Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Oh Selena II


__ADS_3

Jason menatap kagum pada berbagai alat tempurnya, sudah sekitar satu bulan ia tidak menggunakannya, namun kini alat tempur yang sempat menghiasi lemari persenjataannya itu kembali akan ia mainkan.


Sudah gue bilang, gue suka segala hal yang berbau darah.


Ia mulai melancarkan aksinya di temani Roy sang asisten yang setia mengekor didekatnya.


"Sepertinya dimulai dari sini lumayan menyenangkan ?" ucap Jason pada asisten pribadinya sambil menunjuk bagian mata Selena.


Selena saat ini sedang pingsan akibat obat bius yang diberikan oleh Jason lewat segelas air mineral tadi.


"Tuan Fred hanya menginginkan ginjal saja Tuan Muda" ucap Roy mengiba. Walaupun sudah sering mendampingi tuannya itu membedah organ tubuh manusia, ia tidak sekejam itu untuk tidak perduli.


Cih, dasar mental yupi, belum juga apa uda seret . Batin Jason.


Jauh dilubuk hati Roy, hatinya bagai disayat sembilu, sungguh menyedihkan nasib orang yang berani berhadapan dengan tuannya ini, begitu banyak tubuh manusia yang telah ia saksikan berakhir seperti ini, dan lebih menyakitkan lagi ia tidak bisa berbuat apapun, rahasia tuannya adalah juga rahasianya.


"Yah kau benar, tapi kurasa maruk sedikit tidak apa-apa kan ?" ucap Jason.


"Coba kau hitung, berapa yang akan aku dapat ?" ucapnya lagi.


"Tuan Fred akan membayar berapapun Tuan Muda, dia menginginkan ginjal untuk didonorkan pada adiknya" jawab Roy.


"Dan sebelumnya sudah saya pastikan, ginjal nona ini cocok untuk adiknya" lanjut Roy.


"Heemmm" Jason mengangguk "Aahh kenapa seperti ini, padahal aku ingin lebih" Jason bergumam pelan. Ia tidak puas hanya akan mengambil satu ginjal Selena. Ia masih ingin lama bermain-main.


"Baiklah, aku ingin kau hubungi Tuan Aderson, apakah ia akan bertransaksi, karena aku akan mengambil sebagian hatinya juga" ucap Jason dengan seringainya.


Roy pun menurut walau dalam hatinya menolak atas dasar kasihan. Sambil menelpon Tuan Aderson dilihatnya Tuan Mudanya itu sudah membedah bagian tubuh Selena, Tuan Mudanya itu begitu mudah melakukannya bak seorang yang profesional. Membuat air liur Roy terasa pahit dalam seketika.


Ia kini sudah selesai menghubungi rekan bisnis dunia hitam Tuannya itu, dan Tuan Aderson nampak menyetujui penawaran Tuan Mudanya.

__ADS_1


Ia mendekati tuannya yang kini menjelma sebagai ahli bedah, ia mengekor seperti biasa, setelah selesai ia mulai mengambil alih organ tubuh yang kini sudah dikeluarkan dari sarangnya.


Roy mulai mengemas rapi apa yang ia dan tuannya itu dapatkan. Sementara tuan mudanya melanjutkan menjahit bekas sayatan di bagian perut Selena.


Saat itu juga Selena terbangun dari tidurnya karena masa obat biusnya yang sudah habis, ia merasakan sakit luar biasa kala jarum yang menjahit tubuhnya itu terus menusuknya.


"Apa yang lo lakuin ?" Pekik Selena.


"Gue cuma bermain-main sedikit dengan tubuh lo, untuk membau darah di bagian sini" Jason menghentikan aksinya sebentar, ia lalu menoleh kearah Selena, dan mulai menciumi nikmat sarung tangan bedah berlumuran darah yang masih dipakainya.


Lalu Jason kembali terampil menjahit tubuh Selena. Selena berteriak histeris saat merasakan sakit luar biasa, dijahit tanpa pengaruh obat bius, sungguh menyenangkan bukan.


Ia ingin pergi namun tangan dan kakinya terikat disebuah pembaringan.


"Hei, berhenti bergerak, gue bukan orang baik yang bakal bertanggung jawab kalau jahitan gue gak rapi" ucap Jason dengan mata tajam membunuh.


Selena hanya bisa menurut, ia kini sadar mungkin beberapa bagian organ tubuhnya sudah tidak lengkap lagi saat ini.


Selena terus menangis sambil menahan sakit luar biasa itu.


"Sepantar lah dengan apa yang udah lo dapat, gue anggap hutang lo lunas, terima kasih atas komisinya" ucap Jason tanpa rasa bersalah setelah selesai menjahit tuntas bekas sayatan di tubuh Selena.


Jason mengemasi peralatan tempurnya dan mensterilkan segalanya.


Selena masih terbaring lemah, kaki dan tangannya masih terikat di pembaringan.


"Lepasin gue biadab"


"Lepasin gue setan, iblis , jahanam"


Selena tak hentinya mengutuk seseorang yang pernah ingin di pacarinya itu, oh itu tentu sebelum mengetahui sifat aslinya seperti ini. Ia menatap nyalang Jason. Namun Jason nampak biasa saja.

__ADS_1


Jason kini terlihat duduk santai sambil memainkan ponselnya. Benda persegi itu nampak lebih penting dari pada membuka ikatan pada kaki dan tangan Selena.


"Roy, hubungi Darwin, lalu kalian pergilah bawa barangnya pada Fred dan Aderson" perintah Jason.


"Baik Tuan Muda"


Roy lalu mengemasi apa yang akan mereka transaksikan nantinya, ia lalu menghubungi Darwin orang kepercayaan tuan mudanya dalam dunia hitam.


Tanpa memperdulikan Selena dengan pikiran berkecamuknya.


Apa barang yang dia maksud, adalah organ gue yang seenaknya ia ambil.


Ini gila, dia psikopat, mafia, dia tidak waras.


Dasar iblis.


Selena makin meluncurkan air matanya, kini hidupnya telah hancur. Sudah sangat hancur.


Bersambung...


*


*


*


***Hai readers, jangan lupa dukung karya ini dengan selalu like, koment, dan vote yah...


yuk kasih hadiah seikhlasnya biar author makin semangat upnya, kalau mau banyak juga alhamdulillah.


Happy reading*** !!!

__ADS_1


__ADS_2