Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Selamat Jalan Riana...


__ADS_3

Riana masih ditangani petugas kesehatan, kondisinya melemah, ia masih tidak sadarkan diri.


Athar hanya melihatnya sekilas, ia seolah tidak perduli dengan wanita yang masih berstatus istrinya itu.


beberapa menit kemudian.


Ia sedang mengurus administrasi saat seorang perawat memanggilnya.


"Pak Athar ?"


"Ya, saya !"


"Maaf, semoga anda bisa tabah menjalaninya, Nona Riana sudah tiada" ucap perawat tersebut.


Deegg, jantung Athar sedikit terguncang, rasa tidak nyaman menjalar diseluruh tubuhnya, benarkah ? Benarkah Riana sudah tiada ?.


Ia mengangguk, lalu berjalan menuju ruang rawat istrinya, ada sedikit perasaan bersalah, hanya sedikit mungkin persenannya lebih banyak berlega hati, lega Riana sudah tidak menanggung sakit lagi.


Entah kenapa, ia tidak bisa bersedih saat mendengar kepergian Riana untuk selamanya, ia hanya merasa terenyuh begitu singkat rasanya kebahagiaan mereka. Mungkin karena rumah tangganya yang banyak dihabiskan untuk merawat sakitnya Riana, sehingga rasa cinta yang sempat tumbuh itu perlahan mati karena tidak disirami, apa lagi mengingat semua yang terjadi antaranya dan Riana merupakan sebab Ibunya, sejak itu ia menjadi semakin sulit menerima Riana. Setelahnya yang tertinggal hanyalah rasa peduli sesama manusia.

__ADS_1


Finalnya, bunuh diri menjadi satu-satunya penyebab kematian Riana, tidak ada praduga yang kuat tentang pembunuhan atau hal lainnya.


Ia mengambil jenazah Riana untuk dibawa kerumahnya yang sekaligus akan menjadi rumah duka.


Ia mengabari keempat kakaknya untuk diminta mempersiapkan segalanya dirumah.


Riska yang menerima kabar meninggalnya Riana merasa tidak puas hati, sampai hari ini ia belum bisa memaki dan mencakar habis muka Riana karena terikat janji dengan Jason, ia begitu dendam, baginya Riana harus menderita lebih parah lagi, dan Riana harus menerima caci maki darinya. Kenapa harus meninggalkan dunia dengan semudah itu, ia menggerutu mengumpati Riana yang saat ini sudah tiada, sayang sekali alih-alih doa yang didapatkan namun malah hinaan dan cacian harus mengiringi kepergiannya. Riana yang malang.


Lain pula halnya dengan Rendi, mendengar berita kematian Riana, membuat ia berpikir kalau ia mendapatkan jalan kesempatan untuk bertemu istrinya itu, yah ia berpikir Riska pasti akan hadir dirumah duka.


Namun dugaannya salah, ia sudah mencari dan mengawasi tamu yang berdatangan, Riska sama sekali tak terlihat, ia ingin bertanya tapi masih ragu, sudah taukah keluarga istrinya bahwa ia dan istrinya sedang dilanda ujian rumah tangga yang sedikit lagi berujung perpisahan.


"Eehh ini aku lagi cari mereka, soalnya tadi kami janjian disini kebetulan saat ditelpon aku masih dikantor, tapi dianya malah belum juga datang" ucap Rendi, semenjak konflik rumah tangganya ia menjadi semakin lancar berbohong.


"Oohh, yasudah Mas, aku mau kesana dulu mau ngurusin tamu yang makin banyak berdatangan" ucap Citra.


"Ya silahkan Cit"


Rendi nampak kecewa, lama ia berada disini, namun Riska sepertinya tidak akan datang.

__ADS_1


Ia kemudian pulang dengan raut wajah yang sulit diartikan, kemana lagi ia harus mencari istrinya itu.


Shakira yang mendengar kematian Riana pun tersenyum smirk, ternyata efek dari obat yang diberikannya waktu itu masih ampuh juga walau sudah sekitar dua minggu berlalu.


Riana memanglah mati bunuh diri, namun penyebabnya bunuh dirinyalah yang patut dipertanyakan.


Bagaimana tidak, setelah Riana yang hampir mencekiknya karena halusinasi berat, Riana akan terus berhalusinasi berbagai konflik dalam batinnya.


Selama dua minggu ini, sebenarnya Riana hampir tiap hari berhalusinasi, ada yang menyesal, ada yang begitu rapuh, ada yang begitu dendam seperti waktu ia mencekik Shakira yang dikiranya Shirleen, ada juga yang membuatnya merasa sendiri, obat dengan khasiat nano-nano yang bisa mengobrak-abrik jiwanya itu membuat ia lebih dekat menuju kematian.


Dengan bekal racun serangga yang ia temukan ditoilet khusus pekerja rumah sakit jiwa, ia memulai debut bunuh dirinya.


Dan berakhirlah kisah Riana, singkat saja cita-citanya yang ingin hidup mewah bergelimang harta nyatanya harus terkubur bersama tubuhnya yang pelan-pelan tertimbun tanah.


Selamat Jalan Riana...


Bersambung...


Like, koment, gift, dan vote.

__ADS_1


__ADS_2