
"Saya tidak mengerti, tuduhan ini sama sekali tidak benar!" dari tadi Tuan Gilbert terus saja menyangkal, sementara Bayu di sebelahnya, Paman Jason itu tampak terdiam, dirinya tidak menyangka memutuskan melawan Jason adalah hal yang paling salah ternyata.
Bagaimana rencana kita selanjutnya?
Dengar, aku akan mengadakan jamuan makan malam untuk Jason dan istrinya, mungkin kita bisa memanfaatkan situasi.
Yah kau benar, apa rencanamu?
Menurutku, istrinya adalah kelemahan terbesar Jason, jika ingin membuatnya tunduk, maka kita harus membuat istrinya terpuruk, bahkan kalau bisa bunuh janin mereka.
Tidak Tuan, apa itu tidak terlalu kejam?
Kau diam saja, menurut lebih baik, kau di gaji untuk melakukan apa yang aku perintahkan, bukan untuk protes, aku tidak butuh pendapatmu.
Yah kau benar Tuan Gilbert, jika menyangkut istrinya, Jason sangat lemah.
Kau setuju?
Tentu, bunuh janin itu, meskipun dirinya masih bisa melawan nanti, namun sayangnya kondisinya pasti sudah mengenaskan, sudah setengah gila, hahahaha
Jason pasti akan gila jika rencana kita berhasil, istrinya, anaknya, hahahahaha...
Mata Tuan Gilbert dan Bayu Lesmana membulat, kala mendengar rekaman yang diputar, suara mereka saat di club malam bersama Tomy Raditya jelas saja menjadi bukti paling akurat.
Di mana Tomi, saat ini?
Bayu menggeram karena dirinya tidak percaya bahwa anak buah yang awalnya dirinya puji itu hilang begitu saja dan bahkan kabarnya sudah almarhum.
Bayu menganggap Tomi lah yang menyebarkan rekaman itu, mungkin saja dirinya dalam keadaan terdesak dan sekarang malah mencari aman, karena baginya tidak mungkin Gilbert sementara pria tua bangka itu sedang mengalami nasib yang sama dengannya saat ini.
"Sudah jelas?" tanya penyidik pada kedua orang yang bermasalah itu.
"Di mana Tomi?" tanya Bayu tegas, dirinya tidak takut sama sekali, hanya saja dirinya merasa seakan dipermainkan saat ini.
__ADS_1
"Dia, bukankah anda yang membunuhnya? Jangan berlagak tidak tau segalanya!"
"Aku tidak mungkin membunuhnya, dari mana rekaman itu?"
"Kalian sungguh ingin tau?"
Tidak ada jawaban, namun penyidik yakin saat ini kedua tersangkanya di hadapannya ini sedang menunggu jawaban.
"Saudara Tomy Raditya memberikan bukti rekaman ini, semalam pria itu mengatakan kalau dirinya tidak bisa melakukan tindak kejahatan dan juga tidak bisa menutupinya lebih lama lagi, namun sayangnya dalam perjalanan pulang dirinya kecelakaan dan kami sudah melacak mobil yang menabraknya."
"Nomor plat kendaraan ini, bukankah ini kepunyaan anda Tuan Bayu Lesmana?" tanya penyidik memberikan bukti berupa foto mobil yang sedikit gores bagian depannya, dengan plat nomor yang sangat Bayu kenali. Itu jelas milik Mercedes Benz kesayangannya.
Ingin mengelak, namun apa bisa? Dirinya memang tidak pernah melakukannya, lalu apa salahnya menyangkal.
"Tidak, aku merasa tidak pernah menabrak Tomi, aku tidak membunuhnya, bukan aku pelakunya, semalam aku sama sekali tidak keluar rumah, kau bisa tanyakan pada istri dan anak-anakku."
"Lalu siapa yang berada di foto ini?" tanya penyidik, memberikan sebuah foto yang ia tayangkan di laptop, Bayu tidak bisa berkata apa-apa lagi, kala melihat fotonya dan Gilbert memang berada di mobil itu, sepertinya foto itu diambil dari cctv jalanan yang siap mengintai dua puluh empat jam.
Begitupun Tuan Gilbert, semalam dirinya berada di club malam, mana mungkin berada di mobil itu bersama Tuan Bayu pikirnya.
