
"Selamat Bro, di sosmed udah banyak banget berita tentang lo, gue pikir lo nggak bakalan ngebiarin para pencari berita masuk sampe kesini" ucap Dareen, acaranya sangat ramai, mewah serta meriah, ia tidak menyangka ternyata Jason membiarkan para wartawan dan awak media mengabadikan moment wedding daynya.
"Sebagian aja sih, cuma perwakilan dari stasiun TV doang beberapa, kalo yang lambe-lambean nggak dikasih masuk soalnya itu aja udah penuh keknya" jawab Jason.
"Anak lo nggak dibawa ?" tanya Jason lagi.
"Ada itu sama bokap gue, nanti gantian kan bokap juga mau nyapa lo" jawab Dareen, di sebelahnya Sri tampak malu-malu, ia begitu mengagumi Shirleen yang begitu cantik, ia menebak-nebak apakah ada paras artis serupa Shirleen ini, biasanya kan artis nikahnya suka sama artis pikirnya tentang Jason.
Tapi nihil, ia tidak punya banyak pengetahuan tentang dunia keartisan, main ponsel untuk berselancar di dunia maya saja ia tidak pernah.
"Ini istri gue, Shirleen, nah ini temen aku By yang pernah aku ceritain itu lho Dareen dan itu istrinya" ujar Jason.
"Shirleen" ucap Shirleen memperkenalkan diri.
"Dareen"
"Sri"
Keduanya memperkenalkan diri bersamaan.
"Ayo makan-makan, nikmati acaranya yah" ucap Shirleen.
"Terima kasih Mbak" ucap Sri.
Saat bersalaman tangan Shirleen begitu halus, Sri sungguh malu dengan keadaannya.
"Oke Bro, selamat dipajang, masih lama ini hahaha" ujar Dareen mengejek.
"Sialan lo"
Dareen dan Sri lalu meninggalkan pelaminan, mereka akan segera menikmati jamuannya.
"Dia yang membuatmu jadi ingin dipanggil Mas kan By" ucap Shirleen, matanya berkedip-kedip menggoda Jason.
"Diam, jangan bicara itu lagi" bentak Jason.
"Mas Jason..." panggil Shirleen manja.
"By..."
"Apa Mas Jason"
"Mau aku cium disini kamu" ancam Jason.
__ADS_1
"Dih ngancem"
"Jangan pikir aku nggak berani yaaa"
"Iya deh kang ngancem"
"Ngapain melet-melet gitu, emang minta kayaknya"
"Apaan sih, selalu aja gitu, dikit dikit mesum, dikit dikit ngancem" keluh Shirleen.
"Mukanya yang fresh" ucap Jason, ia melihat Shirleen menekuk lesu wajahnya.
"Seharusnya kamu itu ngehibur aku, biar kita nggak bosan mejeng disini"
"Kamu aja kali yang bosan, aku nggak tuh"
"Iya kamu nggak bosan, karena selama tadi kamu itu iseng mulu"
"Hahaha, ya kali By, kamu aja yang ngerasa..."
"Woy jangan berantem mulu kalian, dasar pengantin basi" teriak Afik tiba-tiba memekakkan telinga para tamu undangan.
Kini semua mata tertuju pada pasangan yang memang tengah meributkan apa saja di pelaminan itu.
"Untuk saudara Jason, kami mengundang anda untuk naik ke pentas, menyanyikan sebuah tembang, waktu dan tempat kami persilahkan" ucap Afik lagi.
"Wah lo parah Ga, kan udah dibilang Junedi itu untuk kita-kita doang, lo kalau sampai nyebar itu nama keramat, siap-siap lo disikat sama Junedi" bisik Afik pada Angga.
"Alamak mati gue"
Dasar sahabat nggak ada akhlak, Jason menggerutu dalam hatinya.
"Aduh Junedi, tersebar deh itu nama asli, hahahaha" ucap Shirleen menggoda Jason.
"Emang minta di beresin itu tiga curut" gerutu Jason.
"Sambel aja By" Shirleen malah memgompori.
Jason pun bangkit dan mulai menuju pentas hiburannya.
Alat bandnya sudah siap, ia memang sudah mengetakan pada ketiga sahabatnya kalau ia ingin menyanyikan sebuah lagu spesial untuk Shirleen.
