
"Terimakasih Tuan Muda, terimakasih atas hadiahnya, semoga Tuan Muda selalu bahagia" ucap Roy, saat ini mereka sedang berada di Bandara, untuk menuju Thailand tempat pertama yang akan mereka kunjungi di honeymoon lima negara, sebuah hadiah dari Jason yang sungguh sangat berkesan baginya dan Shakira.
"Cih, pergi sana" decih Jason, ia masih enggan mendengar ucapan terima kasih dari Roy, bagaimana pun ia merasa sudah di dahului untuknya yang sudah duluan menikah ini.
Dasar tukang iri.
Shakira tidak bisa menahan kegeliannya,sehingga sebuah senyum yang sangat samar tidak bisa lagi ia tahan, dan sayangnya Jason melihat itu.
"Aku tau semua tentangmu" ucap Jason, matanya menatap tajam ke arah Shakira, membuat yang di tatap serasa mau menghilangkan diri saat itu juga, Shakira tidak kuat.
"Ingat selalu cek pekerjaanmu jika sempat, paling tidak satu kali sehari" ucap Jason pada Roy.
"Baik Tuan Muda"
Jason berlalu meninggalkan keduanya, ia akan kembali ke kantor, mungkin saja ia akan lembur malam ini.
Dua hari lagi kelulusan, Yudha akan pergi ke Jerman meninggalkannya, Angga, dan Afik, waktu rasanya cepat sekali berlalu, di hari kelulusannya nanti rencananya ia akan sedikit berlama-lama dengan ketiga sahabatnya, pikirnya harus menyelesaikan pekerjaannya mulai dari hari ini, supaya lusa, ia bisa sedikit bersantai.
"Ke Ruanganku sekarang ?" ucapnya pada sekretaris.
Mery yang sudah diperingatkan oleh Roy sebelumnya pun mempersiapkan diri, benar apa yang dikatakan Roy, mungkin beberapa hari saat kepergiannya dirinya akan lumayan sibuk.
"Baik Tuan Muda"
Mery pun mengikuti langkah Tuan Mudanya memasuki ruangan, yang jarang sekali ia kunjungi, inilah ia baru merasa benar-benar bekerja di selama tiga tahun, waktu yang tidak singkat namun itulah kenyataannya, Roy lebih dibutuhkan dari pada dirinya.
"Kau tau apa yang harus kau lakukan ?" tanya Jason, ia tidak suka menjelaskan.
"Iya Tuan Muda"
Hening, tidak ada lagi percakapan antara keduanya, Mery sebenarnya sudah diberi tahu oleh Roy tentang tugas dan fungsinya selama Roy tidak masuk, namun ternyata dihadapkan dengan keyataan seperti ini, sungguh membuatnya tidak tau harus berbuat apa.
Sementara Jason, inilah yang tidak ia sukai, ia menghela nafasnya berat sembari membolak-balikan dokumen yang kemarin masih sempat Roy kerjakan.
Jika dengan Roy, Roy sudah mengoceh apa saja tentang jadwalnya hari ini, pertemuan, kerja sama, tanda tangan berkas, kegiatan yang kecil dan mendetil pun Roy mengetahui dan dengan lancar mengatakan semuanya, Roy tentu saja akan membeberkan dengan berurutan, atau menyebutkan mana yang terpenting, jika masih bisa diwakili Roy akan memberikan pilihan padanya, jika ia mau datang atau tidak, Roy bahkan sudah mengetahui hanya dari tatapan atau caranya menanggapi.
"Tak" sebuah pulpen mendarat mulus di kening Mery, Mery yang baru pertama kalinya menghadapi arogannya sang Bos pun seketika matanya memanas, apa yang ia lakukan, rasanya ia sungguh tidak melakukan kesalahan apapun.
Namun karena rasa hormatnya, dan dari awal ia mulai bekerja di ARAD Group sebelumnya ia sudah mengetahui bahwa Bosnya itu orang yang menyukai kesempurnaan, untuk itulah saat ini bahkan ia tidak sanggup menanyakan apa kesalahannya.
__ADS_1
"Astagah, aku tidak suka menjelaskan ini, apa Roy gila itu tidak memberi tahu dia apapun" ujar Jason, ia tidak bisa menerima ini, hatinya tetap berpihak pada Roy.
"Kembali keruanganmu, lalu pikirkan apa kesalahanmu, jika sudah kau boleh kembali kesini" ucap Jason.
Mery mengangguk, "Baik Tuan Muda"
Dengan langkah pasti dan hati yang masih saja dilanda kebingungan, Mery terlihat meninggalkan ruangan.
