Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Cih, menyusahkan !


__ADS_3

"Terimakasih sudah mengakuinya! Kalian secara tidak langsung membenarkan bahwa memang kalian pelakunya!"


"Bukan begitu!" seketika nyali keduanya menciut, ya Tuhan apa yang baru saja mereka katakan, mengakui perbuatan mereka!


Seharusnya mereka tau bahwa itulah tugas penyidik.


"Saya tidak pernah melakukannya, itu semua kecelakaan!" ucap Tuan Gilbert, "Begitupun dengan apa yang terjadi pada Tomi, kami tidak pernah melakukan itu."


Karena bagi mereka, mereka sedang dijebak, sebisa mungkin untuk membela diri ataupun memohon ampun.


"Oh ya, jadi menurut kalian, segala bukti yang ada itu tidak benar, bukan begitu?" tanya penyidik.


"Kami benar-benar tidak pernah melakukan itu!"


"Jason Ares Adrian adalah pelaku yang sebenarnya!"


"Kalian bisa dikenakan pasal pencemaran nama baik jika terus menyatakan itu, Tuan Jason tidak akan senang dengan tuduhan ini."


"Keluargaku, kalau kau tidak percaya, hubungi istriku, aku tidak ke mana-mana tadi malam, aku bersama dengan keluargaku." Bayu mencoba meyakinkan petugas penyidik.


"Haaahh," Penyidik itu kini menghela napas dalam, "Silahkan, berapa nomornya?"


Bayu kemudian menyebutkan detil nomor istrinya, untung saja ia hapal di luar kepala.


Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan, the number you are calling cannot be reached, please try again letter.


"Apa nomor yang anda sebutkan tadi benar?" tanya penyidik.


"Ya!"


"Tapi nomornya tidak bisa di hubungi!"


Bayu seketika ingat, sebelum ia berpisah dari istrinya tadi, dirinya sempat menyuruh istrinya itu untuk memutuskan akses komunikasi, bahkan mungkin saja saat ini istrinya itu tidak bisa dilacak keberadaannya, dirinya sedikit menyesali itu.


"Kenapa Tuan Bayu?" tanya penyidik, melihat wajah putus asa dari Bayu Lesmana.


Bedebah, anak setan, ternyata dia tidak sebaik Adrian, dia sama seperti Tuan Abraham, kemampuannya bahkan melebihi Tuan Abraham.


"Selamat siang Pak!" sapa petugas kepolisian lainnya.


"Ya!" ucap penyidik yang tengah bertugas itu, dilihatnya rekannya membawa seorang pria, berpakaian rapi tampaknya seperti pengacara. Apa pengacara dari kedua tersangka ini pikirnya?


"Ada yang ingin menemui anda!"

__ADS_1


"Bisakah anda menunggu sebentar? Saya masih ada pekerjaan yang harus saya tuntaskan!"


"Tapi Pak..."


"Perkenalkan, saya Rasya Ranuari, pengacara keluarga Adrian!"


Deg!


Rasya Ranuari, terdengar asing setahu Bayu pengacara keluarga Adrian bukan bernama demikian.


"Saya ingin memberikan bukti tindak kejahatan, kasus penganiayaan saudara Adrian Cakrawala sepuluh tahun yang lalu!"


Deg deg deg, apa lagi ini, sepuluh tahun lalu?


Bayu pikir dirinya bisa meredam masalah itu, kasus itu tidak lagi mencuat karena Adrian waktu itu tidak memperpanjang masalah meski pria itu sempat sekarat dan dirawat selama sebulan di rumah sakit, namun apa ini? Kenapa tiba-tiba kasus sepuluh tahun lalu bisa dibahas?


"Yah kasus itu pernah dilaporkan, namun Adrian Cakrawala sudah mencabut sendiri laporannya." ucap Kepala bagian penyidikan yang sepertinya ikut tertarik dengan apa yang akan dirinya ketahui sebentar lagi.


Lalu pria bernama Rasya itu memberikan berkas yang dirinya pegang, "Mohon dipelajari, saya akan menjawab jika ada yang kurang paham."


Penyidik membuka map berisi berkas tersebut, dibacanya dengan teliti, sebuah pengakuan dari tiga orang dengan tanda tangan asli di atas materai, menyebutkan bahwa mereka dibayar untuk melakukan penganiayaan terhadap saudara Adrian Cakrawala atas perintah dari saudara Bayu Lesmana.


Di dalam map tersebut juga berisikan flashdisk, yang langsung saja disambungkan oleh penyidik ke laptopnya.


