Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Kemana Riska ?


__ADS_3

Rendi segera melangkahkan kakinya ketempat ia meninggalkan mobilnya tadi, ia ingin mengunjungi istrinya itu untuk meminta maaf, lagi pula ia rindu dengan Tiara anaknya.


Setengah jam lebih kemudian ia sampai dirumahnya, rumah hasil pertemuan tangannya dengan Riska, entah apa jadinya dengan rumah ini jika ia sampai benar-benar bercerai, bagaimana nasib Tiara. Hah membayangkannya saja ia tidak sanggup. semoga ia bisa memenangkan hati Riska lagi, ia akan memperbaiki semuanya, meminta maaf kalau perlu ia akan berlutut supaya Riska memaafkannya, yah semuanya akan ia lakukan walau harus membuang seluruh harga dirinya ini. Yang terpenting baginya rumah tangganya tidak boleh sampai hancur.


Ia memasuki halaman rumahnya. nampak sepi selertinya Riska belum pulang, tapi kemana perginya ia.


Tiara juga sepertinya tidak dirumah seluruh pintu dan jendela rumah yang terlihat sederhana itu tampak tertutup rapat, rumah ini seperti ditinggalkan penghuninya.


Kemana Riska dan Tiara...


Lalu ia melihat Bu Yuni tetangganya yang perlahan mendekat kearahnya.


"Mas Rendi, baru pulang dari luar kota yaaa" tanya si tetangga, beralasan demikian padahal sebenarnya ingin mengorek informasi terkini tentang beberapa hari yang lalu Rendi keluar dari rumah dengan menyeret satu koper besar, samar-samar mereka dengar suara pertengkaran waktu itu, bereka berpraduga apakah telah terjadi sesuatu dengan rumah tangga tetangganya ini, dan hari ini mereka berharap menemukan titik terang yang akan dijadikan hotnews paling teryahud minggu ini.


"Aahh iya Bu" Rendi menanggapi sekenanya. Ia sudah hapal tujuan emak julid dihadapannya ini.


"Beberapa hari yang lalu Riska sama Tiara pergi dari rumah ini, dan gak pulang-pulang lagi, kemana yaaa" tanya Bu Yuni, ia sudah bagaikan detektif terbaik dikota ini.


"Eemmm kerumah orang tuanya Bu, ya sudah yaa Bu, saya mau jemput mereka dulu karena kuncinya sama mereka jadi saya nggak bisa masuk kerumah" jawab Rendi beralasan, sebisa mungkin menutupi masalah rumah tangganya.

__ADS_1


"Oohhh, apa terjadi sesuatu sama Ibunya, apa sakit beliau semakin parah ?" tanya si kepo lagi.


"Bukan Bu, Ibu masih di rumah sakit saat ini, kondisinya juga stabil hanya butuh perawatan rutin jadi belum bisa pulang kerumah, ya sudah Bu, saya pergi dulu jemput Riska dan Tiara" ucap Rendi, sesegera mungkin ia menyudahi perbincangan ini, karena ia sungguh tau kearah mana tujuan tetangganya itu.


"Oh iya Mas Rendi, kalau butuh apa-apa disini bilang yaa, siapa tau saja Mas nggak pulang lagi kesini" sindir Bu Yuni. Ia ingin melihat reaksi Rendi, dengan begitu ia bisa mengetahui sejauh mana keretakan rumah tangga tetangganya itu.


"Maksud Ibu apa yaaa ?" Nampaknya Rendi sedikit tersinggung dengan ucapan tetangganya itu.


"Ah tidak apa Mas Rendi, barang kali kan Mas Rendi sama Riska hari ini gak pulang kesini, siapa tau butuh sesuatu disini hubungi saya saja, itu maksudnya Mas"


"Oohh, ya sudah Bu, saya permisi" Tanpa saling mengetahui Rendi dan Bu Yuni terlihat sama-sama tersenyum kecut.


Ia juga mengintai rumah Citra, Delia dan Mutia, barang kali Riska menginap disana, namun ia tidak menemukan jejak istrinya itu.


Ia pun pulang dengan lunglai, besok ia akan kembali mencari keberadaan istrinya.


Pagi tiba, ia bahkan izin cuti dari kantornya, hari ini ia harus menemukan istri dan anaknya, rencananya ia akan meminta maaf bahkan berlutut. Ia ingin rumah tangganya kembali damai.


Tujuan pertamanya rumah sakit, barang kali istrinya itu menginap di rumah sakit untuk menjaga ibunya, ia melangkahkan kakinya menuju ruang rawat mertuanya, namun dari kaca ruangan ia melihat hanya ada Delia yang sedang giliran jaga.

__ADS_1


Ia kembali ke parkiran, menunggu beberapa jam, namun Rendi belum juga menjumpai batang hidung istrinya, ada dimana sebenarnya istrinya itu.


Nomor Riska dan Tiara sudah entah berapa ratus kali ia hubungi, tidak juga ada jawaban. Nomor itu terakhir aktif ketika dua hari setelah ia meninggalkan rumah.


Ia benar-benar ditinggalkan istri dan anaknya.


Sampai hari ini, ia pun masih kehilangan jejak istrinya.


Flashback off


Yang terjadi memang sudah terjadi, namun tidak bisakah ia memperbaiki semuanya, bukankah setiap manusia adalah tempat khilaf dan dosa, ia bahkan hanya melakukan kesalahan itu sekali, walau ia menyembunyikan rapat dan tak berani berterus terang tapi jauh sebelum ia ketahuan ia sudah menyesali perbuatannya, ia begitu mencintai istrinya itu.


Setelah melakukan hal haram itu, tidak jarang Riana meminta ia menemani malamnya, namun sekuat tenaga dan batin warasnya Rendi berusaha menolak, hingga Riana lelah sendiri atau mungkin karena sudah tinggal serumah dengan Athar, ia bisa lepas dari jerat Riana.


Kenapa tidak ada kesempatan kedua untuknya, ia berjanji dengan seluruh hidupnya, ia tidak akan mengulangi, sungguh.


Riska... Mas rindu...


Bersambung...

__ADS_1


Like, koment, dan vote yaaa


__ADS_2