Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Misteri dini hari.


__ADS_3

Jason sampai dirumah saat hari sudah cukup larut, hari ini begitu melelahkan, sekolah, kantor, belum lagi harus menyempatkan diri untuk makan malam dengan kolega bisnisnya, padahal harusnya ia makan malam dirumah, masakan istrinya sudah berkawan dengan sang lidah dan perutnya.


Saat Jason keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri, sudah ada pakaiannya tersedia di atas ranjang, inilah rasa bahagia mempunyai istri perhatian kecil ini tidak ia dapatkan saat Shirleen menjadi pacarnya dulu meski mereka sering tinggal bersama.


Dilihatnya Jacob masih tertidur di box bayi, sementara Misca entah kemana princessnya itu karena sedari ia pulang tadi ia tidak melihat gadis kecilnya itu.


Ia menyusul Shirleen yang sepertinya berada di dapur, istrinya itu pasti sedang menyiapkan makan malam untuknya, sayang sekali perutnya sudah terisi tadi, entah sanggup atau tidak ia makan malam lagi.


"By..." memeluk istrinya dari belakang, benar dugaannya istrinya itu sedang memanaskan makan malam, mungkin sudah dari tadi Shirleen menungguinya pulang, salahnya juga tidak memberi tau kalau ia akan pulang telat dan sudah makan malam. Hal itu belum terbiasa baginya.


"Kamu lapar yaaa, tunggu sebentar gak lama kok, duduklah ini akan selesai lima menit lagi" ucapnya membuat Jason menjadi tidak tega jika harus mengatakan kalau ia sudah makan malam.


"Misca kemana By..." tanyanya saat sudah duduk, satu tangannya sibuk mengupas jeruk yang selalu tersedia di meja makan.


"Misca dirumah Mama, tadi saat pulang sekolah Ipah telpon katanya Mama udah jemput suruh nemenin Mama dirumah, soalnya Papa ada kerjaan diluar kota" jelas Shirleen.


"Oh" Jason sudah asik dengan jeruknya.


"Nah udah selesai, kamu mau makan pake apa By ?"


"Apa aja, nasinya dikit aja By, ini sudah malam banget aku takut kekenyangan malah gak bisa tidur" ucap Jason, meski kenyang ia tetap makan malam lagi, istrinya sudah masak untuknya di sela-sela merawat Jacob, sangat jahat rasanya jika ia tidak makan.


"Eemm iya By" Shirleen menurut, ia lalu mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Kamu nggak makan By ?"

__ADS_1


"Nggak, aku udah tadi, kalau nungguin kamu aku bisa lemas pas kamu datang, aku gak sebucin itu yaaa harus nungguin suami sementara aku udah kelaperan"


"Adduuh istriku bilang gak bucin, nanti beneran bucin lhoo" goda Jason.


"Lah emang bener yaaa, aku sama Jacob itu harus berbagi makanan, kalau nungguin kamu bisa-bisa aku emang bakalan lemes nggak ada tenaga"


"Iya... Aku ngerti kok, serius banget nanggepinnya"


"Heemm, gimana enak nggak ?" tanya Shirleen sambil matanya menunjuk isi piring suaminya.


"Selalu enak dong masakan istriku ini"


Jason mengusap puncak kepala istrinya itu dengan sayang, satu kata yang pasti untuknya saat ini adalah ia merasa begitu beruntung.


Selesai makan mereka menuju kamar, Shirleen ingin mencuci bekasnya makan malam namun Jason mengatakan tidak perlu, hal itu juga membuat Shirleen teringat akan satu hal. Yah satu hal kenapa rumah ini selalu bersih saat pagi, seperti ada yang membereskan.


"Menurut kamu ?"


"Yaah pastinya bukan kamu lah, tapi aku pernah sih bangun sekitar jam tiga buat mastiin, kamunya tidur kok"


"Terus ?"


"Yah itu, aku jalan ke arah dapur dan sekitarnya, nggak ada siapa-siapa, tapi waktu itu piring kotor emang udah nggak ada sih, aku jadi penasaran"


"Lah terus kalau bukan aku siapa ?"

__ADS_1


"Yaaa siapa lah, siapa tau kan kamu nyuruh siapa gitu yang bersiin, yang jelasnya bukan kamu"


"Kok kamu yakin gitu, katanya udah pernah mastiin, katanya nggak ada siapa-siapa ?" tanya Jason, ia semakin gencar untuk menggoda istrinya.


"Ya aku nggak tau, tapi waktu itu kamu di samping aku kok tidur, jadi gak mungkin kamu kan"


"Hahaha, udah lah nggak usah dipikirin, yang penting kan rumah udah beres begitu kamu bangun pagi, kamu gak harus capek-capek paginya, kerjanya cuma tinggal ngurusin aku sama anak-anak aja"


"Tapi aku penasaran..."


"Yaaa kalau penasaran bangun aja lagi nanti, liat siapa yang ngerjain"


"Iihh apa susahnya kasih tau aja sih"


"Yah kasih tau apa By, kita disini cuma berempat, kalau nggak kamu ya pasti aku, gak mungkin kan duo bocil"


Shirleen tampak berpikir keras, ia tidak suka penasaran seperti ini, ingin ia percaya bahwa mungkin suaminya lah yang diam-diam telah melakukan semua itu, tapi semalam saat ia ingin memastikan keanehan itu Jason malah sedang asik molor disebelahnya, tidak mungkin suaminya kan.


Nampaknya ia harus memastikan lagi nanti dini hari.


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...

__ADS_1


Happy reading !!!


Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!


__ADS_2