Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Kau menyakitiku.


__ADS_3

"HENTIKAN SEMUA INI!" Shirleen berteriak lantang, membuat Jason langsung saja menoleh kearah sumber suara, dilihatnya sang istri sudah menangis banjir air mata, kondisi yang sangat menyedihkan, tiba-tiba ia teringat akan kejadian beberapa bulan lalu saat Shirleen juga mendapatinya tengah gila seperti ini. Meski posisi sekarang Ben yang melakukannya, namun tetap saja Jason sadar dirinyalah dalang dari semuanya.


"Braaakkk..." Shirleen tidak mampu lagi berjalan kearah Jason, ia berlutut tidak jauh dari ambang pintu, kakinya sudah lemas sedari tadi mendengar pernyataan dari Lisa bahwa Jason tidak akan semudah itu memaafkan orang yang telah bermasalah dengan orang yang ia sayangi.


"Aku mohon By, hiks hiks hentikan semua ini, hentikan segala yang akan kau lakukan, kalau tidak bisa demi aku setidaknya demi mereka, aku mohon, aku akan melakukan apapun yang kau mau, asal kau mau meninggalkan duniamu yang seperti ini, By aku mohon." Shirleen menangis terisak, ia benar-benar sudah kehabisan tenaga bukan hanya karena berjalan cepat menuju kesini, namun sesak di dadanyalah yang membuat ia sangat letih.


"By..." Jason mendekat, ia hendak memeluk istrinya, ia sungguh minta maaf, tapi ia tidak bisa menahannya, ia tidak suka orang yang ia sayangi seperti sang istri ataupun para sahabatnya disakiti. Ia tidak punya hati seluas samudra untuk menerima setiap penghinaan.


Namun diluar dugaan, Shirleen malah memeluk kakinya dan berlutut, benar saja itu membuatnya semakin sesak, ia tidak kuat.


"Aku mohon, siapa yang akan merubah dirimu kalau bukan kau sendiri, meski aku mengatakan dan menasihatimu berulang kali dan berusaha membawamu ke jalan yang benar kalau kau tidak mau tetap saja tidak akan berhasil, aku mohon By, hentikan semua ini, hentikan menyakiti orang lain, mereka semua punya keluarga, mereka semua punya mimpi dan jalan hidup masing-masing kedepannya, jangan melebihi Tuhan, jangan melebihi batas yang bisa dilakukan oleh manusia meski kau mampu sekalipun, ingat kau bukan Tuhan yang bisa memutuskan akan seperti apa hidup seseorang setelah hari ini, aku mohon By, bukalah mata hatimu untuk memaafkan, aku mohon, hiks hiks, kau sudah banyak menghancurkan kehidupan orang lain, ingat kau juga punya keturunan By, anak-anak kita, hentikan ini sebelum kau menyesal, Tuhan tidak tidur By, Allah disana selalu melihat apa yang kau lakukan, setiap darah yang menetes karena kau goreskan, setiap nadi yang kau putuskan, setiap air mata mereka yang kau tumpahkan, ada harga yang harus kau bayar setelahnya By, aku selama ini selalu berdoa semoga kau selalu diberikan keselamatan, tapi dirimu malah selalu saja menyakiti tanpa belas kasih seperti ini, aku mohon kita juga punya nyawa yang kita sayangi By." Shirleen menumpahkan seluruh unek-uneknya, ia tidak sanggup sungguh demi apapun ia tidak sanggup menghadapi kenyataan suaminya masih belum berubah, masih tetap sama seperti dulu.


"Demi aku, demi Misca, demi Jacob, demi mereka yang selalu kau tunggu kehadirannya, aku mohon By, berhenti menyakiti orang lain, berhenti mengendalikan hidup orang lain."


Bahu Shirleen nampak berguncang, isak tangis mewarnai drama itu, Shirleen benar-benar bersedih atas apa yang tengah ia hadapi ini, tidak ia tidak mau suaminya semakin terjerumus dalam lagi.


Juga kedua tangannya masih memeluk kaki Jason, bahkan kalau suaminya itu memberikan pilihan untuk mencium kaki suaminya, maka akan ia lakukan asal sang suami bisa benar-benar berhenti dari bermain gila hanya karena alasan balas dendam.


Ia akan melakukan apapun, apapun demi kehidupan Jason yang lebih baik.


Membuktikan bahwa Jason adalah benar-benar hanya manusia biasa, nyatanya ia juga bisa menangis teriris kala mendapati sang istri begitu menyedihkan, tidak, bukan maunya membuat sang istri menjadi memohon padanya seperti ini, sungguh ia tidak berharap Shirleen akan melakukan ini padanya.


"By, maafkan aku." lirihnya, tangannya ingin memapah Shirleen untuk bangkit, atau paling tidak memeluk tubuh itu, tapi sayangnya Shirleen masih betah berlutut memohon untuk dia menghentikan semua ini.


