
Shirleen kini sedang termenung memikirkan bagaimana nasibnya, ia tidak percaya sekarang ia begitu rendah dimata Athar.
Ia sudah berada di kamarnya, setelah kejadian dirumah sakit ia langsung pulang, dan Misca masih dirumah keluarga Adrian. Jason sengaja membawa Shirleen pulang, agar Misca tidak banyak bertanya keadaan Bundanya yang begitu berantakan. Jason tau pasti rasanya sakit sekali.
Shirleen ingin marah pada Jason, namun hatinya mengatakan tidak, Jason melakukan semua itu memang ada benarnya. Sehingga Athar tidak perlu tahu bahwa ini anaknya. Toh Athar juga tidak melihat jelas wajah Jason.
Pandangannya lurus kedepan, ia seperti kehilangan energi positif dalam dirinya, bagaikan orang mati rasa.
Jason mendekati Shirleen, ia memeluk Shirleen dalam dekapannya, membelai lembut kepala Shirleen, ia juga sakit Shirleen dihina seperti itu.
"By, aku minta maaf" Jason takut jika Shirleen juga marah padanya.
Tidak ada tanggapan dari Shirleen, ia masih tetap mematung, sungguh dalam hatinya hanya ada rasa kekecewaan.
Shirleen memegang perutnya yang masih datar, ia pun kembali menangis.
Jason yang melihat itu pun makin mengeratkan pelukannya.
"By, ada aku..." Ucap Jason.
"Apa yang kau pikirkan, berbagilah denganku,kita akan menemukan jalannya sama-sama By, jangan seperti ini" lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Bagaimana dengan nasib anak ini" Shirleen mendongakkan kepalanya menatap Jason. "Ia akan lahir tanpa ayah karena aku yang begitu egois. Tapi aku tidak sudi lagi Jason anak ini punya ayah seperti Athar"
"Hah, jadi cuma itu" Jason menganggap gampang keluhan Shirleen.
"By, ada aku... Aku yang akan bertanggung jawab" Jason mengatakannya tanpa beban apapun.
"Jangan gila Jason, apa maksudmu bertanggung jawab" Shirleen kini sudah melepaskan diri dari pelukan Jason, ia telah sadar akan posisinya.
"Yah, bertanggung jawab, aku bisa menikahimu kalau kau mau, dan anak itu akan jadi anakku bukan anak bajingan itu" Jason begitu mantap mengatakannya padahal itu adalah keputusan yang sangat besar.
"Menikah, hah, kau tau apa itu menikah ?" Shirleen balik bertanya.
"Hemmm yah semacam menjadi teman hidup" jawab Jason santai.
"Aku tau By, tapi kalau kau mau kita menikah kau bisa belajar mencintaiku pelan-pelan, aku akan menunggu saat itu tiba, dan lagi siapa yang menjanjikan bahwa dengan saling cinta semuanya akan bahagia kurasa kau cukup mengerti akan itu By, cukup aku yang mencintaimu, kau bisa balas kapan saja saat kau sudah mampu" Jason memang bijak untuk ukuran anak ABG, ucapan Jason sukses membuat jantung Shirleen berdebar, ini lebih dari pernyataan cinta menurutnya.
"Kau masih sekolah, jangan ngada-ngada, apa kau seserius ini denganku ?" Shirleen menatap Jason lekat.
"By saat aku berhadapan denganmu seperti ini, getaran ini masih masih sama seperti pertama kali kau menolongku hari kita bertemu, hari itu aku sudah jatuh cinta, namun segalanya tidak bisa terwujud karena ternyata kau istri orang, namun takdir seakan membawaku padamu, aku menyelidiki semua tentangmu, dan aku mendapatkan sebuah rahasia besar, lalu Tuhan berpihak padaku lagi, kau mengetahui rahasia itu tanpa campur tanganku, aku hanya memberikan buktinya lewat kertas yang kuberikan padamu hari itu, namun kau lah yang membuka rahasia rumah tanggamu, dan kita disini aku masih mencintaimu, lihat aku By apa kau tidak percaya seorang bocah sepertiku bisa berucap seserius ini ?" Jason mengungkapkan isi hatinya.
"Tak ada yang lebih serius dariku By" Jason mengusap air mata Shirleen yang mulai menangis "Lihat aku, ada aku" Jason begitu meyakinkan.
__ADS_1
"Semuanya tidak mudah Jason" Shirleen masih belum percaya bocah tengil didepannya ini bisa seserius ini dengannya.
"Ya aku tau, jangan terlalu dipikirkan By, kalau kau sudah siap maka kita menikah, aku tidak akan memaksamu, dan anak itu akan menjadi anakku walaupun kita tidak menikah saat ini"
"Kalau kau mulai ngidam, telpon saja aku, aku akan jadi papa siaga buat anak kita" ucap Jason sambil mengelus perut rata Shirleen, sungguh ia sangat menerima Shirleen dengan paket lengkapnya.
"Jangan terlalu letih, jaga kesehatan, jangan lupa minum vitaminnya, jaga anak kita By" Jason sudah mengklaim itu adalah anaknya.
"Aku akan menjemput Misca dirumah Mama, kau ku tinggal sebentar, apa kau ingin makan sesuatu ?" ucap Jason.
Shirleen pun menghangat, ia tidak menyangka ini bisa terjadi padanya. dikhianati suaminya lalu dicintai oleh lelaki seperti Jason, muda namun sangat mengerti akan hidupnya. Jason sungguh masuk dalam kriteria papa idaman.
"Tidak, kau pergilah" Jawab Shirleen.
Jason pun berlalu pergi keluar apartemen untuk pulang kerumah menjemput Misca, ia lega sudah menyatakan perasaannya pada Shirleen.
Meski ada rasa sakit karena wanitanya mengandung anak mantan suaminya, namun ia segera menepis segalanya, ia akan menerima Shirleen apapun keadaannya.
"Ya Tuhan, aku sangat mencintainya" Batin Jason.
Ia telah berkorban banyak pada perasaannya demi wanita yang ia cintai. Sungguh Shirleen telah membuat seorang bocah tergila-gila.
__ADS_1
Bersambung...