Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Hanya Aku By...


__ADS_3

"Eh, gila banget tau si Shirleen, baru juga cere, eh udah bunting aja, itu dia pasti selingkuh dari kamu" ucap Riska saat adiknya baru saja tiba di ruang rawat ibunya.


Athar diam saja, ia memilih tidak menanggapi, ia juga belum yakin mantan istrinya itu berselingkuh, mengingat betapa Shirleen sangat mencintainya waktu itu.


"Wah bener-bener nih, udah pembawa sial, berani-beraninya dia selingkuh dari kamu, untung aja kamu uda cerai, tapi sayangnya sekarang istri kamu malah sakit-sakitan kayak gini gak beruntung banget sih hidup kamu" Riska menatap adik bungsunya itu sambil tersenyum miring, benar-benar hidup yang paling menyedihkan.


Merasa tidak ada tanggapan dari si adik, Riska kesal sendiri, ingin sekali rasanya ia mengoceh meratapi nasib Athar yang kurang beruntung, tidak sia-sia kan selama ini ia memendam iri pada kehidupan adik bungsunya ini, toh hidupnya sekarang jauh lebih ringan dibandingkan Athar yang mempunyai hutang milyaran dan istri sakit-sakitan. Sebuah sunggingan senyum menghiasi bibinya.


Namun sayangnya Athar tetap saja diam sembari memperhatikan ibunya, seolah tidak terhina.


"Aku yakin, anak manja itu gak bakalan bisa bertahan hidup, makannya mungkin aja kan dia menjalang sama si preman tadi sampe bunting, mantan istri kamu itu sudah hilang akal kali ya, lepasin kamu eh dapetnya lebih parah"


Ucapan Riska sukses membuat Athar mengepalkan tangannya, entah kenapa ia selalu tidak terima jika ada yang berkata jelek tentang Shirleen. Mungkin ia sudah sadar betapa berharganya berlian yang ia buang.


"Diam kau" lantang Athar, menatap Riska tajam, mengisyaratkan betapa tidak sukanya.


"Hei, adik bungsu, kau sudah gila ya, berani sekali kau membentakku" Riska menampar pipi Athar keras, untuk menyadarkan apa yang baru saja Athar lakukan.


Berbicara dengan nada yang keras, bahkan sampai berteriak, sungguh itu bukan sifat sang adik saat berbicara dengannya.


Ada secuil ketakutan yang melanda hatinya didalam sana, ia menyadari bicaranya sudah keterlaluan, namun sayang sekali tujuannya memang ingin Athar merasa terhina, dan nampaknya ia berhasil.


"Shirleen lebih baik darimu, dia tidak pernah berselingkuh, anak itu anakku" ucap Athar dengan tegas.


Riska menutup mulutnya yang menganga, apa lagi ini batinnya.

__ADS_1


"Tidak, tidak, kau pasti sudah gila karena wanita itu, itu anak preman tadi, seorang laki-laki yang mememaninya tadi, heh dasar tidak waras" pekik Riska, ia lebih tak terima kalau Shirleen harus mengandung keponakannya lagi, cukuplah Misca jangan nambah lagi.


Athar mundur menjauhi Riska, kini ia terduduk di sofa rumah sakit, itu pasti tunangan Shirleen waktu itu pikirnya.


Tunangan Shirleen yang sialnya pasti sudah ngaku-ngaku sebagai ayah dari janin yang dikandung Shirleen.


Arggghhh sial ini semua karena Riana, coba saja sejak dari waktu pertama kali ia mengetahui Shirleen hamil, ia membicarakan semuanya baik-baik, mungkin Shirleen akan mengakui bayi dikandungannya adalah anaknya. Tapi Riana malah menyiramkan bensin di hatinya yang sedang panas saat itu.


Dan pria itu, malah kelihatan senang sekali mengakuinya.


Ah, sial...


Jason menambah kecepatan mobilnya, rasanya bagai terbakar mengingat Shirleen masih peduli dengan keluarga di masa lalu, ia tidak terima, apa lagi memikirkan betapa busuknya keluarga Athar itu.


Mobil mewah itu melaju kencang,, menyalip sana sini, membuat wanita yang berada dikursi penumpang mengiba memohon berhenti sambil menoleh pada anak gadisnya yang sedang tertidur di kursi belakang.


"By hentikan, kau sudah gila, aku belum mau mati"


Namun seolah tuli, Jason tidak mengindahkan rintihan permohonan dari kekasihnya, ia tidak suka Shirleen mempedulikan orang lain selain dirinya, hanya dirinya.


Ia ingin segera sampai di apartemen, menuntaskan segala yang membuatnya menahan diri.


"By, aku mohon, maafkan aku By, kau menyakitiku" Shirleen berteriak sekuatnya, air mata yang sudah menganak sungai dari tadi akhirnya rembes juga, Shirleen benar-benar menangis ketakutan menghadapi kelakuan Jason.


Seketika mobil Jason berhenti, sudahlah ia lupa kekasihnya pasti sangatlah ketakutan, seringnya menyiksa manusia membuat ia mengabaikan atas pengecualian yang satu ini.

__ADS_1


Biasanya ia tidak segan-segan untuk melakukan hal gila pada semua yang menentangnya, tidak, tolong percaya tidak sedikitpun ia bermaksud untuk menyakiti wanitanya ini.


Oh ****, apa yang gue lakuin, gue nyakitin dia.


Tubuh Shirleen masih gemetar hebat, ia tidak pernah berada diposisi ini. Ia mengelus perut buncitnya, alhamdulillah selamat... hanya itu lah yang mampu ia katakan pun berkata dalam hati saja, bibirnya terasa kelu, ia benar-benar dalam keterkejutan luar biasa saat ini.


Jason tidak berani menatap wajah kekasihnya itu, dalam dunia mafia ia tidak diajarkan untuk berbelas kasih, namun tidak seharusnya ia membawa sifat itu kedalam masalah hatinya. Benar, itu adalah salah satu kelemahannya, ia begitu sulit mengendalikan diri.


Jason menghela nafasnya kasar, ia yang baru pertama kali merasakan cinta ini bukankah begitu bodoh rasanya.


Tadinya ia hendak menghindari kemarahan ini, ia tidak tahan melihat godaan iman dihadapannya yang akan membuatnya sesat, sesegera mungkin ingin membawa Shirleen pulang, dengan hati yang masih terbakar ia dengan cepat melajukan mobilnya.


Namun yang terjadi malah menakuti kekasihnya,apa lagi ini, segala yang ia lakukan begitu ceroboh.


Merengkuh Shirlen dalam pelukannya, mengecup berkali kali puncak kepala wanita itu, setitik air mata lolos disudutnya, ia menyesal.


"Hanya aku By... Jangan lagi perdulikan siapapun !"


Bersambung...


Ayo, tidak henti-hentinya Author halu ini minta dukungan pada kalian semua, untuk like, koment, kasih hadiah dan vote seikhlasnya.


dukungan yang readers berikan akan sangat membantu karya receh author ini untuk naik kepermukaan.


Happy reading !!!

__ADS_1


__ADS_2