
"Jangan ngikutin gue" Jason berbicara dengan tegas pada seseorang yang sedang bersembunyi membuntutinya.
Lisa yang mendengar itu pun keluar dari tempat persembunyiannya, ia kini bingung harus berkata apa, ia sudah ketahuan.
Saat ini Jason sedang berada di villa keluarga Adrian. Ia ingin sedikit memberi pelajaran pada tikus yang sedari tadi mengikutinya.
Semenjak ia pulang sekolah dan hendak menuju kantornya, ia merasa ada yang mengikutinya, lalu ia pun beralih arah menuju villa tempat ia biasa melakukan aksi gilanya.
"Katakan apa yang lo mau ?" Tanya Jason, saat ia sudah berbalik badan menghadap mainan barunya.
"Gue suka sama lo Jason, mau nggak lo jadi pacar gue ?" Lisa spontan mengungkapkan perasaannya.
"Heh" Jason menyeringai.
"Sudah siap ngancurin hidup lo sendiri ?" lanjutnya lagi, masih dengan senyum sinisnya.
"Maksud lo ?" Lisa nampak bingung dengan pertanyaan Jason.
"Gue suka bermain-main, apalagi dengan tikus got kayak lo ini" Jason mendekati Lisa seperti ingin menciumnya, itu sungguh membuat Lisa deg-degan, namun diluar dugaan, Jason malah menepuk kedua tangannya seperti isyarat memanggil sesuatu.
Dan benar saja datanglah segerombolan pengawalnya yang memang ditugaskan untuk stay berada didekat villa tersebut.
"Bawa dia !" perintah Jason.
Lisa tersenyum senang, ia berpikir Jason akan memakainya, karena tingkah Jason yang hampir menciumnya tadi.
Tidak sia-sia ia selama ini menjadi penguntit, tak apalah ia memberikan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya asal dengan Jason.
Lisa pun dibawa keruang bawah tanah, seketika bulu kuduknya merinding, karena ruangan itu tampak menyeramkan, bau darah memenuhi hidungnya, membuat suasana semakin mencekam.
Ya Jason baru saja menghabisi rival bisnisnya semalam, baru saja semalam ia mendengar alunan suara yang begitu mengasikkan ditelinganya, apa lagi kalau bukan jeritan tangis manusia memohon meminta ampun.
Entahlah, apakah siang ini ia akan mendengarnya lagi.
Lisa pun tersadar, karena para pengawal itu bukannya membawanya ketempat bersenang-senang, namun malah keruangan menjijikan seperti ini.
__ADS_1
"Lepas, kenapa gue dibawa kesini ?" Teriak Lisa pada para pengawal Jason.
"Menurut saja, atau kau mau mati" Jawab salah satu pengawal.
Kini Lisa sudah didudukkan dikursi, para pengawal tersebut mulai mengikat kaki dan tangannya.
"Mau lo apain gue ? Mana Jason ?" Lisa memberontak.
"Sebentar lagi Tuan Muda Jason kesini, Tuan Muda ingin bermain-main dengan Nona" Ucap beberapa pengawal, sambil memandang Lisa dengan *****.
Lisa yang mendengar Jason ingin bermain-main dengannya pun, seketika ketakutannya lenyap, ia pikir inikah cara Jason bermain-main sungguh sadis bukan. Tapi ia suka, asalkan Jason yang melakukannya.
Apa Jason ingin melakukannya sama gue dengan kaki dan tangan gue yang terikat begini, ternyata Jason tipe pria dewasa yang seperti itu.
Sungguh setan apa yang telah merasuki Lisa, bisa-bisanya otaknya berpikiran kalau Jason akan bermain gila dengannya. Heh mimpi saja sana.
Jason kini datang, ia masih dengan pakaian seragamnya. Ia melihat Lisa yang senyum-senyum memandangnya.
Apa dia sudah tidak waras, senyum seperti orang gila, emangnya dia pikir gue bakal ngelakuin apaan ? Jason.
Besok mungkin ia tidak akan bertemu lagi dengan mainannya ini disekolah.
Baiklah, jangan lama-lama, mari kita eksekusi.
Jason menjentikkan jarinya, lalu salah satu pengawal mendekat, memberikan ia segelas air putih.
Jason pun menerimanya dan menyodorkan segelas air putih itu pada Lisa.
"Minumlah, kau pasti butuh tenaga ekstra untuk nanti melakukannya" ucap Jason.
Lisa pun menurut, pikirannya sudah kemana-mana. Ia benar-benar berpikir hari ini ia akan melakukannya dengan Jason. Tanpa ia sadari inilah awal kehancurannya.
Segelas air putih itu pun habis diteguk Lisa, ia senyum-senyum lagi, sebentar lagi ia akan menjadi milik Jason Ares Adrian pikirnya.
Jason kini memainkan ponselnya dihadapan Lisa, ia membiarkan Lisa memandangi wajahnya, lumayan untuk permulaan baginya.
__ADS_1
Lisa mulai merasakan panas disekujur tubuhnya, ia menggeliat tidak karuan, seperti ada sesuatu yang harus dituntaskan.
Keringat sudah mengucur ditubuhnya, rasa itu semakin kuat, semakin membuatnya butuh akan sesuatu.
Ia melihat Jason dihadapannya, namun kemudian Jason bangkit dan pergi darinya.
"Jason, sentuh aku" Lisa mulai meracau.
Di alam bawah sadarnya. Ia melihat Jason tersenyum padanya, mendekat kearahnya, dan mulai membuka ikatan kaki dan tangannya.
Ia langsung ******* habis bibir Jason, dan melancarkan aksinya seperti orang yang sudah profesional saja.
"Sentuh aku"
"Sentuh aku"
Lisa semakin meracau tidak karuan. Dan terjadilah yang tadi ia pikirkan, Lisa sudah memberikan apa yang berharga pada dirinya.
Ia tersenyum puas setelah melakukannya. kini ia sudah menjadi milik Jason Ares Adrian pikirnya.
Lalu ia terpejam dan tidak sadarkan diri.
Tanpa ia tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.
Bersambung...
*
*
*
Hai readers, dukung karya ini dengan like, koment, dan vote yah...
Happy reading !!!
__ADS_1