Karyawan kantornya yang merasa iba dengan kondisi Adrian itu ternyata memvidiokan aksi penganiayaan yang dilakukan Bayu, namun sayang sekali karyawan itu malah ketahuan oleh Bayu dan harus berakhir dengan kematian, Bayu sendiri yang membunuh karyawan itu dengan tangannya sendiri.


Adrian tidak mengetahui siapa yang menganiayanya, karena saat itu kepalanya ditutup oleh kain hitam.


Namun begitu sadis yang terlihat di sana, Tuan Gilbert terlihat nyeri kala melihat Adrian yang sudah tidak berdaya namun terus saja dipukuli.


Sungguh biadab.


Namun Bayu rasa, dirinya sudah melenyapkan segala kemungkinan yang bisa membuat jejaknya diketahui, vidio itu sudah ia musnahkan, dirinya sendiri yang membakar ponsel itu, bagaimana bisa vidio itu sampai ada di sini?


"Hukuman mati mungkin akan anda terima setelah ini!" ucap penyidik tersebut bersungguh-sungguh, bagaimanapun tindak kejahatan yang dilakukan oleh seorang Bayu Lesmana sudah sangat melampaui batas.


Menganiaya, membunuh, bahkan merampas hak orang lain.


"Tidak!" teriak Bayu, dirinya tidak terima. Dirinya terjatuh semakin dalam, sementara Jason, keponakannya itu melakukan semua itu padanya dengan tanpa menyentuhnya sedikitpun.


"Aku ingin bertemu Jason, dia menipuku!"


"Aku di sini Paman!" ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ke ruangan.

__ADS_1


"Kau, akan aku hancurkan kau!" geram Bayu.


"Bagaimana caranya, boleh aku tau? Bahkan untuk memejamkan matamu saja rasanya begitu sulit saat ini, jangan pikirkan bagaimana cara kau menghancurkanku, angan-anganmu itu terlalu jauh." ucap Jason, dirinya mendekat mengatakan itu tepat dihadapan Bayu.


"Kau! Kau mencuri uangku!"


"Uangmu! Uangmu yang mana Paman? Ah rasanya aku bisa mual kalau terus memanggilmu seperti itu, bolehkah kau kupanggil Bayu saja?" tanya heran Jason, berpura-pura tidak tau segalanya.


"Tiga Milyar Dolar lenyap itu pasti ulah kau!" teriak Bayu.


"Perusahaan fiktif itu? Apa itu perusahaanmu? Aku cukup kaget karena ternyata Tuan Gilbert juga berada di sini, kalian bersekongkol ya?" tanya Jason lagi, Rasya sampai tidak bisa menahan tawanya, pria itu menunduk untuk menetralkan perasaannya, Bosnya itu kadang menakutkan namun juga kadang berbakat melawak.


Tuan Gilbert tidak berani menjawab, dirinya sudah menyadari Jason bukan tandingannya, penjara adalah huniannya setelah ini, namun setidaknya dirinya masih bisa membayar pengacaranya untuk meringankan hukumannya nanti.


Kalau saja Jason membiarkan itu, namun jangan terlalu banyak berharap.


"Tuan Gilbert yang malang, dibayar berapa kau oleh pecundang ini?" tanya Jason menatap remeh Tuan Gilbert.


"Tuan Jason, apa maksud anda?" tanya penyidik.


"Perusahaan fiktif yang berpusat di Malaysia itu kehilangan dana sebesar tiga Milyar USD, dan Tuan ini menuduh saya yang mencurinya, dengan apa? Bagaimana caranya? Bolehkah saya tidak terima?"


"Tuan Jason bersabarlah, tenangkan dirimu!" ucap kepala bagian penyidikan tersebut, menyuruh Jason tetap tenang padahal Jason sama sekali tidak bergeming, dirinya begitu santai, apa penyidik itu berlebihan, cih aku tidak selemah itu kau tau batin Jason.


"Tuan Bayu, anda tidak bisa menuduh seseorang tanpa bukti, Tuan Jason bisa berbalik menuntut anda!" jelas penyidik.


Terdengar ricuh, Bayu masih tidak terima, dirinya berteriak-teriak meluapkan emosinya, sungguh tidak bermartabat.


"Cih, menyusahkan!" decih Jason.


Bersambung...


Ada yang tau siapa Rasya? Kalau readers yang benar-benar baca cerita ini dari awal sampai bab sekarang ini, pasti tau dong siapa sosok Rasya.


Boleh di jawab jika tau, koment dibawah yaaa!


*


*


*


Like, koment, and Vote !!!

__ADS_1


__ADS_2