Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Jelaskan


__ADS_3

Jason masih dikelas saat ini, menjelma sebagai murid teladan, ia begitu konsentrasi menyimak apa yang diterangkan guru fisikanya.


Ia merasakan dilacinya bergetar, ternyata Shirleen menelponnya, ia pun segera permisi ke toilet untuk mengangkat telpon.


"Hallo, ada apa By ?"


^^^"Jason, aku boleh minta tolong nggak ?"^^^


"Kenapa sayang ?"


^^^"Aku pengen makan kepiting isi, didekat sini aku udah cari tapi nggak ada yang jual"^^^


"Kepiting isi yaaa, kalau buat aja boleh ?"


^^^"Iya boleh, tapi yang harus ada cangkangnya itu lho, gak tau aku pengen banget rasanya udah diujung lidah"^^^


"Ya udah nanti aku suruh orang rumah aku buatin, kamu udah makan ?"


^^^"Udah, tapi cuma dikit dikit gak ada selera banget, rasanya cuma mau lauk kepiting isi"^^^


"Ya udah, aku tutup dulu yaaa, jaga kesehatan jangan capek, jagain anak kita"


^^^"Iya iyaaa..."^^^


Jason menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya, ini adalah pertama kalinya Shirleen menelponnya, ia begitu antusias, namun sekalinya menelpon langsung perintah.


Dan ini juga pertama kalinya ia akan melakukan peran sebagai seorang ayah, apakah Shirleen sedang mengidam, ia akan menuruti apapun perintah ibu dari anak yang sudah diklaimnya itu.

__ADS_1


Tanpa ia sadari, seseorang keluar dari kamar mandinya, menatapnya tajam seolah-olah berkata ada yang harus ia jelaskan.


Jason begitu ceroboh saking senangnya mendapat telpon pertama Shirleen yang ternyata berisi misi menjadi ayah siaga, ia lupa kalau ia masih berada dilingkungan sekolah.


Beruntung di toilet itu hanya ada Yudha sahabatnya, bagaimana kalau ada anak lain orang lain pasti akan memvonis ia sebagai bajingan, yah pelajar yang sudah menghamili anak orang.


Yudha yang saat itu ditoilet, terkejut mendengar sebuah pengakuan dari suara yang sangat dikenalnya. walau Jason irit bicara namun karena persahabatan yang cukup lama ia bisa mengenali suara Jason.


"Jelasin" Yudha masih menatap tajam Jason.


Jason menghela napasnya, satu sahabatnya sudah hampir tau rahasianya.


"Apa lo bisa dipercaya ?" Jawaban Jason sungguh diluar dugaan, apa Jason sedang meragukan Yudha.


"Berapa lama kita kenal ?" Yudha malah bertanya balik.


"Heh" Jason menyunggingkan senyumnya


Jason lalu meninggalkan Yudha dengan segudang pertanyaan, hidup Jason memang tertutup, apa ia menyimpan rahasia besar pikirnya.


Jason akan menjelaskan sebuah rahasianya pada ketiga temannya, ia tidak mau ada lagi yang ingin ditutupi, dulu saat ia belum dikenalkan papanya sebagai pewaris keluarga Adrian, ketiga temannya itu masih bisa jaga mulut sampai ia berusia tujuh belas tahun dan publik mulai mengenalnya.


Selama ini Jason tidak pernah merahasiakan apapun pada sahabatnya, walau ia jarang bercerita tentang hidupnya, namun saat kapanpun ada masalah ketiga sahabatnya itu akan siap mendengarkan.


Termasuk ketika ia harus dipaksa dewasa sebelum umurnya, ia yang begitu diforsir untuk belajar bisnis oleh papanya saat itu, hanya bisa berbagi keluh kesahnya dengan ketiga sahabatnya itu.


Kini ia akan menceritakan segalanya pada ketiga temannya.

__ADS_1


"Masuk" Ucap Jason pada kedua sahabatnya, karena Afik sudah berada didalam mobilnya.


Lalu Yudha dan Angga pun masuk ke mobil Jason dan duduk dikursi belakang.


Mereka berempat sudah pulang sekolah, seperti janji Jason saat ditoilet bersama Yudha, ia akan menjelaskan semuanya.


"Gue bawa motor ege" Protes Angga saat Jason akan menjalankan mobilnya.


"Heemmm" Jason tidak perduli.


Ia terus melajukan mobilnya menjauh dari sekolah, ia akan ke pasar tradisional untuk membeli kepiting, semoga saja ada yang jual.


"Lo hutang penjelasan ya sama kita, jangan diem diem bae lo" sicerewet Afik mulai beraksi.


"Heemm" Jason memejamkan matanya sebentar "Gue dalam beberapa bulan kedepan akan punya anak dari pacar gue"


Ucapan Jason sukses membuat ketiga temannya melotot, tersedak bahkan terjugkal, Angga ngeri kali mengingat sikap Jason yang biasanya tak tersentuh oleh wanita malah akan menjadi seorang bapak distatusnya yang masih pelajar, Angga bahkan ragu Jason tau cara melakukannya, sungguh don't judge a book by its cover.


"Anjim lo, ngeprank kira-kira dong, keselek kan gue aah" Afik masih tidak percaya.


"Gue serius" Jason masih menatap lurus kedepan sambil mengemudi.


"Ah gak lucu tau ege, buntingin anak orang lo waras ?" Angga juga masih tidak percaya. "Kita masih tujuh belas tahun man"


Jangan diherankan, walaupun mereka bebas, Jason dan ketiga sahabatnya masih tau batas pergaulan mereka.


Yuda yang tadi sempat mendengar percakapan rahasia Jason pun masih menyimak menunggu penjelasan Jason. Sejujurnya ia tidak ingin percaya, namun yang ia dengar tadi sungguh menggetarkan imajinasinya.

__ADS_1


Kini mereka bertiga hanya menunggu Jason untuk menceritakan detil sejujur-jujurnya. Dan berharap semuanya hanya prank belaka.


Bersambung...


__ADS_2