Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Eliana Merengek


__ADS_3

"Hamba hanya ingin memastikan saja, Yang Mulia. Apakah dia benar Emma dayang yang datang siang tadi, atau bukan?" jawab Eliana. Gadis itu mencoba untuk hati-hati bicara, salah-salah dirinya malah disangka sedang membela sang dayang.


"Kenapa harus dipastikan, yang penting intinya dia mengganggu!" ketus Raja Gerald. "Lagipula, kemana perginya para pengawal? Kenapa dia membiarkan dayang itu mengetuk pintu?"


Raja Gerald hendak berdiri, ia sepertinya ingin memastikan kemana perginya sang pengawal?


"Sudahlah, Yang Mulia. Kan, semuanya juga sudah selesai. Dayang itu sudah kembali ke tempatnya," saran Eliana. "Lebih baik Yang Mulia tidur kembali saja," lanjut gadis itu menggagalkan langkah Yang Mulia selanjutnya.


"Aku jadi tidak ingin tidur," elak Sang Raja sambil kembali duduk di atas ranjang. "Hei kau belum menjawabku, Eli! Kenapa kau ingin memastikan jika yang datang adalah si dayang itu? Memang apa pentingnya sampai kau menginterupsi perkataanku tadi?" Raja Gerald mengungkit lagi.


"Tidak apa-apa, Yang Mulia. Hanya ingin menunjukkan pada Yang Mulia, jika dayang yang tidak sopan itu adalah dayang baru yang Yang Mulia pekerjakan untuk hamba." Eliana mencoba menyadarkan pada Raja Gerald, jika dayang pilihannya tidak sebaik bibi Odeth.


"Lalu?" Sang Raja memicingkan matanya.


"Ya ... anu ... eemmm ...." Eliana terlihat berpikir sebelum ia bicara lagi. "Bagaimana kalau Emma diganti lagi oleh bibi Odeth?" pintanya sambil sedikit menolehkan kepala pada Raja Gerald.


"Tidak!" jawab singkat dari sang Raja.

__ADS_1


Eliana cemberut, ia tahu jika merayu sang Raja memang tidak mudah. Gadis itu langsung memalingkan pandangannya ke arah bayi Kevin kembali.


"Tapi ... Emma sama sekali tidak membantu, Yang Mulia." Eliana mencoba merengek. Membuat-buat suaranya agar terdengar pantas untuk dikasihani.


"Sejak kapan kau jadi suka merengek padaku?" Raja Gerald menjauhkan tubuhnya dari jangkauan Eliana.


"Yang Mulia, kumohon .... Bahkan siang tadi Emma membiarkanku mengganti popok bayi Kevin sambil menyusui sendirian. Saking kesulitannya aku, bayi Kevin sampai terus menangis karena merasa tidak nyaman." Eliana ingin menunjukkan alasan ketidaklayakan Emma menjadi dayang. Kali ini ia berkata sambil berbalik menghadap pada Raja Gerald dan bayi Kevin yang tetap dalam gendongannya.


"Kau yakin, dia seperti itu?" tanya Raja Gerald.


Eliana pun menjawab sambil menganggukkan kepala. Ia kedip-kedipkan sedikit matanya untuk menunjukkan kemelasan.


"Baiklah! Besok pagi akan kuganti dayang itu!" tegas Sang Raja.


"Benarkah?" tanya Eliana yang memastikan kebenaran perkataan sang Raja.


"Iya!" Raja Gerald langsung berbaring lagi dan menarik selimutnya hingga menutupi setengah badannya.

__ADS_1


"Diganti dengan bibi Odeth?" tanya Eliana lagi dengan nada yang sangat ceria.


"Tidak!" timpal Sang Raja sambil terpejam.


Jawaban Sang Raja kali ini benar-benar membuat Eliana kecewa. Ia memindah posisi bayi Kevin yang ingin menyusu ke dada Eliana yang lain. Menumpukan kepala bayi itu pada bagian dalam sikunya. Bayi itu nampak nyaman dan langsung menyusu lagi dengan rakus.


Sang Raja masih terdiam sambil berbaring di belakang Eliana. Ia melihat siluet punggung Eliana, benar-benar porsi tubuh yang ideal dan ramping.


Tak lama kemudian.


Eliana pun bangkit, ia melepas isapan bayi Kevin saat isapannya mulai melemah. Gadis itu menyimpan kembali bayi Kevin agar tidur dalam box-nya.


Raja Gerald yang sudah memejamkan matanya kemudian memicing untuk memperhatikan Eliana. Setelah ia tahu jika Eliana meletakkan bayi Kevin kembali, ia pun bergegas berdiri dan menghampiri.


Memeluk gadis itu dari belakang, Raja Gerald mengagetkan Eliana. Pria itu menyingkap rambut Eliana dan meletakkan dagunya di sebelah bahu milik gadis tersebut.


Eliana merasa merinding akan sentuhan Raja Gerald yang memeluknya dengan sangat erat.

__ADS_1


"Eliana ...," panggil sang Raja dengan suara paraunya. "Bagaimana kalau kita lanjutkan lagi kegiatan yang sempat tertunda tadi?"


__ADS_2