Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Tetangga Baru


__ADS_3

Disinilah shirleen dan putrinya sekarang, di sebuah apartemen yang lumayan besar untuknya yang hanya hidup berdua dengan Misca.


Ia akan memulai hidup barunya disini, besok ia akan mengatur rencana untuknya membuka usaha, ia akan menggapai impiannya semasa kuliah dulu.


Hari ini hari minggu, Shirleen sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Misca, ia membuat nasi goreng seafood. Ia mencoba menyibukkan diri dari kegalauan yang melanda hatinya.


Ting tong, bel apartemen yang ia tempati berbunyi, Ia heran siapa yang bertamu sepagi ini.


Lalu ia pun meninggalkan pekerjaannya untuk membukakan pintu, dan lagi-lagi ia dibuat senam jantung oleh mahluk yang sangat tidak tahu diri menurutnya.


"Selamat pagi sayang, salam dari tetangga baru" Jason menyapa dengan muka yang minta ditonjok. Sungguh menyebalkan sekali pemirsa.


"Hah" Shirleen hanya bisa bengong. Ia sungguh frustasi. Ia fikir dengan bersembunyi di apartemen Weni, Jason tidak akan menemukannya, namun apa tadi katanya salam dari tetangga baru, semoga saja ia bercanda.


Nampaknya mau ia sembunyi di lubang semut sekalipun, Jason pasti dengan mudah menemukan alamatnya. Jason sungguh tidak waras.


"By aku mau masuk... aku mau sarapan" Ucap Jason manja.


"Nggak ada sarapan sarapan, didalam ada Misca, aku nggak mau anak aku mikir macem-macem" Shirleen memelototkan matanya.

__ADS_1


"By kamu makin cantik kalo gitu, sumpah..." Jason memuji Shirleen yang sedang melototkan matanya.


"By, boleh yaaa, aku kangen By" Jason mulai merengek seperti anak kecil saja.


"Apaan sih, uda sana pergi, ngapain kamu ngikutin aku sampai kesini ?" Shirleen mengusir Jason dan mengunci pintu dari dalam.


Sekali lagi, Jason akan menggunakan keahliannya dalam membuka segala yang terkunci.


Kini ia sudah masuk kedalam apartemen yang ditinggali pujaan hatinya itu, ia langsung menuju dapur karena pasti Shirleen sedang membuat sarapan, sebab ia tadi melihat Shirleen masih memakai celemek saat membukakan pintu untuknya.


"Sayang, aku mau sarapan !" Kini Jason sudah mengalahkan pemilik rumah, ia sudah duduk manis dikursi makan.


"Aku mau sarapan By, bukan mau maling" Jason memanyunkan mulutnya manja, dan berhasil membuat Shirleen jijik.


Belum sempat Shirleen menanggapi ucapan Jason, Misca sudah keluar dari kamarnya, ia sempat terkejut karena bertemu lagi dengan Jason yang dianggapmya memang artis.


"Bunda kok ada Bang Jason yang artis itu disini ?" Tanya Misca


"Hay gadis kecil, Bang Jason memang tinggalnya di apartemen ini, unitnya disebelah ruang kamu ini, ternyata kita bisa bertemu lagi, tetanggaan lagi" Jason mendekati Misca, dan segera mengakrabkan diri.

__ADS_1


"Benarkah, wah asik berarti Misca tetanggaan sama artis dong" Misca begitu senang menjadi tetangga Jason.


"Iya, Bang Jason mau main kerumah tetangga kan boleh ya, eh taunya tetangganya Misca bang Jason makin seneng deh jadinya, mulai sekarang kita adalah teman" Jason mengangkat tangannya untuk bertos ria dengan Misca.


Misca pun menyambutnya dengan antusias "Teman" ucap Misca.


Lain halnya dengan Shirleen, ia nampak begitu kesal karena ia akan sering bertemu Jason nantinya, Jason telah diterima oleh Misca dengan senang hati.


Lalu Shirleen pun menata menu sarapannya diatas meja, ia menyuruh putrinya dan Jason untuk sarapan bersama. Sungguh segala yang diinginkan Jason pasti akan terwujud dengan apapun caranya, Shirleen telah membuktikan itu meski hatinya sangat menolak keadaan ini.


Untuk pertama kalinya ia makan semeja dengan seseorang yang ia anggap bocah ingusan.


Jason nampak menikmati, Misca juga, namun Shirleen lebih banyak diam, ia sungguh ingin segera menyelesaikan kecanggungan ini.


Misca terus bercerita tentang sekolah dan tentang kehidupannya, Jason nampak antusias mendengarkan dan sesekali menanggapi, dua orang beda generasi itu tampak cepat sekali akrab. Jason sepertinya memang menyukai anak kecil.


Shirleen pun tersenyum, dan mencoba menerima keadaan, yah setidaknya Misca tidak akan begitu kesepian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2