Padahal yang sebenarnya, memang bukan mereka pelakunya, tentulah jalan pemikiran seperti mereka tidak akan ada yang bisa sampai dan mampu untuk memikirkan bagaimana kejadian sebenarnya. Karena jika sudah menyangkut tentang Jason Ares Adrian, dirinya bisa membolak-balikkan keadaan apapun caranya. Termasuk menjebak dua orang yang telah dengan beraninya menyentuh sang istri, apa lagi Shakira masih terbaring lemah akibat keguguran, Jason tidak akan memaafkan itu semua.
Penyidik memutar rekaman cctv untuk benar-benar membuktikan bahwa keduanya memang bersalah, dan mohon jangan lagi mengelak.
"Tidak mungkin!" ucap Tuan Gilbert, kalau benar ini semua ulah Jason, bagaimana pemuda itu melakukannya? Semua yang ada di rekaman cctv itu terlihat nyata, sosoknya dan Tuan Bayu memang seperti nyata, meski mereka masih sangat sadar mereka tidak pernah melakukannya.
"Bagaimana bisa?" Bayu pun demikian, jika sudah begini, mengelak dan menyangkal dengan berbagai cara apapun dirinya tidak akan bisa menang, orang hanya akan melihat bukti tanpa mau mendengar apapun yang ia katakan sebagai pembelaan.
"Kami sudah membawa mobil Tuan Bayu Lesmana sebagai bukti juga, kalau anda tidak percaya, silahkan ikut saya, bagian depan mobil anda memang sama persis seperti di foto ini."
"Tidak..." geram Bayu.
Tuan Gilbert terdiam, sampai saat ini dirinya enggan percaya, bagaimana bisa pemuda berumur delapan belas tahun melakukan ini semua.
__ADS_1
Ternyata kriminal yang dijejali olehnya selama ini belum seujung kukupun mencapai tahapan bagaimana kriminalnya seorang Jason Ares Adrian. Ia menyadari bahwa Jason bukan tandingannya, salahnya yang menganggap remeh pemuda itu hanya karena umur. Umur bukanlah suatu ukuran ternyata.
Pergilah dengan tenang, membusuklah di penjara, nanti di sana kau akan mengerti begitu fatal kesalahanmu, hingga kau menyadari bahwa siapa yang kau lawan benar-benar bukan manusia!
Kau tau, kesalahan fatalmu adalah, menganggap remeh lawanmu, tanpa kau sadari sebenarnya kau sudah sangat tertinggal jauh.
Bayu teringat akan ucapan salah satu anggota kepolisian saat dirinya tertangkap tadi, entah apa maksudnya mengatakan itu padanya, namun Bayu mengakui bahwa lawannya kali ini memang benar-benar bukan manusia.
Jason adalah iblis, yah lebih tepat begitu.
"Jason Ares Adrian, dialah pelaku sebenarnya!" ucap Bayu dengan lantang, baginya itu adalah jalan terakhir, jika dirinya bersalah dan masuk penjara setidaknya ia juga akan menyeret nama Jason, Jason baginya juga harus bertanggung jawab.
"Jason? Bahkan Tuan Jason tidak ada hubungan apapun dengan kasus ini, saat dimintai keterangan Tuan Jason sudah menyerahkan kasus anda perihal percobaan pembunuhan saudari Shirleen Damla Julian yang adalah istrinya itu kepada kami, dia mengharapkan hukum yang tegas untuk kalian kepada kami." ucap Penyidik tersebut.
Bayu dan Tuan Gilbert juga tidak percaya bagaimana bisa Jason terdengar santai sementara istrinya pasti mengalami keguguran. Pastilah amarah Jason sudah meledak, namun apa yang mereka dengar sepertinya Jason masih bisa berlapang dada.
"Mungkin karena rencana kalian tidak berhasil, sehingga Tuan Jason masih bisa bermurah hati menyerahkan kasus ini pada kami!"
"Apa maksud anda?" tanya Bayu terkejut.
"Yah, seperti yang kalian rencanakan di rekaman itu, Nona Shirleen Damla Julian, tidak terjadi apapun pada Nona Shirleen, dirinya sehat wal'afiat."
"Bagaimana bisa?" tanya Tuan Gilbert lagi-lagi tidak percaya.
"Terimakasih sudah mengakuinya! Kalian secara tidak langsung membenarkan bahwa memang kalian pelakunya!" ucap penyidik tersenyum puas!
Bersambung...
*
*
*
__ADS_1
Like, koment, and Vote !!!