
Jam dinding menunjukkan pukul 11:12, Weni sudah pamit pulang tadi karena wanita itu harus bekerja, jadi Ibunya juga ikut pulang.
Shirleen sedang makan siang disuapi Jason, sementara Angga dan Afik sedang memainkan ponsel masing-masing, merasa bebas karena belum di usir.
Tok tok tok, pintu di ketuk lagi, gegas Angga membukakan pintu, namun hatinya sedikit nyeri kala melihat siapa yang bertamu.
"Silahkan masuk!" ucapnya cuek.
"Terimakasih." ucap Shakira, yah yang bertamu kali ini adalah Shakira, mantan gebetan Angga, jelas sekali raut wajah tidak suka dilayangkan Angga, namun dirinya tetap harus profesional bukan.
Afik yang mendengar suara wanita menyahut spontan mendongakkan wajahnya, dirinya seperti pernah melihat wanita itu namun ia masih mencoba mengingatnya.
"Selamat siang Tuan Muda!" sapa Shakira pada Bosnya itu, entahlah masih Bos atau mantan Bos ia juga tidak tau, yang pasti dirinya harus hormat karena menyangkut pekerjaan suaminya.
"Heemm." singkat Jason.
Shirleen mencubit kecil tangan suaminya yang telah bersikap cuek pada Shakira, padahal selama ini Roy dan Shakiralah yang selalu dimintai tolong.
"Kamu apa kabar? Bagaimana bulan madunya, lancar?" tanya Shirleen pada Shakira, yang tanpa sengaja telah membuat salah satu bujang yang duduk di sofa itu sedikit kepanasan.
"Kabar saya baik, dan Alhamdulillah lancar Nona." jawab Shakira.
Selalu saja seperti itu, menjawab seperlunya.
Shirleen tersenyum sedikit dipaksakan, bagaimana tidak selalu saja begini jika dihadapkan dengan Shakira, yang selalu bicara seperlunya, kalau ditanya akan menjawab langsung pada titiknya, tanpa pernah bertanya balik atau meramahkan diri, bukannya ia mau ditanyakan kabar, namun jika seperti ini percakapan mereka akan terhenti sampai disitu saja.
"Kau kapan pulangnya?" tanya Shirleen lagi.
"Baru saja Nona!" jawab Shakira.
"Langsung kesini, atau gimana?" tanya Shirleen lagi.
"Pulang dulu, lalu langsung kesini Nona!" jawab Shirleen.
"Oohh." ucap Shirleen yang tidak tau lagi harus menanyakan atau bicara apa. Shakira sangat kaku sejak dari pertama bertemu, apa Jason tidak mengajarkan cara berteman dengan baik pikirnya.
Bahkan Shakira tidak menanyakan bagaimana kabarnya, padahal kan jika menjenguk orang sakit hal seperti itu sudah lumrah ditanyakan.
__ADS_1
Shakira masih setia berada diantara Jason dan Shirleen, sebenarnya tadi dirinya disuruh oleh sang suami untuk menemani nona Shirleen namun jujur saja, ia terlalu takut pada Jason jadi dirinya masih menganggap bahwa ini bagian dari pekerjaan.
"Shakira!" panggil Jason.
"Ya Tuan Muda."
"Aku akan keluar sebentar, kau jaga istriku sampai aku kembali." perintah Jason.
"Baik Tuan Muda."
Jason bangkit dari duduknya dan lalu mengajak Angga dan Afik keluar, mereka akan pergi ke kantin rumah sakit untuk makan siang, Jason percaya pada Shakira sehingga ia bisa meninggalkan Shirleen sebentar.
"Apa Nona membutuhkan sesuatu?" tanya Shakira.
"Ah tidak, bagaimana harimu, menyenangkan?" Shirleen kembali lagi mengakrabkan diri, lagi pula kali ini tidak aja Jason barang kali saja Shakira bisa diajak berbincang santai seperti dirinya dan Weni tadi.
"Baik Nona! Nona sendiri apa kabar, kemarin katanya sakit apa?" tanya Shakira.
Shakira memang tidak tau Nona Mudanya itu sakit apa sehingga menyebabkan dirinya dan Roy harus menyudahi acara bulan madu mereka, namun yang pasti menurut Shakira berat ataupun ringan sakitnya Nona Shirleen tetap saja berpengaruh bagi hubungannya dan Roy. Tidak sehari pun di luar negeri sana Roy melewati pekerjaannya, meski Roy tidak turun langsung namun Roy tiap hari mengecek keadaan kantor dan juga keadaan Tuan Mudanya, ia sungguh khawatir dengan Tuan Muda yang kadang padahal suka semaunya itu.
