
"Kondisi ini biasa terjadi, kontraksi palsu, namun mungkin karena kekurangan nutrisi, nona Shirleen akhirnya pingsan"
"Kekurangan nutrisi?"
"Kemungkinan, kurangnya nutrisi dan dehidrasi itu adalah pemicu yang paling biasa terjadi"
"Maksud dokter ?"
"Dari yang saya lihat, nona Shirleen terlihat lemas dan asam lambungnya juga bermasalah, Nona Shirleen juga diharuskan meminum air putih yang banyak untuk menjaga air ketuban tetap cukup, itu sangat penting untuk wanita yang akan melahirkan"
"Apa terjadi sesuatu ?"
"Tidak Tuan Muda, nona Shirleen baik-baik saja"
"Dia belum akan melahirkan kan ?"
"Menurut HPL seharusnya belum, namun Tuan Muda tetap harus berjaga-jaga karena dilihat dari posisi janin, ia sudah siap untuk lahir nampaknya"
"Apa ? Jadi bayinya akan segera lahir ?"
"Ini hanya praduga saya Tuan Muda, keep V garis bawah, posisi kepalanya sudah ada di jalan lahir, ia bisa lahir kapan saja tanpa harus sesuai HPL" ucap Dokter obygn itu sambil menjelaskan yang sebenarnya belum tentu juga dimengerti Jason.
Jason melirik Shirleen yang sedang berbaring, ia tersenyum manis, setelah bayi ini lahir ia akan menikahi wanita cantik dipandangannya ini.
Sementara di sebuah rumah, nampak seorang wanita sedang bingung memikirkan nasibnya.
bagaimana ia bisa lepas dari misi yang sangat membebaninya ini.
Ia sudah muak menjalani hari-hari dengan tugas dan bau yang sangat menyiksa hidungnya ini.
Dari tadi pesan yang ia kirim pada gebetannya belum juga dibalas, bahkan dibacapun tidak.
Ia membuka laptopnya dan mulai mengerjakan sesuatu. Dan terlihatlah jawaban mengapa ia menunggu lama.
Aku harus apa, katakan harus apa selain menerima.
Gagal sudah nampaknya liburan berdua dibali jika seperti ini ceritanya, Athar akan memperpanjang kontraknya, mau bagaimana lagi.
"Aaarrggghhh sial sial"
Shakira berbicara didepan kaca, ia ingin sekali mengakhiri ini.
"Nem kamu ngapain kok teriak-teriak gitu ?" suara dari balik pintu menyadarkan ia yang ternyata tadi berteriak terlalu kencang dan bukan hanya berbicara.
"Eehh, gak papa Sri, aku lagi main hape doang" ucap Suminem.
"Kok kamu nggak keluar toh dari tadi, keluar lah bantuin aku ngasuh Fahira ini"
"Iya nanti aku keluar"
Sungguh, sebelumnya ia adalah salah satu anak buah Tuan Muda Jason yang bisa diandalkan, ia bekerja dibawah naungan Jason, sama dengan Darwin, namun jika di dunia mafia Darwin ditugaskan untuk menangani transaksi jual beli senjata dan organ tubuh manusia, sedangkan ia justru menikmati pekerjaannya menjadi tukang bobol, hasil kerjanya selama ini membuat pundi-pundi rupiah mengalir deras ke tabungan Tuannya, dan bagiannya juga fantastis, hanya demi Roy seorang Shakira rela merendahkan dirinya seperti ini.
__ADS_1
Aaahh ia rindu pekerjaannya.
Dulu saat Roy tidak bisa mengatasi masalah besar berkaitan dengan perusahaan, ialah yang akan turun tangan, keseringan kerja dalam satu tim membuat ia dan Roy menjadi lumayan dekat, ia yang tak kenal ampun dalam dunia hacker menyukai Roy dengan sifatnya. Cara Roy memperlakukan wanita sungguh membuat ia terlena, Roy begitu sopan meski mereka tak jarang hanya berdua dalam satu ruangan.
Ia mengetahui semua tentang Roy, semuanya kecuali isi hati, jelas saja ia kan Hacker bukan Cenayang.
Awalnya ia hanya didera penasaran, namun lama dekat membuatnya nyaman.
Aku ingin ke Bali, bukannya terdampar disini gak selesai-selesai.
Ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya, hufft mulai lagi...
Shakira membuka pintu kamarnya, ia mulai menjadi Suminem lagi. Ah nama itu adalah pemberian Roy yang menggelikan.
Kembali ke Rumah Sakit.
"Kau harus makan yang banyak By... Kau tidak dengar tadi dokter bilang apa, kamu kekurangan nutrisi, gimana bisa coba ?"
Jason sedang menyuapi Shirleen makan, ia tidak ingin kekasihnya sampai kekurangan nutrisi.
