Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Sekarang atau Nanti


__ADS_3

Akhirnya pangeran Arshlan menarik selimut itu tanpa sang putri menyadarinya.


"Jangan dibuka," tolak sang putri dengan manja. Namun sayangnya tangan pangeran Arshlan sudah memegangi selimut itu dengan erat.


"Jangan ditutup!" titah sang pangeran yang terdengar sensual.


Karena gagal menutup dirinya dengan selimut, sang putri akhirnya menutupkan wajah menggunakan kedua tangannya.


"Aku berantakan jangan lihat."


"Katanya kau lupa padaku? Apa pedulimu jika aku melihatmu?"


"Aku tidak suka orang asing melihatku berantakan." Putri Estelle tetap menutup wajahnya.


Pangeran Arshlan terkekeh lagi. Tak ada pilihan lain, ia merentangkan tangan sang putri dengan paksa hingga wajahnya terlihat kembali.


Akhirnya putri Estelle menutup mata karena ini sangat memalukan.


"Lihat aku!" perintah sang pangeran agar putri Estelle membuka matanya.


"Jika kau tidak membuka, aku akan meremas ini." Sang pangeran sudah meletakkan satu tangannya di atas dada sang putri.


"Dasar mes*m!" Sang putri memberontak.


"Hahaha!" Pangeran terkekeh dan melepaskan pegangannya dari dada putri.


"Pergi! pergi! Pergi!" ronta sang putri dalam mengusir pangeran Arshlan.


"Bangun sayang," ucap pangeran Arshlan sambil berdiri dan berusaha menarik tangan sang putri.


"Kita akan ke lahan konservasi sekarang," ajak sang pangeran lagi.

__ADS_1


"Aku tidak akan ikut." Putri Estelle memalingkan muka.


"Kenapa begitu?" Pangeran terkejut.


"Sudah kubilang aku tidak mengenalimu!" protes sang putri menolak. "Jangan mengajakku pergi!"


Hal itu membuat pangeran Arshlan mengembuskan napas kasar.


"Tidak ada pilihan lain," ucap sang pangeran yang tiba-tiba menyelipkan tangannya di balik leher dan lutut sang putri.


Grep


Putri Estelle pun berpindah menjadi ada di gendongan sang pangeran.


"Turunkan! Turunkan!" protes sang putri sambil menganyun-ayunkan kakinya ke udara.


"Tidak akan!" tolak sang pangeran sambil terus membawa putri Estelle ke arah kamar mandi.


"Pangeran Arshlan, turunkan!" Putri Estelle tidak sengaja dia menyebut nama sang pangeran.


"Aku ... kau tadi menyebut namamu, jadi ... aku tau .... Kau jangan salah paham. Sekarang turunkan aku!" titah putri Estelle.


"Ok! Aku turunkan kamu!" Pangeran Arshlan tersenyum sambil berjongkok.


Cbyuuuur ....


Putri Estelle masuk pada bathtub yang sudah terisi air.


"Ah, apa maksudnya ini?" Sang putri menggerutu.


"Kau minta diturunkan, kan? Aku turunkan kau di sini. Kau harus mandi sayangku," jawab pangeran dengan santai.

__ADS_1


"Aku tidak mau!"


"Kalau begitu mau kupaksa?" Pangeran sudah memegangi ujung gaun sang putri.


"Kenapa kau ini?" Putri menatap sinis pada sang pangeran. "Kau ini bukan ibuku!" protes sang putri pada pangeran Arshlan. Lalu setelah itu, bibirnya masih mengerucut karena marah pada pangeran Arshlan.


"Iya, tapi kau calon istriku."


Sang putri pun langsung berdebar mendengar kata-kata itu.


"Kau harus mandi, karena ibuku akan berkunjung ke Raisilian. Dia ingin menemuimu."


"Apa? Aku tidak akan menikah denganmu!" tolak sang putri dengan kesal.


"Kau tidak bisa terus berpura-pura sayang." Pangeran Arshlan merasa lelah merayu putri Estelle.


"Aku ... sudah tidak pantas lagi denganmu." Tiba-tiba putri Estelle terisak dan menutup wajahnya. Ia mengabaikan gaunnya yang basah terkena air dari bathtub.


"Kenapa? Apa karena malam itu?" tanya pangeran dengan kesal.


Sementara itu sang putri menunduk tak menjawab, ia menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.


"Kau mau kita lakukan itu sekarang? Atau kau mau aku bersihkan jejak si brengsek itu setelah kita menikah?"


*


Yang ditanya sama pangeran Arshlan itu putri Estelle ya! Jangan ada yang tiba-tiba jawab di kolom komentar. Jangan ke-geeran! Apalagi kalau ada yang jawab,


"Aku mau nanti aja setelah menikah."


"Jangan sekarang pangeran, mending pas udah nikah!"

__ADS_1


Plis plis, yang ditanya itu putri Estelle, bukan kalian.


🤣🤣🤣


__ADS_2