Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Melakukan apa yang kau pikirkan


__ADS_3

Mama Mila begitu heran melihat putranya itu senyum-senyum sendiri.


"Jason jangan kayak gitu ah, serem mama tau liatnya" ucap mama Mila tiba-tiba, ia takut anaknya itu benar-benar kesurupan.


Jason yang merasa diperhatikan mamanya itu segera merubah air mukanya. Namun itu tidak bertahan lama, ia tidak bisa untuk menahan kegelian ini. Ia masih terus terbayang apa yang ia alami.


Flashback


"KELUAARRR" teriakan Shirleen menggema dikamarnya.


Dengan ketidak sadarannya, Jason ngacir lari keluar. Ia menetralkan jantungnya yang berdetak tak beraturan, ia memegangi dadanya, benarkah kini ia telah melihatnya.


Kini ia mulai mengandaikan pengukuran mengandalkan tangannya sendiri, bukit kembar Shirleen ternyata lumayan menantang. Ia tersenyum menang.


Apa ukuran janda memang segitu


"Ngapain kamu gerakin tangan kek gitu ?" Shirleen yang baru keluar dari kamarnya, menatap curiga kekasihnya itu karena tangannya seperti sedang mengukur sesuatu.


Jason tercekat, ia bingung harus berkata apa. Namun matanya tidak bisa diajak kompromi, matanya kini mengarah ke dada Shirleen.


Shirleen yang sepertinya mengerti karena melihat arah pandang Jason, ia menggeram.


Dasar berondong mesum


"Apa kamu liat-liat ?" Shirleen menyilangkan tangan menututupi dadanya.


Jason tampak menyeringai, sepertinya sedikit mengerjai kekasihnya tidak apa kan.


"By... aku mau itu" ucap Jason.


Shirleen tercengang, bisa bisanya si Jason ini pikirnya.

__ADS_1


"Heh, dasar mesum" bentak Shirleen, ia melangkah mundur menjauhi kekasihnya itu. Ia takut Jason berbuat hal nekat.


Namun diluar dugaan Jason malah mendekat kearahnya. Tidak memperdulikan ketakutan Shirleen, ia terus saja mengikis jarak dengan kekasihnya itu.


Semakin dekat, semakin dekat hingga posisi Shirleen kini mentok di sebuah rak tempat penyimanan alat rumah tangga.


Jason semangkin mendekat, Shirleen yang gugup pun refleks memejamkan matanya. Jason tersenyum licik melihat tingkah gemas kekasihnya itu. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Shirleen, Shirleen yang merasa hembusan nafas kekasihnya itu, otaknya malah tidak bisa diajak berpikir jernih.


Apa dia akan menciumku ?. Shirleen.


Dia ini sedang mikirin apaan sih, gemes gue liatnya. Jason.


Namun tiga puluh detik berlalu tidak ada pergerakan yang terjadi, Shirleen masih mematung dengan terus memejamkan mata, sedangkan Jason masih terus memandanginya dengan senyum simpul.


Kemudian Jason memukul pelan kening kekasihnya itu dengan remote AC. Tingkah Shirleen sungguh menggemaskan baginya.


"Aduuh" Shirleen mengusap keningnya, yah itu sedikit sakit rasanya.


"Hah" Shirleen melongo tak percaya, apa-apaan ini. Bahkan jantungnya sungguh tidak sehat saat ini. Dimana larinya setan yang telah ia ajak kompromi untuk memarahi Jason tadi. Seharusnya ia marah karena ulah Jason yang suka semaunya tadi, bukannya malah seperti orang bingung bin bego gini.


"Kau nampak sangat mengharapkannya By, aku cuma mau ambil ini" Jason tersenyum jahil sambil menunjukkan remote AC yang kini dipegangnya.


"Apaan ya kamu kenapa juga harus makin deket gitu" ucap Shirleen cemberut, wajahnya kini sudah merona bak tomat.


Jason sudah tidak tahan lagi, ia merengkuh tubuh kekasihnya itu dalam pelukannya.


"Aku berubah pikiran, aku akan melakukannya sekarang" ucap Jason berbisik di telinga Shirleen.


"Maksud..." Belum sempat Shirleen bertanya lebih lanjut, Jason sudah membungkam mulutnya dengan ciuman. Jason ******* bibir ranum Shirleen dengan lembut, ciuman panas itu nampak begitu mesra. Shirleen yang hanyut akan permainan lidah kekasihnya itu pun tanpa sadar membalas permainan Jason.


Cukup lama ciuman panas yang mampu membuat keduanya terlena itu berlangsung, gairah keduanya pun seakan meminta lebih.

__ADS_1


Apakah aku akan habis hari ini ?


Shirleen yang setengah sadar, mencoba memikirkan apa yang sedang terjadi padanya kini. Namun ia nampaknya terlalu terbuai akan kenikmatan yang diberikan kekasihnya itu.


Tapi tidak, cukup hentikan ! Jason masih sadar, wanita di hadapannya ini belum seutuhnya miliknya. Ia akan mendapatkan lebihnya saat mereka sudah berlebel halal, tidak jangan sekarang.


"Melakukan apa yang sedang kau pikirkan" ucap Jason saat ia menyudahi permaniannya.


Shirleen nampak masih mengatur nafasnya, ini bukan kali pertama ia dan Jason berciuman, namun ia masih saja merasakan malu luar biasa. Ia bahkan tidak berani untuk sekedar memandang wajah kekasihnya itu.


Apa yang aku pikirkan, memangnya aku memikirkan apa, ya Tuhan aku pasti sudah tidak waras memikirkan aku akan habis hari ini.


Shirleen menggerutu dalam batinnya. ia mengutuk pikirannya yang telah lancang memikirkan bahwa Jason akan meminta lebih darinya, oh syukurlah hanya sekedar ciuman.


Ia masih tetap mengatur nafasnya kembali, serius ini panas sekali rasanya.


Tidak sekarang Baby, saat sudah waktunya kau akan benar-benar hanya milikku.


Jason tersenyum puas, walau gairah berkobar kobar dalam tubuhnya, sesuatu disana pun juga sudah tebangun dan mengeras. Shirleen sungguh membuatnya uji nyali.


Bersambung...


*


*


*


***Hai readers, jangan lupa dukung karya ini dengan like, koment, dan vote yahh..


Happy reading*** !!!

__ADS_1


__ADS_2