Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Berpisah


__ADS_3

Shirleen kini sedang membuat kue untuk Jason, ia membuat brownies sama seperti Jason si berondong manis.


Ia dibantu Misca membuat kue itu, ia membuat dua loyang kue, satu untuknya dan satu lagi sebagai ucapan terima kasih untuk si bocah tengil.


Ting tong, bel apartemen Shirleen berbunyi. ia lalu menghentikan kegiatannya untuk membukakan pintu.


Ceklek, pintu dibuka oleh Shirleen, terlihat Jason yang nampaknya baru pulang dari sekolah, karena pemuda itu masih menggunakan seragamnya.


"By, aku lapar" Jason bersikap seperti kucing kelaparan yang terus mengiyau. Semenjak ia jadi tetangga Shirleen, Jason selalu minta makan dirumah Shirleen seperti anak kos yang kere tidak punya duit untuk membeli makanan.


"Kenapa minta sama aku, sana kan kamu bisa beli sendiri" Shirleen begitu bingung, sejak kapan dirinya menampung anak orang.


"Yaaah By, aku pengen masakan kamu, kamu masak apa untuk makan siang" Manja Jason.


"Jason, sana pergi, kamu kan anak orang kaya tinggal pesen online aja beres" Shirleen mengusir Jason, ia menutup pintu apartemen walau ia tau Jason pasti akan masuk walau pintunya dikunci.


Ia kembali melanjutkan pekerjaannya, dan benar saja tak lama Jason telah berada dibelakangnya, ia sudah duduk dikursi makan walau tanpa disuruh, dasar Jason tak tau malu.


"Makan aja, tapi ambil sendiri" Shirleen menyuruh Jason untuk makan.

__ADS_1


"Kamu lagi buat apa By" Jason bertanya karena Shirleen sedang sibuk entah membuat apa, karena seumur-umur Jason sangat jarang sekali mengunjungi dapur. Ia kini juga sudah mengambil nasi dan lauk pauk untuk mengisi perutnya.


Tidak ada jawaban dari Shirleen, ia terus saja berkutat dengan pekerjaannya.


"By, kamu jadi cari ruko buat buka usaha ?" Jason menanyakan rencana Shirleen waktu itu.


"Iya jadi, tapi belum sempet aja, rasanya lagi malas keluar" Jawab Shirleen. Nampaknya ia sudah terbiasa dengan panggilan sayang Jason kepadanya.


"Didekat sekolah aku ada tuh ruko yang disewain, kalau kamu mau aku bisa tanya-tanya sama pemiliknya" Jason menawarkan bantuannya. Padahal ruko itu adalah miliknya, namun ia tidak mau Shirleen tahu, Shirleen pasti akan merasa tidak nyaman jika menyewa ruko miliknya.


"Emmm, nanti aku pikir-pikir dulu, kayaknya aku milih jualan kuenya online aja dulu, nanti aku bikin brosurnya terus ku promosiin di butiknya Weni, kali aja ada yang minat" Shirleen menceritakan niatnya.


"Beneran nih, aku sih oke aja, tapi kamu nggak papa aku repotin ?" tanya Shirleen.


"Demi cinta By" Jason menaik turunkan alisnya genit "apapun akan abang lakukan dek" gombal Jason.


"Heh abang abang, kayak kang cilok aja, lagian masih tuaan aku kali, jangan sok tuwir kamu" Canda Shirleen.


Jason tersenyum melihat tawa wanitanya itu, pelan tapi pasti ia akan semakin dekat dengan Shirleen. dia hanya perlu bersabar sebab luka Shirleen masih belum sembuh.

__ADS_1


Hari demi hari berlalu, kini sudah satu bulan sejak pembicaraan Shirleen dan Jason tentang usaha yang akan Shirleen rintis kini Shirleen dan Jason sudah semakin dekat, Shirleen mungkin belum punya perasaan lebih kepada Jason, tapi percayalah rasa nyaman itu ada.


Shirleen makin kualahan menghadapi banyaknya orderan, Jason sampai mengutus dua maid dirumahnya untuk membantu Shirleen, mulanya Shirleen ingin menolak dan mencari karyawannya sendiri, namun Jason tidak mengizinkan dengan alasan kalau mengambil karyawan dari luar orang akan tahu kedekatannya dan Shirleen. Sebenarnya ia tidak masalah digosipkan dengan Shirleen, ia malahan akan sangat senang, namun mengingat status Shirleen yang masih menunggu keputusan cerainya ia takut netizen julid akan membuly wanitanya itu. Dan ia tidak mau mengambil resiko untuk itu.


Tibalah hari ini, hari yang akan menjadi salah satu hari bersejarah bagi Shirleen.


Ya, tepat hari ini adalah sidang terakhir perceraiannya dengan Mas Athar, kini ia sudah resmi menjadi Janda anak satu. Athar yang ditemani madunya itu nampak tersenyum melihatnya, namun Shirleen biasa saja ia mencoba mengubur sisa-sisa cinta pada mantan suaminya itu dalam-dalam. Mas Athar nampak bahagia, dirinya juga harus bahagia, ia masih punya Misca yang lebih dari apapun, itu sudah cukup baginya.


Misca tidak ikut, ia diasuh Jason saat ini, kelas XII sedang ujian nasional, jadi Jason libur sekolah, ia juga membolos dikantornya, tak apalah katanya toh dia juga yang jadi bosnya, sungguh Jason memang suka semaunya.


Hak asuh Misca, jatuh ketangannya, Mas Athar tampaknya tidak mempersulit peceraian mereka, entahlah mungkin sudah ada penggantinya, dan ia juga sudah mendengar kabar kehamilan madunya, sungguh itu menambah sakit hatinya walau ia terlihat baik-baik saja.


"Enam tahun menikah dan dua tahun pacaran, rasanya masih kurang untuk mengenal siapa dirimu Mas" Batin Shirleen.


Sungguh ia adalah salah satu korban tipuan mulut manis lelaki.


Bersambung...


***Hai readers, semoga suka dengan cerita ini...

__ADS_1


Author minta dukungan like, koment, dan votenya yaaah, biar Author makin semangatttss***...


__ADS_2