
"Gimana sih, a elah lo bucin akut tau nggak lo, mau aja tanggung jawab yang bukan karena lo" Afik menoyor kepala Jason yang duduk disampingnya sambil terus mengemudi.
"Gue nggak bisa liat air mata dia lagi, gue beneran sayang" Jason makin drama.
"Tapi, gak gitu juga kali, trus ntar katanya lo mau nikah ni ya, lo beli satu dapet tiga dong, emang lo sanggup ?"
"Gue bakalan coba, gue nggak bisa liat dia sama orang lain, kalo dia nggak segera gue nikahin" ucap Jason, membuat ketiga temannya merinding melihat Jason yang nampaknya malah senang dapat janda beserta paketnya.
"Wah parah lo, ajaib... Ajaib banget sekalinya pacaran !" Ketiga temannya hanya bisa menggelengkan kepala, setuju tidak setuju itu adalah hidup Jason. Mereka hanya bisa mendengarkan namun tak bisa menghalangi niat baik Jason yang memerdekakan janda.
Yah Jason telah menceritakan semuanya, dari awal pertemuannya dengan Shirleen hingga kini ia yang akan bertanggung jawab pada Shirleen.
Keempat sekawan itu kini sudah sampai di area parkir pasar trandisional, pasar yang sudah sepi namun masih banyak juga pedagang yang menjajakan dagangannya. Jason menyuruh Afik dan Angga untuk turun membeli kepiting, ia tidak sanggup turun, karena saat ini ia tidak membawa masker dan kacamata, hanya topi yang tersisa di mobilnya.
"A elah, napa gue yang ikutan repot, yang punya bini lo" Afik mengeluh.
Namun pelototan mata dari Jason membuat nyali keduanya menciut, sungguh mematikan.
Tuhan tolong ketok kepala sibangke,waraskanlah si gila ini.
"Iya Junedi, budakmu ini akan melaksanakan segala perintah tuannya" Sindir Afik.
Afik pun mengadahkan tangannya meminta uang untuk belanja, karena tidak mungkin kan ia memakai black cardnya untuk belanja dipasar tradisional, karena uang cashnya tinggal dua puluh ribu sisa ia belanja dikantin tadi. Namun Jason tidak mengerti.
Jason pun menaikkan alisnya seperti orang bego.
__ADS_1
"Duit ogeb, gak laku disini black card" sarkas Afik.
Jason pun mengambil uang cash yang ada didompetnya sebanyak lima lembar.
Lalu Angga dan Afik pun mencari sesuatu yang nembuat Shirleen ngidam itu. Sungguh Shirleen tidak tau kalau dibalik ngidamnya ada dua manusia yang sedang mengumpati sang pacar karena permintaannya.
Lama Jason dan Yudha menunggu didalam mobil, tidak ada perbincangan karena keduanya memiliki sifat yang sama bak kanebo kering.
Afik dan Angga kini sudah membuka pintu mobil untuk masuk, sambil membawa sekantung plastik kepiting.
"Nih, gimana naroknya ?" Angga bingung, mobil mewah merk porsche panamera milik Jason ini akan sangat sayang sekali jika dihuni oleh keluarga kepiting.
"Taruh dibagasi" Jawab Jason.
Mereka kini melanjutkan perjalanannya, Jason akan mengantarkan ketiga sahabatnya itu kembali kesekolah untuk mengambil kendaraan mereka masing-masing, setelahnya ia akan pulang kerumah untuk memerintahkan maidnya membuat kepiting isi permintaan Shirleen.
Athar kini sedang mentraktir teman-teman sekantornya, ia kini sedang berbahagia karena naik jabatan di kantornya, ia telah diangkat menjadi asisten pribadi CEO di ASA Group, anak perusahaan dari Adrian Group.
Tanpa ia ketahui siapa dalang dari kenaikan jabatannya itu, ya Jason memang sengaja menaikkan jabatan mantan suami pacarnya itu, agar Athar semakin berbahagia dengan madunya dan melupakan Shirleen, setelah dirasa Athar telah terbang diatas awan, Jason baru akan melakukan aksinya.
Ia sudah siap lahir batin untuk melihat kehancuran Athar Adjiandanu, orang yang telah berani mengatai pacarnya ******.
Ia sungguh tidak akan menerima itu begitu saja.
Ia juga diam diam telah menyusun kerja sama dengan perusahaan papanya Shirleen, ia ingin lebih dekat dengan calon mertuanya itu. Dalam beberapa waktu dekat ini ia akan mengundang calon mertuanya itu untuk membahas kerja samanya.
__ADS_1
Ia ingin mertuanya melihat kemampuannya di bidang bisnis, maka setelah itu pasti akan mudah merebut hati orang tua Shirleen. Karena siapa yang tak tergila-gila dengan CEO ARAD Group tersebut.
Ia telah memainkan permainannya tanpa pernah Shirleen ketahui, segalanya sudah ada digenggaman tangan baginya.
"Sudah pernah kukatakan, kau sendiri yang akan datang kepadaku, kalau tidak karena hatimu, setidaknya lewat orang tuamu"
"Kau akan menikah denganku, sampai tidak ada lagi alasan untuk kau menolaknya"
Jason tersenyum sinis, kalau sudah begini ia tidak ubah dengan setan yang menyeramkan.
Sudah jelas kan, segala yang Jason inginkan, akan ia gapai dengan apapun caranya.
Bersambung...
*
*
*
***Hai readers, jangan lupa dukung cerita ini dengan like, koment, dan Vote.
Kalau ada yang mau kasih hadiah, boleh banget tuh, biar author yang halu ini makin semangat berkarya...
Happy reading*** !!!
__ADS_1