
Jason tumbang di samping istrinya, kelopak mawar berhamburan di mana-mana karena kegiatan panas mereka.
Shireen membelai lembut rambut suaminya, dirinya juga bahagia bisa memberikan yang terbaik untuk sang suami.
Ranjang ini adalah saksi cinta mereka, semua masalah yang ada seolah terlupakan oleh Jason meski sebenarnya begitu banyak masalah berdatangan yang harus segera dirinya tuntaskan.
"Aku mencintaimu By!" ucap Jason.
"Aku juga By!"
Setelah puas saling menatap dengan penuh cinta, Jason menggendong Shirleen ala bridal style menuju kamar mandi, mereka akan membersihkan diri untuk kemudian beristirahat.
Jason mengatur suhu air di bathtub,,
meneteskan sedikit aromaterapi, dirinya akan berendam sebentar bersama istrinya untuk merelaksasikan tubuh mereka, apa lagi Shirleen, hal itu tentunya sangat berguna baginya.
"Kenapa?" tanya Jason saat mereka berdua sudah berendam. Bathub itu lumayan besar sehingga cukup untuk menampung mereka berdua.
"Kau dari mana belajar cara seperti tadi?" tanya Shirleen, dirinya sedikit penasaran.
"Kenapa tanya begitu? Mau lagi?" goda Jason.
"Ish, selalu saja seperti itu!" Shirleen memanyunkan bibirnya.
"Kalau kau mau, aku bisa memulainya lagi di sini By, aku akan sangat merasa buruk sebagai seorang suami kalau istriku ini belum puas!" goda Jason lagi.
"By..." rengek Shirleen.
"Ya ya ya, sudahlah tidak penting, itu hanya imajinasiku saja." ucap Jason beralasan.
Afik dan Angga mengirimkan vidio referensi tadi sore padaku, sebagai ungkapan terimakasih sudah membuat mereka menjadi artis dadakan, tidak mungkin kan aku bilang begitu!
Aku yang normal ini kadang ada kalanya tergoda, iya kan jangan salahkan aku!
Setelah selesai keduanya bangkit dan membersihkan diri, Shirleen merasakan badannya lebih segar dan siap untuk tidur, namun ada sedikit beban di kepalanya karena mengingat kamar mereka sudah berantakan akibat ulah Jason, apalagi pecahan gelas tadi, Shirleen malas sekali harus berbenah kembali.
"Hah!" mata Shirleen melotot saat dirinya membuka pintu kamar mandi.
"Kenapa?" tanya Jason.
"By, ayo katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi, mengapa tiba-tiba begini mengapa tiba-tiba begitu, aku baru saja ingin membersihkannya namu semuanya sudah lebih rapi dari apa yang aku bayangkan.
__ADS_1
"Siapa yang membersihkannya? Bayangan hitam itu lagi? Bukan begitu? Siapa mereka? hantu atau apa? atau robot, atau manusia, mengapa aku selalu saja tidak bisa melihatnya dengan jelas, kau begitu banyak rahasia, yang seperti ini pun tidak ingin kau memberitahuku yang sebenarnya." tanya Shirleen beruntun, lama-lama dirinya bisa tidak waras memikirkan begitu banyak keganjalan dalam rumah besar mereka ini.
"Kau sungguh ingin tau By?" tanya Jason.
Shirleen mengangguk, dirinya melangkah menuju lemari pakaian, mencarikan setelan piyama couple untuknya dan Jason.
Pilihannya jatuh pada piyama kotak-kotak berwarna pink yang pastinya akan sulit untuk Jason kenakan, namun kali ini Shirleen tidak perduli.
"Aku tidak mau!" tolak Jason terang saja.
Pink sama sekali bukan seleranya.
"Ayolah!" ajak Shirleen.
"Tidak By, malam ini nggak usah couplean yah, aku akan tidur dengan boxer saja, ambilkan punyaku!" titah Jason.
"Tidak tidak, aku punya penawaran!" ucap Shirleen.
"Apa?"
"Kalau kau mau menceritakan apa yang terjadi pada rumah kita ini, kau bisa lolos dari warna pink ini!" tawar Shirleen.
Jason mendekati istrinya, dirinya semakin mendekat, menatap mata Shirleen dengan penuh tanda tanya.
Pelan Shirleen mengangguk, jelas saja dirinya sungguh penasaran.