Jason mengecek gadgetnya, membuka email yang masuk satu persatu, sebuah email dari Roy terlihat jelas berbaris berkawankan dengan beberapa emali lain yang masuk, terang saja ia langsung membukanya.
Tenyata isinya adalah jadwalnya hari ini, tanpa sadar Jason tersenyum dan memuji tindakan Roy di dalam hatinya.
Inilah yang ia suka dari Roy, selalu tau apa yang ia butuhkan, selalu bisa diandalkan.
Sementara Roy yang saat ini berada di ruang tunggu Bandara bersama istrinya tersenyum manis mengingat tingkah Tuan Mudanya, Bos yang sudah ia anggap bagaikan adik sendiri itu pasti sedang iri melihatnya dan Shakira yang bisa bepergian.
Roy tidak perlu khawatir akan tugasnya, ia sudah menyampaikans ecara detil pada Mery beberapa hari sebelum keberangkatannya, ia hanya berharap Mery bisa mengerti dan lalu memperlajarinya tanpa kesalahan.
Mengingat kesalahan, Roy juga sudah mempersiapkan semuanya, ia tau Tuan Mudanya itu tidak akan mengampuni kesalahan sedikitpun, terlebih hanya terhadap Mery, maka dari itu ia sudah menyiapkan jadwal tuan mudanya di beberapa hari ini, ia juga sudah mengirim pesan pada Mery, jika ada jadwal yang baru tolong di perhatikan supaya tidak bentrok dengan jadwal lama yang telah ditetapkan.
Roy bahkan lembur selama tiga hari untuk mengajari Mery pembekalan itu.
Haruskah ia memelpon Roy dan mengatakan apa yang telah terjadi padanya, ia melihat jam dinding di ruangannya, apa Roy sudah berangkat atau belum pikirnya.
Ia memutuskan untuk mencobanya, kalau tidak dengan Roy ia harus meminta tolong pada siapa, siapa yang lebih mengerti akan Tuan Mudanya dari pada Roy.
^^^"Ya"^^^
"Roy, aku harus apa, hari ini bahkan pulpen itu sudah mendarat di keningku."
^^^"Hahaha, kau harus sabar, sudah ku bilang Tuan Muda tidak menyukai kesalahan sedikitpun."^^^
"Tapi aku merasa tidak melakukan kesalahan apapun."
^^^"Kau yakin ?"^^^
"Ya, memangnya aku harus apa, Tuan Muda hanya bilang "Kau tau apa yang harus kau lakukan ?" dan aku jawab iya."
^^^"Lalu ?"^^^
__ADS_1
"Lalu aku diam saja, menunggu apa yang ia perintahkan, bukannya setelah ia bertanya dan aku menjawab, jika Tuan Muda tidak bertanya lagi, berarti aku harus menunggu perintahnya"
^^^"Kau harus tau dimana letak kesalahanmu Mery, aku menjelaskan itu jika kau sudah menjawab semuanya."^^^
"Menjawab semuanya ?"
^^^"Ya, dimulai dari jadwalnya hari ini hingga malam hari, kalau sudah selesai dan ia tidak bilang apapun baru kau harus menunggu apa perintahnya lagi, kalau misalnya Tuan Muda menyuruhmu pergi, barulah kau bisa pergi."^^^
"Kenapa rumit sekali."
^^^"Bukan rumit, hanya kau tidak terbiasa, ingat pesanku Mery, jangan melakukan kesalahan apapun, selama ini kau tidak pernah disusahkan olehnya, tidak apa kan sekali-sekali."^^^
"Aku juga ingin membantu, tapi tatapannya bagai membunuh, aku kan jadi takut."
^^^"Haah, hadapi, sebenarnya jika kau sudah tau apa yang Tuan Muda mau, pelan-pelan kau pasti bisa menetralisir rasa takutmu, atau minimalnya saja"^^^
"Ya baiklah, aku paham intinya aku harus lebih giat berlatih menjadi cenayang handal sepertimu"
^^^"Hahaha, semoga kau suka dengan pekerjaanmu, itukan sebenarnya memang tugasmu, ya tugasmu yang telah dilimpahkan padaku."^^^
"Iya iya, selamat liburan, doakan aku agar tetap hidup saat kau kembali kesini"
^^^"Akan aku pikirkan !"^^^
Mery mematikan panggilannya, wajahnya kembali tertunduk lesu, entah bagaimana nasibnya kali ini.
Bersambung...
Izin promo ya readrers, kali ini Author mau promosikan novel sesama Author yang ceritanya bagus dijamin bikin baper 😊😊
-Past For Future by NoerHBJ
Silahkan mampir, jangan lupa ya tinggalkan like dan komentarnya juga, Terima kasih 😘😘
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!
__ADS_1