"Apa kau tidak makan seharian ini, heh ?"
Shirleen ingat, ia pingsan bukan karena sakit perut melilit yang katanya kontraksi palsu, namun karena ia tidak makan seharian. Karena perutnya sakit ia tidak berselera makan, bahkan ia lupa makan dan minum seharian itu. Ia merituki kebodohannya.
Shirleen cemberut, biasanya itu adalah cara ampuh supaya Jason berhenti mencerewetinya.
"Jangan manyun, mau aku cium disini"
"Gak ada yang liat, aman aja, sini..." Jason mendekatkan wajahnya dengan Shirleen, membuat Shirleen memundurkan tubuhnya.
"Ayolah yang, vitamin dari aku lho" Jason menyeringai.
"Apaan sih bocah"
"By, ayo..."
"Eng..." Shirleen terhenti berucap, benda kenyal yang sudah menjadi candu Jason akhir-akhir ini berhasil dibungkam mulut kekasihnya, sebuah ciuman mendarat dengan lembut.
Ciuman ala korea memacu adrenalinnya, entah bagaimana cara Jason melakukannya ini, rasanya nikmat sekali.
Shirleen memejamkan matanya, apa lagi yang bisa ia lakukan, perlukah ia menyamakan dengan konsep iklan salah satu minuman kemasan, rasanya lebih fresh, jadi keterusan deh sampai sekarang, eemmhh kissing dengan bocah kayak ada manis-manisnya.
Dua menit berlalu...
"Sudah selesai, aman saja" Jason menyudahi ciumannya, mengakhiri dengan kecupan singkat di kening kekasihnya.
Shirleen membuka matanya, seulas senyum terbit di bibir si pencuri ciuman itu, wajah Shirleen memerah, ia merasa malu seakan baru saja dikerjai bocah.
"Kau malu ?" tanya Jason menggoda.
Shirleen tidak menjawab, ia menundukkan pandangannya, panas menyeruak di sekitar wajahnya, aah bagai abege yang baru kenal pacaran saja.
__ADS_1
"Aku suka jika kau malu-malu begini By..."
Shirleen ternganga, apa Jason sedang mengejeknya saat ini.
"Sudahlah, dasar bocah"
"Hahaha, nah sekarang makan, vitaminnya sudah, sekarang karbo lagi" Jason menggantungkan satu suapan tepat di depan Shirleen.
Hap, hap, Shirleen makan dengan lahap seolah terhipnotis, efek malu membuat ia tidak menyadari bubur di mangkuknya kini sudah habis tak bersisa.
"Tadi aja nggak mau, nyatanya ? Untung aja mangkuknya gak dimakan juga"
Hah, udah habis aja, kapan ngabisinnya.
Jason menaik turunkan alisinya, ia merasa menang hingga menggoda kekasihnya menjadi hal yang paling menyenangkan saat ini.
"Aku, aku... Bukannya kamu yang nyuruh aku makan By..." Shirleen beralasan.
"Iya juga sih, tapi aku kira kamu masih belum selera makan lho" serang Jason balik.
"Ya... yaaa, kan harus makan biar nutrisi tercukupi"
"Heemmmm, baiklah nih minumnya abisin juga"
Shirleen meminum segelas air putih dalam sekali tendat, entah benar haus atau untuk menetralkan perasaannya yang sedang acak-acakan.
"Anak pintar..." Jason mengacak rambut Shirleen.
Sementara dirumah sakit luar negeri, seorang gadis tengah berkonsultasi dengan Dokter, ia menyimak setiap peraturan untuk menerapkan pola hidup sehat yang akan dijalaninya nanti.
Mulai saat ini ia harus membatasi setiap aktivitas dan makanannya, selamat tinggal junkfood, ia mendadah pada kebiasaannya selama ini.
Harus berhati-hati, melakukan diet sehat, makanan sehat, kurangi aktivitas berlebihan, olahraga ringan namun teratur, minum air putih yang cukup, hindari alkohol dan rokok, konsultasi rutin, makanan yang dikonsumsi harus sesuai dengan ahli gizi, meminum obat dengan teratur. Kalimat itu berulang-ulang memenuhi telinganya, sebisa mungkin harus ia terapkan.
Aah dia tidak pernah punya mimpi akan hidup akan seperti ini jadinya.
Kerja kerasnya selama ini hanya untuk berobat, agar kondisi kesehatannya tetap stabil.
Ia membenci Jason Ares Adrian dengan seluruh hidupnya, namun ia tak berdaya.
Ia benci ketika ia tidak bisa melakukan apapun dan harus menerima segala perubahan ini.
Bersambung...
*
*
*
Hai readers, jangan lupa like, koment, dan vote yaaa
__ADS_1
Happy reading !!!