
"Manda?" Raja Gerald mengernyit akan pernyataan dari kekasihnya itu.
"Iya, ini sepupuku. Dia adalah Manda," jawab Eliana dengan sangat yakin.
"Tapi paman Louis dan Kepala Laboratorium Joseph, juga mengenal dia. Dan mereka menyebutnya dengan nama Elsa." Raja Gerald semakin merasa aneh lagi.
"Aku tidak tau jika Manda punya nama lain." Eliana mengedikkan bahunya. "Tapi ...."
"Tapi apa?" Raja Gerald menoleh ke arah Eliana yang berada di sampingnya.
"Aku sudah kehilangan kontak dengan Manda semenjak ayahku menikah dengan ibu tiriku. Apalagi setelah itu, ayahku bangkrut dan tak lama kemudian kami pindah rumah. Aku benar-benar tak mendapat kabar lagi tentang saudara-saudaraku saat itu," jawab Eliana sambil terus menatap foto saudaranya dengan mata berkaca-kaca.
"Jadi kau ketinggalan informasi tentang saudaramu ini?" tanya Raja Gerald.
"Ya! Mungkin saja dia punya panggilan lain. Aku sama sekali tak tahu."
Sang Raja mengangguk-anggukkan kepalanya. Mencoba memikirkan pergantian nama dari kakak iparnya itu.
"Aku hanya pernah mendengar, jika Manda bekerja di sebuah laboratorium, tapi bukan di Raisilian. Dia adalah seorang anak yang jenius. Hahaha. Tidak seperti aku, aku lebih menyukai menyanyi dan menari daripada pelajaran di sekolah." Eliana mengenang masa lalunya dengan tersenyum.
"Oh ya?" Raja Gerald menoleh ke arah Eliana dan menatap gadis itu lekat-lekat. "Kenapa kau tidak pernah menari di depanku?" goda sang Raja.
__ADS_1
Eliana langsung memutar tubuhnya membelakangi sang Raja. Wajahnya memerah malu-malu ketika Raja Gerald menatapnya seperti itu.
"Emmm, bukankah kita ingin ke ruang bawah tanah?" Gadis itu mengalihkan perhatian.
Sang Raja tersenyum melihat Eliana yang menjadi gugup. Ia pun melangkah sejajar dengan Eliana. Sambil merangkul pinggang gadis itu, Raja Gerald pun mengajaknya. "Ayo! Kalau kau sudah tak sabar!"
Mereka berdua pun berjalan menuju ke belakang mansion bersama diiringi oleh para pengawal. Karena hari sudah hampir malam, para pengawal mengeluarkan senter sebagai lampu penerang.
Raja Gerald membawa Eliana berjalan di atas padang rumput dan peternakan. Karena menuju ke ruang bawah tanah harus masuk melalui gubuk tua yang ada di ujung ladang.
"Hati-hati!" Raja Gerald memegangi tangan Eliana.
"Aku hanya khawatir pada Ratuku. Bahkan kalau perlu, aku akan menggendongmu!" ujar Raja Gerald menggombal di tengah perjalanannya.
Semburat merah timbul di pipi Eliana. Beruntungnya, hari yang sudah agak gelap membuat hal itu tidak terlalu kentara.
Akhirnya mereka sampai di gubuk tua itu.
"Silakan, Yang Mulia." Pengawal mempersilakan Raja Gerald dan Eliana untuk masuk.
Raja Gerald pun masuk dan diikuti oleh Eliana. Pengawal sedang menggeser perapian untuk membuka akses ke laboratorium bawah tanah.
__ADS_1
Sambil menunggu Raja Gerald mengobrol dulu bersama Eliana.
"Aku masih kepikiran dengan Elsa yang menurutmu namanya adalah Manda. Apa kau tidak salah orang?" tanya Sang Raja.
"Aku tidak salah. Yang Mulia bisa mendatangi keluarganya jika Yang Mulia penasaran. Mungkin mereka bisa memberi alasan, mengapa Manda mengubah namanya. Atau Yang Mulia juga bisa bertanya pada paman Joseph sang kepala laboratorium. Bukankan pama Joseph juga menginyakan nama Elsa untuknya?" jelas Eliana.
Sang Raja merenung. "Oh, ya! Kau bilang dia adalah anggota laboratorium di luar Raisilian. Apa kau tau dia bekerja sebagai apa?"
"Setauku, Manda adalah ahli Mikologi."
"Apa? Ahli Mikologi?" Raja Gerald membelalakkan matanya karena sangat terkejut. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ahli Mikologi!"
*
Bersambung lagi ya gaes ....
Kenapa Raja Gerald kaget kalau Manda adalah ahli Mikologi? Hayo ... kenapa?
Spoiler: Ini merujuk pada kematian Raja Gerry dan Elsa alias Manda.
Ada yang bisa jawab? Tulis dugaan kalian di kolom komentar!
__ADS_1