Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Merencanakan sesuatu.


__ADS_3

Athar masih mematung, sakit di sekujur tubuhnya tidak berarti, tidak sebanding dengan kata-kata kakaknya yang masih terngiang jelas ditelinganya, apa benar Fahira bukan anaknya.


Ia mendekat pada Fahira yang sedang berada di box bayi, Sri nampak ketakutan, korban sinetron sepertinya wajar saja takut karena ia mendengar sendiri isi dari perdebatan para majikannya. Ia takut bayi tak berdosa yang selalu diasuhnya itu menjadi sasaran kemarahan sang majikan.


Athar masih memandangi wajah bayi perempuan itu, setelah mendengar sebuah kenyataan itu entah kenapa dari garis wajah saja Athar mulai menyadari Fahira sama sekali tidak mirip dengannya, hanya matanya, mata itu nampak sama dengan miliknya.


Tidak ingin gegabah, Athar mengambil rambut Fahira yang tidak pernah dipotong sejak dari lahir, tes DNA adalah jalan satu-satunya, supaya ia bisa tenang, semuanya akan terbukti, rekam medis tidak akan membohonginya.


Ia tidak bisa membenci Fahira, tapi jika benar Fahira bukan anaknya orang yang pertama kali ia cari adalah Rendi.


Riana, yaaa mantan istrinya itu memang tidak tau diri, bagaimana bisa berselingkuh dengan iparnya. Memikirkannya saja membuat ia begitu jijik pernah menikah dengan wanita seperti itu.


Dirumah yang begitu besar ini, Shirleen bahkan tidak tau harus melakukan apa, saat ia terbangun tadi rumah itu sudah bersih, rapi dan wangi, seperti ada yang mengurusnya, tapi bukankah ia tinggal disini hanya berempat. tidak mungkin kan Jason yang melakukannya.


Sementara Ipah, ia baru datang sekitar pukul enam lewat sedikit, ia juga mengetahui itu karena ia sedang membuat sarapan saat Ipah datang tadi.


Piring bekas makan malam juga sudah tertata rapi di tempatnya, lantai sudah bersih, bahkan tidak ada debu sedikitpun dirumah itu.

__ADS_1


Kegiatannya hari ini hanya mencuci piring bekas masak dan sarapan pagi tadi saja, lalu mengurus Jacob yang semakin hari semakin menggemaskan.


Sementara Misca sedang sekolah ditemani Ipah, kini ia benar-benar merasa bosan tidak melakukan apapun.


Shirleen teringat kegiatan panas malam pertama mereka, pagi-pagi begini otaknya sudah tidak beres.


Ia tersenyum geli sendiri mengingat ekspresi Jason penuh kekecewaan, namun ia juga sekaligus bersedih karena belum bisa melayani suaminya dengan baik.


Mau bagaimana lagi, masa nifas belum juga selesai, sekarang lebih baik memikirkan sesuatu untuk menyenangkan suaminya, ia tidak mau suaminya kurang perhatian seperti saat bersama Athar dulu, hal yang ia duga membuat Athar bisa berpaling pada ****** adalah mungkin dirinya kurang memuaskan.


Karena dari segi manapun Shirleen bisa berbangga hati, ia bisa dikatakan istri yang baik meskipun keluarga Athar sama sekali tidak ada yang menyukainya, dan selama itu juga ia tetap bertahan, ia tidak pernah menuntut jika masalah hanya datang dari segi ekonomi, ia menerima berapapun nafkah dari yang suaminya berikan, bahkan selama enam tahun berumah tangga ia ingat mereka hanya satu kali bertengkar hebat, itupun karena mertuanya melibatkan anaknya dalam masalah rumah tangga, ia tidak menyukai itu dan mulai menunjukkan perlawanan.


Jujur saja, semakin dipikirkan semakin ia tidak bisa menemukannya dan ia tidak mengerti mengapa Athar bisa melakukan itu padanya.


Namun ada satu jawaban yang selalu mengganjal di pikirannya, kurang puas ! Yah apa lagi ? Mungkinkah servicenya kurang memuaskan hingga Athar memilih bermain api dirumah tangga mereka dulu. Hingga mantan suaminya itu memilih jasa wanita lain untuk memuaskannya.


Cukup, ia tidak mau hal itu terjadi lagi pada rumah tangganya dan Jason.

__ADS_1


Ia mulai mendial nomor Weni, dan berencana mengajak sahabatnya itu bertemu, ia ingin membicarakan sesuatu.


Sementara disebuah ruangan, Pak Adrian tampak sedang menunggu kedatangan seseorang. Rupanya ia belum menyerah.


Terlebih tadi ia mendengarkan informasi bahwa putranya itu tidak benar-benar meninggalkan dunia hitamnya, ia sudah tidak tau lagi bagaimana cara menghentikan anaknya itu.Memisahkan putranya dari orang yang ia cintai sudah ia lakukan, bukannya sadar, hal itu bahkan membuat putranya semakin membenci dan malah melakukan pemberontakan terhadapnya.


Ia mulai dirasuki rasa takut jika saja terjadi sesuatu yang akan benar-benar memisahkan ia dan putranya nanti, jika putranya tetap masih begini maka bukan tidak mungkin kematian bisa saja memisahkan mereka.


Ia memilih untuk bertemu seseorang, seseorang yang mungkin bisa membantunya untuk merubah pribadi yang buruk pada anaknya.


"Selamat siang Pak Adrian"


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...

__ADS_1


Happy reading !!!


__ADS_2