
"Saya terima nikahnya Shirleen Damla Julian binti Haris Julian dengan maskawin satu unit rumah dibayar tunai" ucap Jason lantang, jelas sekali ia sangat menanti kalimat itu.
"Sah"
"Sah"
"Sah"
Saksi tetangga kiri kanan dirumah itu mengucapkan sah bersamaan dengan status Shirleen yang telah berubah, walau hanya secara sirih namun mereka berdua, ia dan Jason sudah halal secara agama.
Acara dilangsungkan secara sederhana, hanya dihadiri beberapa kerabat saja, namun tidak mengurangi kesakralan acara pergantian status keduanya.
Sayangnya Pak Adrian tidak bisa hadir, namun Mama Mila sudah memberi kabar pada suaminya itu, dan suaminya mengerti mungkin dengan Shirleen putranya bisa bahagia dan kembali padanya.
Perihal menarik Jason dari dunia hitamnya, Pak Adrian masih akan memikirkan lagi, ia akan mencoba bicara dengan putranya, semoga saja ada keajaiban.
Pak Haris menangis terharu, ini adalah pertama kali baginya menikahkan putri kesayangannya, Mama Nena juga, mereka berharap Shirleen dan Jason menjadi kekasih halal selamanya, semoga pernikahan mereka selalu dalam lindungan-Nya, limpahkanlah kesejahterahan serta rezeki yang tidak ada putusnya, senangkanlah selalu, permudahkan segalanya, semoga Jason bisa menjaga putri satu-satunya mereka, harapan keduanya saat tanggung jawab sudah lepas dari pundak mereka.
Tugas mereka sudah berpindah, Shirleen mereka serahkan pada laki-laki yang telah dengan berani menikahi putrinya itu, pada Jason mereka menggantungkan harapan semoga putri mereka diperlakukan sebaik-baiknya.
"Nak, jika suatu saat rasa itu datang, saat kamu merasa tidak mencintainya lagi, tolong jangan sakiti dia dengan perlakuan dan kata-kata yang kasar, antarkan dia pada kami, kami tidak akan menuntut apapun selain dari kebahagiaan kalian berdua" ucap Pak Haris sembari memegang pundak Jason.
Suatu pesan dengan penuh arti.
Shirleen terharu, ternyata begini rasanya menikah dengan restu orang tua, rasanya beda sekali jika dibandingkan waktu dulu.
Mama Mila tersenyum padanya, ia jadi malu sendiri jika mengingat semuanya.
Flashback.
Mama Mila menatap keduanya tajam, Shirleen merasa tidak enak hati karena telah berciuman mesra didepan Mama Mila, sedang Jason ia biasa saja, manusia yang minim akhlak memang seperti itu, ia sama sekali tidak peduli.
__ADS_1
"Jason, Mama masih orang tuamu yaaa, terlepas Mama melakukan kesalahan apapun"
Tidak ada tanggapan, Jason masih melipat tangannya didada, baginya ia akan menjawab kalau benar-benar diperlukan.
"Shirleen, kamu yang lebih tua diantara kalian, seharusnya kamu bisa mencegah itu, untung hanya mama, bagaimana jika dihadapan orang lain apa kalian akan bertindak tidak tau malu begitu.?"
"Maaf Ma" ucap Shirleen.
Shirleen hanya bisa tertunduk, wajahnya sudah semerah tomat, batapa malunya ia, namun mau bagaimana pun ia andil dalam kesalahan yang mereka perbuat, bisa-bisanya ia lupa diri. Lain halnya dengan Jason, jangankan meminta maaf, pemuda itu masih saja memasang tampang tengilnya.
Mama Mila tampak berpikir, kedekatan Jason dan Shirleen bukan seperti orang pacaran pada umumnya, ia sebenarnya tau kalau keduanya sering terlibat tidur bersama, namun ia yakin anaknya masih bisa menahan diri, tapi setelah melihat adegan tidak menyenangkan tadi dan menganggap Shirleen malah terbuai, ia mulai meragu.
Apa iya mereka hanya sebatas tidur bareng.