"Aku akan memakainya!" ucap Jason memberikan keputusan pada tawaran Shirleen, dirinya lebih memilih memakai piyama couple berwarna pink terang itu dari pada harus menceritakan apa yang terjadi di rumahnya pada sang istri.
"By..." rengek Shirleen. Dirinya kira Jason bisa di rayu dan bisa dikalahkan dengan memberikan pilihan konyol semacam itu, namun apa? Sayangnya Jason bahkan memilih memakai piyama berwarna girly itu tanpa ragu.
"Sudahlah By, pakai saja piyamamu, apa perlu kita pemotretan mengabadikan ini?" tanya Jason sembari menunjuk piyama yang sudah setengah dipakainya.
"Aku hanya ingin tau, apa yang terjadi? Bayangan hitam yang tiba-tiba muncul, tidak ada suara sama sekali orang berberes di kamar kita tapi lihatlah semuanya nyata, kenyataanya semuanya sudah selesai dibereskan. Kau punya pembantu ghaib, apa benar begitu?" tanya Shirleen.
"Hahaha, pembantu ghaib? Yang benar saja!" ucap Jason sembari tertawa renyah, kini suami Shirleen itu sudah melangkahkan kakinya menuju pembaringan.
"Sudahlah By, untuk apa kau pikirkan? Nikmati saja semua yang terjadi, bukankah itu lebih bagus, kita tinggal istirahat saja kan! Kau tidak perlu membereskan pecahan gelas kaca yang tadi aku buang, kelopak mawar yang berserakan, sudahlah, ayo tidur!" ajak Jason tanpa merasa bersalah telah membuat istrinya itu penasaran.
Selalu saja seperti ini batin Shirleen, hidup suaminya yang penuh dengan rahasia, sungguh untuk masalah bayangan hitam dan rumah yang selalu saja bersih secara tiba-tiba, hal itu memang sangat membuat Shirleen penasaran.
"By..." Manja Shirleen, rupanya dirinya belum lelah.
__ADS_1
"Tidur By..." suruh Jason.
Shirleen menghela nafasnya berat, ya sudahlah kalau tidak mau memberitahukan.
Dirinya berbaring membelakangi Jason, tidak mood melihat wajah suaminya. Bukankah sudah sam-sama berjanji untuk saling jujur satu sama lainnya, tidak akan ada yang di rahasiakan, lalu apa ini? Batin Shirleen.
"Kau akan mengetahui kalau sudah waktunya By, atau mungkin kau akan mengetahuinya sendiri, sudahlah tidak usah terllau dipikirkan, nikmati saja!" ucap Jason, dirinya mengelus lengan istrinya dengan sayang, mencoba menghadapkan badan Shirleen menghadap padanya.
"Tapi aku penasaran By!"
"Tidak ada apa-apa!" ujar Jason.
"Tidak apa-apa bagaimana? Kau pikir aku buta, kau pikir aku berhalusinasi, jelas-jelas dalam waktu kurang dari satu jam semuanya sudah bersih rapi kinclong mengkilat begini, sementara tidak ada siapa-siapapun di rumah kita ini, hah! Kalau bohong itu yang wajar sedikit dong By, jangan keterlaluan begini!" Shirleen begitu kesal, dirinya bertanya yang sebenar-benarnya malah ditanggapi main-main oleh Jason.
Sungguh Shirleen tidak suka penasaran.
"Jangan marah begitu dong sayang, iya nanti akunkasih tau kalau udah saatnya, aku bakalan cerita, tapi sekarang aku ngantuk, boleh kan kita tidur? Aku mengantuk!" tanya Jason.
Shirleen mengendus kesal, dirinya tidak mendapatkan jawaban atas penasarannya, baiklah kalau memang Jason akan menceritakan semuanya, dirinya akan menunggu.
"Oke, tapi janji ya cerita!" Shirleen menekankan lagi apa yang tadi Jason janjikan padanya.
"Iya By!"
"Janji ya!"
"Iya By, yuk tidur!" ajak Jason lagi.
"Ya udah," Shirleen membenarkan selimut, mematikan lampu yang dari redup tadi malah sudah berganti semula menjadi terang, jadi dirinya harus mematikan lampu dan menghidupkan lampu tidur.
"Selamat malam By, selamat tidur, aku mencintaimu!" ucap Shirleen.
"Hemm, selamat malam selamat tidur juga Baby! Cup!" Jason mengecup singkat bibir istrinya kemudian memejamkan mata.
Bersambung...
*
*
*
__ADS_1
Like, koment, and Vote !!!