
"By..."
Shirleen mengerjapkan matanya, lagi dan lagi Jason menghentikan aksinya saat Shirleen sudah terbuai. Nampaknya Shirleen belum sepenuhnya sadar dari dunia khilafnya.
Setelah melewati uji nyali yang bisa menyesatkan mereka tadi, dua anak manusia yang menyatu dengan perbedaan tingkahnya itu memilih meninggalkan cafe untuk melanjutkan acara kencan mereka. Kegiatan tadi sungguh tidak baik untuk mereka yang belum berlebel halal.
Jason masih saja menetralkan jantungnya karena tindakannya tadi yang hampir saja melahap Shirleen. Sedangkan Shilrleen, Ia begitu malu bisa-bisanya ia yang sudah lebih dewasa hampir saja melakukan hal tidak senonoh, bahkan parahnya ia malah terbuai semacam anak abege baru kenal pacaran saja rasanya. Yang blingsatan cuma karena di *****-*****.
Beruntung, Jason segera menghentikan aksinya, tempat dan suasana yang mendukung tadi bisa saja menjadi saksi bisu syuting iklan salah satu minyak telon terlaris di negeri ini, heh buat anak kok coba-coba.
Mereka kini menuju Mall XXX untuk menonton film, seperti anak muda yang sedang pacaran pada umumnya, Jason ingin juga merasakan bagaimana asyiknya berkencan, Shirleen menurut saja walau kencan ini sangat tidak cocok lagi untuknya, tak apalah demi pujaan hatinya.
Jason memesan tiket dan cemilan untuk mereka berdua, Shirleen dengan setia menunggui kekasihnya itu.
Mereka duduk dibarisan paling akhir, Shirleen begitu heran saat semakin banyaknya pengunjung yang datang namun tidak ada yang duduk sebarisan dengannya, kenapa dibarisannya hanya dihuni oleh ia dan Jason saja. Ia menoleh kearah kekasihnya, namun Jason tidak menghiraukan tatapan penuh tanda tanyanya itu.
Film bergenre romantis itu pun dimulai, Shirleen nampak fokus menikmati, sudah lama sekali ia tidak menonton film, mungkin terakhir kalinya saat beberapa hari selesai wisuda kuliahnya, ia dan Weni sempat menghabiskan waktu bersama.
Kesibukannya menjadi istri Athar dan tak lama menjadi seorang ibu membuatnya lupa akan butuhnya waktu bersenang-senang menikmati akhir pekan, saat Misca berumur dua tahun, Athar justru terlalu sibuk hingga kadang tidak sempat untuk sekedar mengajaknya liburan. Namun walau begitu dulu ia bahagia, asalkan keluarga kecilnya itu baik-baik saja, ia ikhlas menjadi wanita rumahan. Hingga pada akhirnya justru Athar yang menghianati setiap pengorbanannya.
Tangan dan mulut Shirleen tidak berhenti bekerja, nampaknya kolaborasi film romantis dan popcorn ditangannya begitu bekerja dengan baik, sangat pas sekali menemani Shirleen yang tak berhenti mengunyah.
Tangannya tidak sengaja memetik sebuah lipatan kertas yang hadir diantara tumpukan popcorn miliknya, ia membaca kertas berwarna merah hati yang dilipat berbentuk love tersebut.
Bersiaplah aku akan merayumu.
Shirleen tertawa kecil, apa ini dari kekasihnya...
Dilihatnya wajah Jason yang tampak biasa saja, ia seolah tidak terganggu dengan tatapan Shirleen, Jason masih tetap fokus dengan filmnya.
Melihat kesan yang diberikan Jason, Shirleen dengan kecewa kemudian melanjutkan menonton film sambil terus memakan popcornnya.
Kau marah ?
__ADS_1
Satu lagi lipatan kertas ia temukan di rombongan popcornnya.
Ia kembali menoleh ke arah Jason, Jason masih bersikap biasa saja seolah bukan ia pelakunya.
Shirleen menghembuskan nafasnya kasar, sebenarnya kekasihnya ini ingin merayu atau membuatnya kesal.
Ia kembali melanjutkan filmnya.
Doain aku yaaa.
Satu lipatan kertas lagi.
Shirleen melakukan hal yang sama, namun lagi-lagi Jason tidak bereaksi. Jujur ia mulai geram.
Aku cuma mau bilang.
Shirleen nampaknya mulai penasaran, ia lalu mengacak popcornnya untuk mencari lipatan-lipatan kertas lainnya.
Kamu cantik, tapi...
Sayangnya masih milik orang tuamu...
Shirleen menemukan lipatan kertas lagi, ia lalu terus mencari potongan kata-kata yang terselip di rombongan popcornnya.
Bilang ke orang tuamu...
Shirleen menghela nafasnya kasar.
Untuk mendapatkan anaknya ini, mereka ingin mahar seperti apa ?
Shirleen tersenyum kecil, ia lalu mencari lagi mengacak isi popcornya, apa masih ada yang bisa ia temukan. Dan benar saja beberapa lipatan kertas kembali ia jumpai.
Aku juga mau bilang
__ADS_1
Kamu pasti tidak akan percaya
Apa yang aku tulis ini sebentar lagi akan jadi kenyataan.
ini adalah dua dari kertas terakhir, dan sebelum kamu membuka yang terakhir coba lihatlah kearahku...
Shirleen lalu mengambil lipatan kertas terakhir, sebelum membukanya ia menurut untuk melihat kearah kekasihnya.
Cup.
Satu kecupan mendarat di bibir Shirleen, Jason bahkan kini sudah menahan tengkuknya, ******* lembut bibir Shirleen yang akhir-akhir ini telah menjadi candunya.
Ia mencumbu mesra wanitanya, bagai abege mesum yang mencari kesempatan di remangnya penerangan bioskop. Biarkanlah ia hanya tau ini romantis, ia bahkan sengaja memesan semua deretan kursi yang sejajar dengannya agar kencannya tidak terganggu.
Biarkanlah ia menikmati setiap moment kegilaan masa kencannya.
Mata Shirleen membulat sempurna mendapat serangan tiba-tiba dari Jason, jantungnya kembali berdetak tak karuan, sadar ia memang sudah jatuh cinta dengan lelaki dihadapannya ini.
Lama keduanya berciuman, menikmati suasana yang katanya romantis itu.
Shirleen membuka lipatan kertas terakhir yang kini ia genggam, matanya membulat, sebuah lengkungan senyum menghiasi bibirnya, kini pipinya sudah memerah seiring dengan apa yang dibacanya, Jason sungguh penuh kejutan.
Aku merasakan bibirmu ini begitu manis, aku sudah menciummu !
Bersambung...
*
*
*
Like, koment, dan vote yaaa
__ADS_1
Happy reading*** !!!