Sebagai orang tua, siapa yang ingin anak-anaknya terjerumus kedalam dosa, dengan tidur bersama saja sudah dosa, apa lagi jika sampai aahhh membayangkannya saja Mama Mila sudah merinding. Ampun bang jago !!!
"Kalian harus nikah secepatnya ?"
"Iya menikah" jelas Mama Mila lagi.
"Tapi Ma, kita memang akan menikah tapi gak secepatnya juga" ucap Shirleen, ia masih memikirkan bagaimana bisa Mama Mila kepikiran untuk menikahkan mereka kilat.
"Mama tidak tau apa yang akan terjadi sama kalian jika gak ada orang lain, ada orang lain diantara kalian saja, kalian bertindak seenaknya"
Aaahh Mama Mila yang pengertian, tau saja apa yang Jason mau. Kali ini harus Jason akui, ia pro dengan Mamanya, kalau diizinkan dia memang ingin menikah secepatnya dengan Shirleen, sayangnya Shirleen selalu menolak dengan alasan Jacob baru saja lahir, dan lagipun tak lama mereka menghadapi masalah seperti ini, jadi rencana menikahi Shirleen terpaksa ia tunda.
"Tapi aku setuju" ucap Jason, tengil bin songong, itu yang terbaca oleh Shirleen saat menatap wajah kekasihnya.
Heeeh, nikah nikah nikah !!! Satu kata itu tidak hentinya Jason katakan, sebenarnya permintaan asal bunyi itu sudah berapa kali Jason utarakan, jadi wajar saja jika ia langsung setuju. Bocah tengil itu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan.
Entahlah saat Jason bertanya demikian, Ia menyetujui ajakan untuk menikah memang benar-benar hanya karena cinta, selebihnya ia serahkan pada sang pencipta alam semesta, bisakah seorang pemuda dihadapannya ini benar-benar bertanggung jawab nantinya. Namun tidak juga harus secepatnya kan, batin Shirleen ingin menolak.
__ADS_1
Shirleen menghela nafas berat, secepat ini benarkah ia harus menikah.
"Baiklah Ma, tapi aku punya satu permintaan ?" ucapnya membuat Jason mengkerutkan keningnya.
"Apa ?" Tanya Jason tak sabaran.
"Aku ingin orang tuaku hadir saat aku menikah"
Shirleen sudah bulat, ia tidak ingin mengulang yang dulu, saat orang tuanya tidak hadir lantaran tidak adanya restu, saat itu ia terpaksa harus menikah dengan Athar hanya didampingi wali hakim.
Namun kali ini, orang tuanya merestui hubungannya dengan Jason, hanya kendala jarak saja dan baginya masih bisa ditunggu kehadirannya.
Tidak apa baginya menikah sirih, yang terpenting adalah restu dari orang tuanya, dan Papa Mamanya bisa hadir menyaksikan ia menikah.
"Oke, besok kita nikah" ucap Jason lantang, ia adalah orang paling bersemangat saat ini.
Shirleen lagi-lagi harus menghela nafasnya saat melihat ekspresi Jason yang sudah seperti menang undian. "Terserah kau saja" ucap Shirleen pasrah.
Cepat atau lambat ia juga akan menikah dengan Jason, hanya masalah waktu saja.
Benar kata Mama Mila, ia pun tidak tau sampai kapan bisa menahan diri, sentuhan Jason memang sangat berbahaya, entah bagaimana jika ia sampai kelepasan, siapa yang bisa menjamin.
Dan Jason setelah itu terlihat sibuk mengurus segalanya, ia yang sangat antusias dalam melaksanakan ibadah bagi umat islam itu nampak berbincang dengan Pak Ramli dan Bi Ida untuk menanyakan perihal persiapan pernikahannya.
Beberapa waktu kemudian, pemuda itu sudah tak terlihat, mungkin pergi dengan Pak Ramli sekalian ke kota untuk mencari sinyal menghubungi kedua orang tua Shirleen.
Flashback off.
Selamat datang cinta, hadirlah dan semoga engkau betah menjalaninya bersamaku... Batin Shirleen.
Bersambung...
__ADS_1
Like, koment, gift dan vote.