Pelototan mata Jason saat sudah sampai di pentas berhasil membuat lutut Angga lemas, ia merasa bersalah dan sadar atas tindakannya tadi, tapi mau bagaimana lagi karena mulut lemesnya, nama keramat itu kini sudah tersebar.
__ADS_1
"Ngapain gue, Angga tuh, memangnya gue tadi manggil lo apa, Jason kan" protes Afik saat Jason juga memelototinya.
"Gue diem dari tadi, ini dia nih biang keroknya, jangan bawa-bawa gue" sambung Yudha tak terima saat Jason juga memelototinya.
"Gue keceplosan kali Men, gampang itu suruh Pak Aspri aja nuntasinnya" ucap Angga mencoba santai saja, tapi siapa sangka sebenarnya dalam hatinya saat ini sudah bergemuruh hebat.
"Nuntasin lo" ucap dingin Jason, Angga bergidik ngeri, tidak, sumpah Junedi gue nggak sengaja tadi batin Angga berteriak.
"Ya jangan Jun... aduuhh" ucapan Angga terhenti kala Afik menginjak kakinya.
"Lo mau berakhir hari ini, Junedi lagi serem-seremnya bisa-bisanya lo" bisik Afik lagi.
"Ya gue mau gimana, udah kebiasaan soalnya" jawab Angga.
"Ya udah, bahas nuntasinnya nanti aja, ini ayok katanya mau nyanyi" ucap Yudha menengahi, selalu saja begini ia yang dianggap masih waras mau tak mau harus berada di tim penasehat.
Jason mulai bersiap, ia ingin memberikan moment romantis untuk istrinya, seperti para mempelai pria lainnya ia pun sama ingin dikenang karena moment yang indah-indah.
"Lagu ini kupersembahkan untuk wanita yang aku nikahi empat bulan lalu, Shirleen Damla Julian aku mencintaimu" ucap lantang Jason tanpa mengurangi rasa malu sedikitpun.
Haruskah Shirleen menutup wajahnya, tidak malahan banyak para tamu undangan bertepuk riuh atas tindakan Jason, seolah terhipnotis Shirleen bisa menebak seharusnya para gadis pasti sedang iri padanya saat ini.
"By, kita tau kita yang hidup di dunia ini hanya bisa berencana, selebihnya Tuhanlah yang menentukan, akan dibawa kemana hubungan kita ini, By... selama aku hidup aku hanya ingin bersamamu, berdampingan berdua sampai kita menua nanti, maukah kau juga melakukannya hanya bersamaku ?"
"Tiap hari melihatku, menjadi bergantung padaku, semua tentangku, semacam aku lagi dan lalu aku lagi, semoga kau selalu betah menjalani hari-harimu selanjutnya, aku sangat mencintaimu istriku"
Shirleen tidak bisa lagi membendung air matanya, tidak romantis, tidak juga bisa dikatakan sebuah janji, Jason hanya berucap seperti saat perbincangan mereka sebelum tidur, sangat biasa saja.
Tapi kenapa ucapan yang keluar dari mulut seseorang yang pernah dikatainya bocah ingusan itu selalu saja mengena, bocah tengil itu kini bisa bersikap sangat bijak, bahkan bisa membuatnya terharu.
Ah bagaimana bisa hati ini mudah sekali tersentuh, Jasonku itu sangat manis kan.
Shirleen mengingat lagi pertemuan pertamanya dengan Jason, tidak ada yang menyangka semuanya yang terjadi mengalir begitu saja, Jason yang sangat dihindarinya dulu namun sekarang malah sudah merebut seluruh hatinya.
Pandangan mereka bertemu dari kejauhan, Shirleen menundukkan wajahnya malu, ah jatuh cinta di usia setua ini tidak apa kan.
Begitu banyak yang menyukai bahkan menggilai Jason, namun Jason malah memilihnya dari sekian banyaknya wanita, dia yang penuh akan kekurangan ini rasanya masih saja tidak pantas jika disandingkan dengan Jason yang hampir sempurna, entah ini takdirnya atau bukan namun ia sangat berharap Tuhan tidak memisahkannya lagi dari cintanya.
Tepuk tangan riuh, mengiringi ucapan manis Jason, bersambut dengan suara alat musik yang mulai dimainkan.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!