
Kini satu minggu telah berlalu, Athar sudah kembali dari luar negeri karena masa cutinya telah usai, ia harus kembali bekerja.
Ia akan sesekali mengunjungi istrinya itu di akhir pekan. ia sudah beramanat dengan pembantunya supaya mengurus istrinya dengan baik.
Riana kini sedang melakukan serangkaian perawatan dan pengobatan, nampak dokter terbaik dirumah sakit luar negeri ini kesulitan dalam menangani sakitnya Riana, otak cerdas para dokter tersebut seakan tidak mampu bekerja dengan baik untuk menafsirkan segala yang mereka lihat kini, kenapa penyakit yang tengah dialami pasiennya ini begitu mengganas dan berbagai macam alternatif pengobatan medis pun tidak juga dapat membantu. Ini sungguh gila, otak mereka seakan buntu untuk mencerna semuanya.
Riana makin hari makin kesakitan, rencananya besok bayinya harus segera dilahirkan, ini lebih cepat dari perkiranan awal, karena takut penyakit yang telah menyerang sistem organ bagian dalamnya akan mempengaruhi bayi di kandungannya. Athar pun sudah menyetujui itu meskipun ia tidak bisa menemani istrinya itu bersalin, karena waktu cutinya telah habis.
Riana begitu takut, ia takut terjadi sesuatu dengan bayinya. Namun ia tidak punya pilihan, ia saja makan harus menggunakan selang saat ini, bagaimana ia bisa tetap menjaga bayinya jika masih dalam kandungannya dengan kondisi yang seperti itu.
Athar juga akan mengirimkan satu orang pembantu lagi untuk mengurus bayinya saat telah lahir. Mereka tidak punya pilihan lain.
"Bagaimana kondisinya ?"
^^^"Sudah semakin parah Pak, apa yang harus saya lakukan ?"^^^
"Bagus, buat dia semakin menderita seperti yang Tuan Muda rencanakan, dan pastikan mereka harus lebih banyak lagi mengeluarkan uang"
^^^"Baik Pak*"^^^
__ADS_1
Seorang wanita tampak keluar dari toilet, ia baru saja menelpon atasannya, mengabarkan apa yang terjadi dengan targetnya.
Wanita itu tersenyum puas, biarkanlah ia menghadapi wanita sakit-sakitan dengan bau busuk yang menyeruak, asalkan ia bisa lebih dekat dengan pujaan hatinya.
Wanita itu adalah, Shakira orang yang telah lama menaruh hati dengan Roy asisten pribadi Jason, dan dikesempatan ini ia meminta sendiri kepada Tuan Muda Jason untuk melakukan misi memata-matai perkembangan Riana dengan menyamar sebagai asisten rumah tangga, ia berjanji akan bekerja dengan sungguh-sungguh asalkan ia bisa dengan bebas menghubungi Roy.
Jason pun menyetujui dengan syarat Shakira harus profesional dalam bekerja, Jason kemudian menyuruh Roy untuk mempekerjakan Shakira dalam bidang yang ia minta, menyuruh Roy mengganti identitas Shakira.
Dan disinilah Shakira sekarang, memastikan Riana selalu dalam keadaan menderita seperti yang tuan mudanya inginkan.
Ia kini harus mengambil jatah obat untuk Riana, ia melakukan segala tugasnya dengan baik, tidak ada yang curiga dengan tampangnya yang terlihat polos itu.
Lalu ia memasukkan sejenis pil yang bentuknya hanya sebesar butir ketumbar kedalam air putih untuk Riana meminum obatnya, pil yang mudah larut dan tidak berwarna serta berasa itu pun membuat air putih itu nampak asli seolah tidak diberi apapun, sungguh malang sekali hidup Riana.
Riana lalu tertidur, ia merasakan kantuk yang luar biasa setelah meminum obatnya.
Riana lalu mengirimkan pesan singkat pada bos yang bergelar gebetannya itu.
📨 Sudah saya lakukan sesuai yang Tuan Muda Jason inginkan.
__ADS_1
Misi pertamanya selesai, ia kini tersenyum menyeringai, gaji yang fantastis serta bisa dekat dengan pujaan hatinya membuat ia melupakan belas kasih antar sesama manusia.
Sudah sekarat masih harus juga disiksa, Riana yang malang Batin Shakira.
Obat itu tidak akan langsung bekerja saat ini, jadi tidak ada yang akan curiga karena efeknya baru akan berasa tiga hari kedepan.
Nikmatilah masa-masa sakitmu dengan otak yang masih bekerja dengan baik.
Yah karena setelah tiga hari dari sekarang Riana akan terus berhalusinasi seperti orang gila, ia akan terus merasa bersalah dengan Shirleen dan mengakui perbuatannya dengan Ibunya Athar yang telah sengaja membuat Athar tertarik padanya sehingga memisahkan Shirleen dari Athar. Ia akan terus memohon ampun pada Shirleen, hatinya akan mengatakan tidak mau mengakui perbuatan buruknya namun otak dan mulutnya akan terus berucap sesal. Itu akan membuatnya semakin gila karena perasaan dihatinya dan ucapannya tidak selaras lagi.
Itu akan membuatnya lebih cepat divonis gila oleh para dokter.
Bersambung...
*
*
*
__ADS_1
***Hai readers, dukung karya ini dengan like, koment, kasih hadiah, dan vote yaahh...
Happy reading*** !!!