"Cuma drop! Mungkin karena sedang hamil jadi yah gitu deh" jawab Shirleen, ia memilih berbohong lagi, biarlah semua yang terjadi menjadi rahasianya dan Jason.
"Iya, doakan lancar ya sampai persalinan nanti." ujar Shirleen.
"Pasti Nona!"
"Nah satu lagi, aku memang sangat ingin menanyakan padamu, aku sempat marah lho, kenapa kamu menikah tidak mengundangku?" tanya Shirleen lagi, ia teringat akan itu.
"Soal itu dikarenakan semuanya serba mendadak Nona, Tuan Muda juga tidak diundang, semuanya serba cepat." jawab Shakira.
"Mengapa begitu?" tanya Shirleen lagi seakan belum puas dengan jawaban yang diberikan Shakira.
"Saya tidak tau Nona, saya hanya mengikuti apa kemauan suami saya saja." jawab Shakira lagi.
"Haaah," Shirleen menghela nafasnya, "Shakira bisa nggak kalau lagi ngomong berdua gini nggak usah formal-formal amat?" tanya Shirleen ketus, selain Shakira hanya menjawab seadanya, gaya bicara yang juga tidak bisa diubah membuat Shirleen kesal, hormon kehamilannya juga nampak mempermasalahkan cara bicara Shakira.
Padahal tanpa Shirleen tau, Shakira sudah mencoba bicara sangat jauh dari kata normalnya ia bicara dengan Jason.
__ADS_1
"Baik Nona!" ucap Shakira.
"Disini nggak ada Jason, nggak usah takut melanggar peraturan atau apa, kalaupun dia marah karena kamu bicara santai denganku nanti aku yang akan ngomong ke dia." ucap Shirleen.
"Baik Nona."
Shirleen diam sesaat, namun ternyata diamnya malah berkelanjutan karena Shakira tidak mengatakan apapun setelah itu, ditemani Shakira sungguh membuatnya tidak nyaman padahal Shirleen ingin sekali dekat dengan wanita secantik Shakira, menanyakan seputar skincare misalnya, namun nampaknya itu masih sangat jauh.
Kalau bukan dirinya yang memulai entahlah mungkin hanya ada keheningan antara mereka disepanjang hari.
"Shakira!" panggil Shirleen lagi.
"Ya Nona!"
"Apa yang kau sukai?" tanya Shirleen mencoba membicarakan topik baru.
"Melihat Tuan Muda dan Nona Muda bahagia." jawab Shakira.
"Haaahh," Shirleen menghembuskan nafasnya lagi, jawaban macam apa itu, memang benar sih tapi apa harus ya diutarakan begitu, jelas sekali pengabdiannya. "Yang lainnya?"
"Melihat Nona dan Tuan Muda baik-baik saja." ucap Shakira lagi.
"Shakira ini tentangmu, tentang hidupmu, maksudku barang kali aku bisa tau apa yang kau sukai jadi aku bisa memberikan sesuatu yang kau mau kan, yah sebagai ungkapan pertemanan kita." kesal Shirleen, Shakira sungguh membuatnya persis seperti orang bodoh saja.
"Semua tentang saya adalah tentang Tuan Muda dan Nona Muda, tetaplah hidup bahagia bersama Tuan Muda Nona, karena itulah hal yang paling saya sukai." ucap Shakira yakin.
Karena jika Nona Muda dan Tuan Muda tidak bahagia, hidupku bisa terancam Nona, suamiku bisa tidak pulang lagi kerumah jika ada masalah diantara kalian, saya cukup tau, dia yang paling sangat tidak bisa melihat Tuan Muda kesusahan.
"Oh yaaa, lalu bagaimana dengan suamimu, bukannya kata suamiku, suamimu adalah segalanya bagimu?" tanya Shirleen, padahal Jason tidak pernah mengatakan itu, Shirleen hanya mengarang saja tapi ia cukup yakin akan pernyataannya barusan.
"Saya bahagia jika dia bahagia, dan kebahagiaannya juga sama dengan hal yang saya sukai, kami sama sama menyukai jika Tuan Muda dan Nona Muda bahagia."
Ya salam, mengapa kata-katanya nggak geser-geser dari situ sih, baiklah aku akan bahagia selalu dengan Jasonku, biar kamu dan suamimu juga bahagia, puas kan.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...