
Semua pegawai di cafe Jash sudah berdiri menyambut kedatangan Shirleen, mereka beramai-ramai memberikan ucapan selamat untuk pemilik baru cafe Jash tersebut. Ada yang memakai poster atau semacamnya ada juga yang langsung ingin berjabat tangan dengannya sebagai tanda perkenalan dan ucapan selamat.
Shirleen melongo tidak percaya dan sejurus kemudian terharu, tersadar bahwa ini semua adalah sebuah kejutan dari suaminya.
"By..." ucap Shirleen sembari menoleh dengan tatapan tidak percaya pada suaminya.
"Kau suka ?"
Tidak ada jawaban, namun anggukan yang teratur mengisyaratkan bahwa istrinya itu sangat menyukai kejutannya.
"Tadi nggak mau masuk, giliran ini senyum senyum sendiri" goda Jason saat melihat bibir manis istrinya tidak berhenti tersenyum.
"Aku kan nggak tau kalau kamu mau nunjukin ini, lagian kamu nggak bilang ya aku nyangkanya kamu mau ngajakin dinner" bela Shirleen pada dirinya.
"Mana ada kali ngajakin dinner kamunya masih pake piyama gini, kamunya aja yang langsung ngegas udah marah duluan"
Shirleen langsung menoleh kearah dirinya, benar ia bahkan hanya memakai piyama setelan saat ini, bagaimana bisa ia melupakan itu saat hendak keluar rumah.
"Hehe, kok aku bisa lupa ?"
"Ya kalo nggak diingetin kamu itu emang udah sering gejala pikunnya, faktor U emang wajar sih" goda Jason lagi.
"Iiihh aku nggak setua itu yaaa, sampai udah gejala pikun aja" protes Shirleen, ia juga tidak tau mengapa ia bisa lupa, mungkin karena ia terlalu memikirkan Jacob jadinya ia tidak memperhatikan penampilannya, lagian ia juga tidak tau tujuan Jason akan membawanya kemana tadi.
__ADS_1
"Lagian cuma bentar doang, aku cuma mau bilang cafe ini sekarang punya kamu, aku hadiahkan buat kamu, nanti omsetnya bakal masuk ke rekening kamu, terserah mau kamu pake buat apa, maafin aku yaaa aku nggak romantis banget yaaa ngasih kejutannya" ucap Jason sambil menarik istrinya kedalam pelukan, ia mencubit gemas hidung bangir istrinya itu.
"By, kamu kok banyak banget memberi, kasih sayang, cinta, materi, sayang sama anak-anak, aku malah belum bisa jadi istri yang baik buat kamu, kamu nggak bakalan ninggalin aku kan ?" ucap Shirleen sambil tangannya memeluk erat tubuh yang selalu menjadi tempat ternyaman untuknya saat ini.
Ia sadar, entah sudah keberapa kalinya ia jatuh cinta lagi pada suaminya ini. Usia muda namun tidak mengurangi kedewasaan seseorang, buktinya Jason, Shirleen bisa menyimpulkan jika untuk masalah apapun Jason sangat dewasa, hanya saja jangan membuatnya cemburu, karena jika berkaitan dengan lelaki lain dia akan tetap menunjukkan sisi bocahnya yang tidak mau mengalah, ia akan sangat kekanak-kanakan.
"Terimakasih By, terimakasih sudah mencintaiku lagi dan lagi terimakasih" ucap Shirleen, ia menatap suaminya itu penuh cinta.
Ya Tuhan, bolehkah aku serakah, buatlah rumah tangga kami seperti ini terus, bahagia tanpa adanya orang ketiga, aku sangat mencintainya Tuhan, dan karena aku yang akan lebih dulu menua darinya, kuatkanlah cinta yang ada dihati kami berdua, aku akan selalu mencintai suamiku ini dan semoga dia juga sama. Shirleen.
Aku akan selalu mencintaimu By, sungguh...
"Nah untuk mempersingkat waktu, ingat ada bocil dirumah anda Tuan Muda, sebaiknya kita resmikan dulu" ucap Roy yang malah memutuskan pandangan haru keduanya.
"Selamat Nona, ini silahkan potong tumpengnya" ucap Roy.
jangan meliriknya, jika kau tidak mau mati.
Dengan arti demikian, sebuah tatapan nyalang diterima Roy saat mengucapkan ucapan selamat itu pada Shirleen, tatapan tuan muda yang posesif itu bagai pedang yang siap menghunusnya,
Nyali Roy menciut, padahal dalam hatinya masih bertahta nama Shakira sebagai satu-satunya wanita yang dicintainya, bagaimana bisa ia menyukai nona mudanya itu, ada ada saja tuan muda ini pikirnya.
Shirleen memotong tumpeng yang telah disediakan, suapan pertama ia berikan untuk suaminya itu, dan kedua bodohnya malah ia berikan pada Roy, walaupun Shirleen hanya memberikan satu piring tanpa menyuapi Roy, namun tindakannya itu berhasil membuat Jason cemburu.
__ADS_1
"Sudah ngapain sih ngasih dia, dia kan bisa ngambil sendiri" ucap Jason, Roy yang baru saja akan menyuapkan sendok berisi nasi kuning itu jadi menghentikan aksinya, jangan sampai apa yang sudah ia masukkan ke mulutnya malah disuruh dikeluarkan lagi oleh tuan muda yang hampir sinting itu pikirnya.
Dasar bos gila, ngatain aku kaum bucin, dianya malah lebih dari bucin.
Shirleen menurut, ia tidak mau memperkeruh suasana, ia kemudian menyuruh para pegawai cafe yang baru saja menjadi miliknya itu makan bersama pada prasmanan yang ternyata telah tersedia juga berbagai macam makanan.
Ia hanya mencicipi sekilas, dan membawa sebagian tumpeng untuk ia berikan pada Ipah, lalu ia berpamitan pada pegawai-pegawainya untuk pulang, karena ia tidak bisa berlama-lama merayakan pesta itu.
"Kalian lanjutkan saja bersenang-senangnya, saya harus pulang"
"Iya Bu..." jawab serentak para pegawainya.
Mungkin saat Jacob sudah bisa diajak jalan-jalan ia akan sesekali mengunjungi cafe ini pikirnya.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!
Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!
__ADS_1