
Yang sangat dinanti oleh Putri Estelle pun tiba. Kedatangan ibunya dari Noirland yang sejak semalam membuatnya tak bisa tidur. Bagi Putri Estelle, Ratu Allura adalah segalanya dalam kehidupannya. Ibunya merupakan sosok penyayang satu-satunya yang sangat berharga baginya.
Semenjak ia masih kecil, Raja Noirland sering mengabaikannya. Lalu tanpa pernah ia duga sebelumnya, ternyata sang ayah telah memiliki anak lain selain dirinya dan juga ibu yang lain selain ibunya, Ratu Allura. Gadis kecil yang periang itu pun, harus menelan pil pahit, ketika ia harus dibanding-bandingkan dengan saudaranya sendiri.
Seorang anak yang seharusnya tumbuh dan berkembang sesuai jati dirinya, harus hidup dalam bayang-bayang saudaranya. Ia tak bisa menjadi dirinya sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena ia selalu dituntut untuk menjadi seperti Putri Emilda.
Saat menerima pendidikan di akademi khusus keluarga bangsawan dan kerajaan, Putri Estelle menjadi rendah diri terhadap teman-temannya, belum lagi yang selalu dilakukan geng Pangeran Arshlan dulu yang selalu menjahilinya, dalam hal ini Raja Gerald muda juga termasuk. Semua itu membuat Putri Estelle terlihat tidak becus dan tidak mumpuni dalam melakukan segala hal.
“Terima kasih sudah mau menerimaku di sini,” ucap Ratu Allura yang baru saja tiba dan disambut oleh pelukan dari sang ibu suri.
“Sebaliknya, aku yang seharusnya merasa sangat terhormat karena mendapat kunjungan dari Ratu Noirland,” timpal ibu suri Paula merendah.
“Apa putriku membuat masalah di sini?”
“Ah, tidak! Dia putri yang baik. Aku senang dengan keberadaan Putri Estelle di tempat ini.”
__ADS_1
“Paula, aku minta maaf, atas apa yang dilakukan putri-putriku. Aku minta maaf karena Emilda telah membuat masalah di kerajaanmu,” ucap tulus dari Ratu Allura.
“Tak perlu risau, aku sudah memakluminya, Allura. Selain itu, Putri Emilda juga telah mendapat hukumannya, semoga selama di penjara dia memikirkan kembali kesalahannya dan berubah menjadi anak yang baik,” harap ibu suri Paula.
“Semoga harapanmu terwujud, Paula!” Ratu Allura sedikit sangsi akan harapan ibu suri Paula, karena setau Ratu Allura, putri Emilda sudah memiliki karakter buruk semenjak ia masih kecil. Ia mendapat pendidikan yang salah saat ia belum masuk di istana. Ditambah ketika masuk istana, dirinya sangat dimanja dan dimanfaatkan untuk melakukan hal buruk oleh Raja Noirland, ayah kandungnya sendiri.
*
Raja Gerald sudah tahu akan kedatangan Ratu Allura, namun ia harus melakukan perjalanan dinas ke luar istana. Ia berniat untuk menyapa Ratu Noirland itu setelah ia berada di istana.
“Jadi ini, adik dari Raja Gerry?” tanya Ratu Allura begitu ia menyalami Raja Gerald.
“Betul sekali, Yang Mulia Ratu,” jawab sang Raja.
“Maaf, karena ketika penobatanmu aku tidak bisa hadir. Kita memang belum pernah bertemu sama sekali, selain mendengar namamu yang menjadi teman dari anakku selama di akademi.”
__ADS_1
“Begitupun dengan hamba, Yang Mulia Ratu. Maafkan hamba, karena hamba belum sempat berkunjung ke istana anda.”
“Jangan panggil aku Yang Mulia Ratu. Panggil saja aku ibu Allura. Sama seperti putri Estelle yang juga menganggap ibumu sebagai ibunya sendiri!” titah sang Ratu.
“Baik, Yang Mulia. Eh, ibu,” jawab gugup Raja Gerald.
“Oh, ya! Putri Estelle berkata jika kau ingin bertemu denganku karena ada yang ingin dibicarakan?”
“Ah, iya. Ini tentang kalung laboratorium. Kenapa Noirland terobsesi pada kalung itu? Apa Noirland sudah tahu kegunaan kalung itu sebelum Raisilian menyadarinya? Kalau iya, dari mana berita tentang kalung itu kalian dapatkan?” Tanpa tedeng aling-aling, Raja Gerald langsung memberondong pertanyaan untuk Ratu Allura.
“Kalung?”
__ADS_1