Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Enak nggak, enak nggak, enak lah masa nggak !


__ADS_3

Sudah hampir satu jam menunggu tibalah nomor antriannya di panggil juga, Weni memasuki ruang praktik itu, ia akan berkonsultasi tentang masalah Shirleen.


"Selamat siang, ada yang bisa dibantu ?" ucap dokter paruh baya berambut panjang tersebut ramah menyambutnya.


"Siang Dok"


"Yaaa, apa yang bisa saya bantu ?"


"Begini Dok, saya ingin melakukan rekontruksi hymen , kira-kira apa saja prosedurnya yaaa ?" tanya Weni dengan hati-hati.


"Kenapa ? Operasi perbaikan selaput dara sebenarnya tidak bisa sembarangan dilakukan, kami harus mengetahui dahulu alasan mengapa anda berniat melakukannya ?" jelas dokter tersebut.


"Sebenarnya yang ingin melakukan itu bukan saya Dok, tapi teman saya, dia baru saja menikah dan ingin membahagiakan pasangannya karena status sebelumnya janda dok"


"Membahagiakan pasangan, maaf dik kalau hanya dengan alasan seperti itu kami belum tentu bisa melakukannya" tolak halus dokter yang masih terlihat cantik meski usianya sudah menua itu.


"Begini Dok, teman saya itu baru saja melahirkan dan sekarang masih dalam keadaan nifas, dia baru menikah sekitar seminggu yang lalu, suaminya kebetulan masih bujang jadi dia berinisiatif untuk memberi kesan pertama saat mereka yaahh Bu dokter tau lah" Weni menjelaskan santai saja, menurutnya apa salahnya Shirleen ingin memberi kesan baik sebagai pengalaman yang tak terlupakan bagi Jason, jika ia diposisi Shirleen ia juga pasti akan melakukan hal serupa.


"Ya baiklah, kalau benar begitu alasannya, tapi perlu diketahui sebelumnya ini hanya rekontruksi Hymen atau merajut kembali selaput dara yang sobek, hanya memperbaiki jadi tidak akan sama seperti baru, ya mungkin bisa mendekati lah"


"Aahh iya Dok saya mengerti, tapi kira-kira prosesnya berapa lama yah Dok ?"


"Untuk proses hanya sebentar, sekitar satu jam atau lebih sedikit lah, tapi proses pemulihannya yang lumayan lama"


"Berapa lama Dok ?"

__ADS_1


"Setidaknya dua sampai tiga bulan pasca operasi dilakukan, dan selama itu juga pasien dilarang melakukan olahraga dan beraktivitas berat, termasuk melakukan hubungan intim"


"Dua sampai tiga bulan Dok" Weni melongo, jika Shirleen memutuskan untuk melakukan operasi ini, berarti suaminya harus lebih lama lagi berpuasa.


"Apa harus selama itu ?" lanjutnya lagi.


"Ya memang sudah begitu prosedurnya, itupun pasien harus melalui serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu, baru bisa diputuskan bisa atau tidaknya melakukan operasi"


"Pemeriksaan seperti apa misalnya Dok ? Maaf saya banyak tanya soalnya nanti saya juga harus menjelaskan detilnya pada teman saya"


"Yah serangkaian pemeriksaan, dari mulai **** ***** hingga sampai ke dinding rahim semuanya diperiksa untuk mengetahui seberapa parah tingkat kerusakan selaput daranya, harus dilakukan pemeriksaan urine juga untuk mengetahui apa adanya penyakit tertentu atau tidak, setelah semuanya selesai baru bisa diputuskan boleh tidaknya melakukan tindak operasi"


Weni mengangguk paham, kini tugasnya setelah dari sini ia harus menjelaskan semuanya yang didengarnya ini pada Shirleen, apakah sahabatnya itu masih ingin atau tidak memperbaiki area intimnya dengan cara seperti ini, karena mengingat tiga bulan bukanlah waktu yang singkat.


"Baiklah Dok, terimakasih penjelasannya sangat membantu sekali, kalau begitu saya permisi, selamat siang" ucapnya kemudian menyalami dokter wanita itu lalu berlalu pergi.


Sementara disekolah, Afik Angga dan Jason nampak heran karena tiba-tiba Yudha membolos, itu adalah sejarah sepanjang hampir enam tahun mereka bersama.


"Eh si Yudha kemana sih, ada bilang nggak sama lo bolosnya mau ngapain ?" tanya Afik pada Angga yang memang sekelas dengan Yudha.


"Nggak tau gue, tadi ditelpon nyokapnya sih terakhir"


"Son, gimana rasanya buka puasa, seger nggak ?" tanya Afik lagi, menggoda Jason adalah keahliannya beberapa hari belakangan ini semenjak mengetahui kabar sohibnya itu menikah.


"Hemmm"

__ADS_1


"Gak bakalan dijawab, dokumen negara sangat rahasia" sambung Angga.


"Lagu lo rahasiaan, berbagi napa, hal bahagia itu harus dibagi Son"


Jason mendelik menatap tajam Afik, memangnya kisah apa yang harus ia bagikan, menjelaskan tentang malam pertama yang gagal karena sarangnya masih banjir. Bisa-bisa ia jadi bahan lawakan para sohib kurang akhlaknya ini.


"Gue nggak nyangka tau, lo sekalinya pacaran langsung merit aja, padahal tampang lo ini punya potensi untuk jadi playboy tau nggak, tapi lo malah jadi cowok baik-baik"


"Son, punya istri enak nggak sih ?" mulut cabe Afik memang nampaknya tidak bisa direm, ia memang sangat penasaran, pun dengan Angga tapi ia masih bisa menahan gejolak keingintahuannya , ia masih sabar menunggu sampai Jason sendiri yang mau berbagi ilmu.


"Heehh" Jason menghela nafasnya pelan, punya temen kok gini amat, mau tau aja urusan rumah tangga orang.


"Ya enak nggak enak, semua itu tergantung gimana kita nyikapinnya Man, kalo bagi lo istri itu beban ya nggak bakalan enak, tapi sebaliknya kalo menurut lo punya istri itu suatu kebahagiaan, yah dijamin enak" jawab Jason, kurang bijak apa coba ia menjelaskannya.


"Wuiihh babang keren parah, udah dewasa ajah nih anak Mama Mila, enak nggak enak nggak, enak lah masa nggak" ucap Angga sambil dengan menirukan sound tiktok yang sedang viral, cuma liriknya ia ganti sendiri.


Jason tersenyum songong, sahabatnya itu belum tau aja apa yang telah terjadi padanya.


Enak apanya, enak arus sungai masih deres-deresnya.


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...

__ADS_1


Happy reading !!!


Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!


__ADS_2