakan baju dayang. Hanya saja, wajahnya dalam keadaan rusak dan mayatnya sudah membusuk. Sulit untuk mengidentifikasi identitasnya. Pihak forensik sedang memeriksa DNA dari jenazah tersebut."


"Apa akhir-akhir ini ada dayang yang dikabarkan menghilang?" tanggap Sang Raja.


"Jutru itu, Yang Mulia. Ini sangat aneh, karena tidak ada dayang yang dikabarkan menghilang dari istana," jawab Antony.


"Kita harus mengerahkan pasukan untuk mencari dayang Emma dulu, Antony!" titah Yang Mulia Raja. "Untuk masalah jenazah itu, biar pihak forensik yang mengurus dan detektif yang menyelidiki kasusnya," tambah Sang Raja.


Mereka berdua pun keluar. Sang Raja memutuskan untuk menuju ke ruang tahanan bawah tanah, untuk memastikan kondisi penjara sekarang.


Apa benar jika formasi para penjaga tahanan telah dirubah? Sehingga akan banyak tahanan yang kabur?


"Para pihak keamanan sedang memeriksa TKP memeriksa dari celah mana dayang Emma bisa kabur," ujar Antony yang berjalan di belakang Sang Raja.


Mereka berdua pun sampai di pintu yang menuju ke ruangan bawah tanah. Para penjaga berdiri di sisi-sisinya.

__ADS_1


Lalu terlihat seorang pria keluar yang diikuti oleh beberapa pasukannya.


"Yang Mulia? Selamat datang," sambut sang kepala keamanan yang baru saja keluar.


"Bagaimana kabar di dalam?"


"Tidak ada yang aneh. Dayang Emma tidak kabur dengan merusak fasilitas kerajaan, tapi seperti ada orang yang sengaja membebaskannya." Kepala keamanan mengungkapkan kejanggalan.


"Jangan-jangan benar ...," gumam Raja Gerald.


"Apa yang dikatakan menteri Regal tentang para penjaga sepertinya benar, Yang Mulia," timpal Antony yang dibalas anggukkan oleh sang Raja.


"Kalau begitu, ada yang ingin kubicarakan denganmu kepala keamanan!" titah sang Raja.


"Ya, ayo kita bicara di kantor keamanan!"


Mereka pun berjalan menuju kantor yang paling dekat dengan ruang tahanan. Yang Mulia Raja hanya ingin memastikan, apakan kepala keamanan ini masih berpihak kepadanya atau tidak?


Dalam keadaan tegang sekaligus penasaran, kepala keamanan mengajak Yang Mulia Raja dengan penasehatnya untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Silakan, Yang Mulia," ujar kepala keamanan itu.

__ADS_1


"Aku mendapat berita jika ada perubahan formasi anggota keamanan. Apa kau ada kaitannya dengan itu semua?"


Sang kepala keamanan mendadak terkejut. "Perubahan formasi? Sama sekali tidak ada, Yang Mulia. Formasi keamanan masih sama seperti yang dulu," jawab sang kepala keamanan.


"Ada kabar bahwa kerajaan kita perlu berhati-hati karena para penjaga kita telah disusupi oleh pihak dalam yang ingin melakukan kudeta. Maka dari itu, akan ada banyak nara pidana yang akan melarikan diri dengan mudah!"


Kepala keamanan merenungkan perkataan sang Raja. Berbagai pertanyaan terlintas dalan benaknya.


"Kepala keamanan? Apa anda tahu sesuatu?" Pertanyaan Antony membuyarkan pikiran kepala keamanan tersebut.


"Ah, tidak! Tidak sama sekali!" jawab sang kepala keamanan. "Tapi, saya akan berusaha mencari tahu, Yang Mulia," jawabnya kemudian. Wajah sang kepala keamanan sendiri tampak penuh kebingungan akan pertanyaan Yang Mulia.


Perbincangan mereka pun segera berakhir dan Yang Mulia Raja pun kembali ke tempatnya.


Sementara itu, sang kepala keamanan kembali duduk dan merenung di ruangannya.


Dia mengeluarkan sebuah surat yang ia simpan dalam lacinya. Lalu memperhatikan kembali tulisan-tulisan yang ada di dalamnya.


"Sepertinya Yang Mulia Raja tidak ada niat untuk memintaku mundur dari jabatanku. Aku sudah mengira jika surat ini bukan dari Yang Mulia Raja," gumamnya.


"Jika tadi tuan Antony bilang akan ada pihak yang ingin mengkudeta Raja, sepertinya surat ini dikirim dari orang yang berada di pihak berlawanan dengan Yang Mulia. Mereka menginginkan aku mundur dari jabatanku karena aku berpihak pada Yang Mulia," gumamnya lagi.

__ADS_1


"Jika ini semua benar, itu artinya kecurigaan Yang Mulia terhadap adanya perubahan formasi diam-diam adalah benar adanya."


__ADS_2