Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Aduh masih Perjaka.


__ADS_3

"Kau sudah siap ?"


"Tapi By..." lagi dan lagi kewarasan Shirleen terganggu, ia tidak bisa menahan diri. Jason tidak membiarkan ia bicara, selalu saja bisa membungkamnya dengan kenikmatan.


Sementara dibawah sana sesuatu telah mengeras ingin segera memasuki sarangnya, si perkasa tampak sombong, prinsipnya pantang pulang sebelum mencetak gol.


Lekukan tubuh Shirleen sungguh sempurna, ditambah suara-suara laknat sebagai penambah gairah. Ini adalah pengalaman pertama Jason. Tidak buruk, buktinya keduanya sama-sama menikmati, sama-sama beradu keblingsatan.


Shirleen tau pasangannya kali ini daun muda, jelas saja hasrat bercintanya pastilah menggebu, tapi cara Jason melakukannya sungguh diluar dugaannya, terus terang ini mengasikkan, Jason bisa mengimbangi sebuah permainan, lembut namun memabukkan.


"By..." erang Shirleen, ia sudah tidak tahan entah bagaimana caranya menghentikan semua ini, tapi ia harus sesegera mungkin jujur.


"Yes baby..." melepaskan sesapannya sambil terus memainkan benda kenyal menantang itu dengan tangannya.


"Aahh"


Jason semangkin tak terkendali, suara ******* Shirleen membuatnya lebih bersemangat. Ia mulai melucuti pakaian Shirleen satu persatu sambil mulutnya juga terus bekerja, Shirleen tidak bisa menolak sudah hampir satu tahun ia tidak disentuh bohong jika ia tidak menginginkannya.


"By..." Mata Jason membulat, seketika adik kecilnya melemas saat tangannya sudah berhasil membuka helai terakhir yang ada pada tubuh Shirleen.


"Maafkan aku By..." dengan lesu Shirleen hanya bisa berucap maaf. Dari tadi ia mencoba mencari kesempatan untuk mengatakan ia masih dalam keadaan nifas, namun tidak adanya kesempatan karena Jason terus saja melancarkan aksinya.


Jason terduduk lemas dilantai, sama seperti kepalanya, kepala adik kecilnya juga hanya bisa tertunduk tidak bersemangat. Sarangnya masih banjir ia belum bisa mencetak gol.


Jason bangkit dari duduknya, mengecup singkat kening istrinya, "Masih ada lain waktu" mengambil selimut lalu menutupi tubuh Shirleen yang sudah polos.


Semata-mata ia lakukan supaya Shirleen menganggap ia tidak marah setelah mengecewakannya, walau sebenarnya ia memang tengah kecewa saat ini.

__ADS_1


"By... aku benar-benar minta maaf yaa" lagi ucap Shirleen lirih, dapat Jason rasakan pasti istrinya itu sebentar lagi terisak.


"Mau bagaimana lagi, tidak mungkin dilanjutkan kan, sudahlah tidak ada yang perlu minta maaf, kau tetap milikku walau malam pertamanya belum tayang, tenang saja masih ada malam lainnya" ucap Jason sambil mengedipkan matanya genit, menenangkan Shirleen sekalian menghibur hatinya yang memang terlanjur kecewa.


Ia berbalik menuju kamar mandi, nampaknya ia harus bersolo karier lagi untuk menuntaskan hasratnya.


"Kau mau kemana By, jangan marah..." ucap Shirleen, ia benar-benar takut suaminya kecewa dan marah di waktu yang belum dua puluh empat jam mereka menikah. Bayangan Athar yang meninggalkannya demi wanita lain tiba-tiba muncul lagi diotaknya. Ia takut karena belum bisa melayani Jason, suaminya itu malah berpaling.


"Aku hanya ke kamar mandi sebentar"


"Kau tidak akah meninggalkanku, dan mencari wanita lain ?"


"Hei, apa yang kau katakan By, apa aku segila itu, mendapatkanmu saja begitu sulit"


"Janji, walau aku belum bisa memberikan yang terbaik malam ini ?"


Shirleen terdiam, apa ia salah kalau ingin memastikannya.


"Sudahlah sayang, aku hanya milikmu, tidak ada yang akan memisahkan kita walaupun aku belum menerima hakku malam ini" lanjutnya lagi.


Tak ayal, kata-kata itu terlalu mengena di hati Shirleen, ia langsung memeluk suami bocahnya itu karena terharu, namun selimutnya yang sudah terlepas sebagian, sialnya membuat Jason menegang lagi.


Benda kenyal yang bersentuhan langsung dengan dadanya itu membuat hawa panas yang menyeruak pada tubuhnya.


"By, bisakah kau lepaskan aku"


"Kenapa ? Biarkan seperti ini, aku sangat terharu saat kau berkata begitu, jangan merusak moment"

__ADS_1


"Bukan begitu..."


Shirleen enggan melepaskan, baginya saat sudah halal begini bolehkah ia mengklaim bahwa berpelukan dengan Jason adalah hal yang paling membuatnya nyaman.


"By, lepas..."


"Tidak, aku ingin peluk"


"By..."


"Tidak... biarkan seperti ini, aku sangat bahagia menjadi istrimu"


"By..."


Arrrggghh, Jason berteriak dalam hatinya, Shirleen memang benar-benar polos, umurnya saja yang sudah tua.


Karena sudah tidak tahan, lagipun sesuatu dibalik handuk sudah menegang tegak sedari tadi karena perlakuan Shirleen.


Ia melepas paksa pelukan istrinya. berjalan cepat segera ke kamar mandi menuntaskan hasrat lelakinya.


Bagaimanapun, walau tangannya yang bekerja, namun malam ini ia belum memasuki sarang, jadi gelar perjaka masih pantas untuknya bukan.


Haahhh, lain kali kau tidak akan ku lepaskan By...


Bersambung...


Like, koment, gift, dan vote.

__ADS_1


__ADS_2