"By, aku mohon jangan seperti ini." Jason masih berusaha menghentikan aksi berlutut Shirleen, ia benar-benar sakit melihat Shirleen melakukannya.

__ADS_1


"Tidak, aku akan tetap berlutut sampai kau menghentikan semua ini, dan berjanji tidak akan kembali bermain gila seperti ini, aku mohon By, demi dirimu." ucap Shirleen dengan tetap masih terisak.


Jason frustasi, ia sungguh membenci keadaan ini, "Ben, lakukan saja." ucap Jason, mungkin jika yang dihadapinya adalah pria yang di sebelah Erni ia masih bisa berbelas kasih, tapi untuk Erni yang sudah dengan terang-terangan menghina istrinya ia tidak bisa selapang itu dengan mudah memaafkan.


Shirleen mendongak, apa ia tidak salah dengar, tadi suaminya bilang apa, lanjutkan, lanjutkan meski ia sudah berlutut memohon seperti ini.


"Tidak, tidak jangan, jangan apa-apakan dia, sudah cukup By, sudah aku sudah memaafkan dia, aku sudah menganggap tidak ada sama sekali masalah dengannya, aku mohon lepaskan dia." ucap Shirleen, ia langsung bangkit menghalangi langkah Ben untuk menuntaskan Erni.


"Bos..." Ben menoleh kearah Bosnya.


"Lakukan saja!" yakin Jason.


"By, kau sama sekali tidak perduli denganku?" tanya Shirleen, ia sungguh tidak percaya.


"By, dia menghinamu, dia pantas mendapatkan balasannya." ucap Jason.


Sungguh demi apapun Erni menangis melihat semuanya, ternyata Shirleen sama sekali bukan seperti yang ia tuduhkan, Shirleen begitu baik, bahkan setelah apa yang ia lakukan tadi Shirleen sudah memaafkannya, bahkan dengan berani dan tanpa ragu memohon pada suami iblisnya itu untuk menyelamatkannya.


Sementara Lisa, ia sedang diliputi rasa takut, Jason nampak sangat marah, dirinyalah yang memberi tahu Shirleen tentang kelakuan Jason, ia takut akan kelangsungan hidupnya kedepan jika Shirleen istrinya Jason saja tidak bisa menghentikan kelakuan Jason, tidak bisa melunakkan kerasnya hati Jason Ares Adrian.


Dan Ben, ia yang saat ini sedang berada diujung tanduk, bagai makan buah simalakama, ia benar-benar tidak tau harus berbuat apa.


"Aku tidak bisa, aku yang tidak bisa, kau tau By aku tidak punya hati seluas samudra untuk memaafkan siapapun yang telah menyakitimu, aku yang akan berada tepat di depanmu jika kau tersakiti, aku siap berbuat apapun untuk menyingkirkan orang yang telah dengan berani menghinamu, aku tidak bisa melihat air matamu, dia..." Jason menunjuk Erni, mengisyaratkan akan betapa bencinya ia terhadap wanita itu, "Dia sudah menghinamu, aku tidak terima."


Shirleen langsung saja memeluk suaminya erat, mungkin dengan cara itu ia bisa menghentikan Jason, "Kau menyakitiku By, kau yang menyakitiku dengan kau yang seperti ini, kau lah yang sebenarnya menyakitiku By..." ucap lirih Shirleen, ia sungguh kehabisan tenaga, menangis terus membuatnya sangat keletihan.

__ADS_1


"Kumohon, kau lah yang menyakitiku..." bisik Shirleen.


"Aku menyakitimu?" tanya Jason tidak percaya.


"By, tanpa sadar, kau lah yang menyakitiku, aku tidak butuh di balaskan dendam, aku hanya butuh kau tetap ada bersamaku, dengan kau seperti ini, kau lah yang menyakitiku." sembari terisak Shirleen mengatakan itu.


Jason terdiam, apa benar begitu.


"Jangan seperti ini By, kau menyakitiku..."


"Jangan seperti ini By, kau menyakitiku..."


"Kau menyakitiku By..."


Pelan Shirleen tidak bersuara lagi setelah mengatakan itu berulang kali berbisik pada Jason, ia ambruk di pelukan suaminya, matanya terpejam ia begitu lemah saat ini.


Jason masih belum menyadari, lama ia terdiam, lalu saat ia sadar Shirleen sudah tidak bergerak lagi, Shirleen sudah menutup matanya, Shirleen pingsan dengan nadi yang sudah Jason pastikan sangat lemah.


"By, bangun By..." ucap Jason mengoyangkan pipi istrinya namun Shirleen enggan terbangun.


"By, jangan menakutiku, By, bangun By."


"By..."


Bersambung...

__ADS_1


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


__ADS_2