Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Nasehat Mama Mila


__ADS_3

"Ma, Jason mau bicara" Jason mendekati Mamanya yang sedang menidurkan Misca dikamar tamu.


"Iya, bicaralah" Mama Mila masih tetap mengusap kepala Misca.


"Tidak disini, diruang kerjaku" ajak Jason.


Mama Mila mengangguk menyetujui, ia bangkit mengikuti Jason menuju ruang kerjanya.


"Kenapa ?" Tanya Mama Mila begitu sampai diruangan kerja anaknya.


"Ma, Shirleen hamil" ucap Jason


"Hah" Mama Mila kaget mendengar ucapan Jason, ia mengira Jason yang menghamili Shirleen. Karena selama ini anaknya itu jarang pulang kerumah dan selalu tinggal disebelah apartemen Shirleen. Ia begitu marah pada anaknya.


"Dasar anak nggak tau diri, udah dibilangin jangan ganggu Shirleen dulu malah keenakan pacaran sampai buntingin anak orang, bener-bener yaaa" Mama Mila menyerang Jason dengan amarah yang memuncak.


"Ma, ma, denger dulu Ma" Jason menghindari serangan Mamanya, Mama Mila memukul Jason menggunakan kemoceng yang ia ambil tergantung disamping lemari.


"Apa, apa mau jelasin apa, bikin malu kamu, siapa yang ngajarin kamu gitu, beraninya sentuh-sentuh anak orang, malu Jason kalau sudah begini..." Mama Mila tak mendengar penjelasan anaknya. Ia sudah kepalang marah.


"Ma, Shirleen hamil bukan anak Jason Ma, anak mantan suaminya" Teriak Jason, karena kalau ia tidak berteriak Mamanya tidak akan berhenti memukulnya.


"Hah, bukan anak kamu ?" Mama Mila cengo.


"Gimana mau bilang, Mama gak berhenti mukul" kesal Jason.


"Jadi, jadi gimana gimana, dia kan udah cere, terus bunting gitu taunya, gitu maksudnya" Mama Mila mencoba menerka apa yang terjadi.


Dan Jason pun mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Trus gimana ?"


Lalu Jason menceritakan apa yang terjadi dirumah sakit dari mantan suami Shirleen yang tidak mengakui anaknya, dan sampai ia yang kembali menyatakan cintanya pada Shirleen.


"Ma, jika Shirleen mau menikah dengan Jason, Jason mau nikah muda Ma" Pernyataan Jason membuat Mamanya membulatkan mata.


"Jason, Mama bukannya nggak mau terima Shirleen, kalau kamu menyukainya kenapa tidak, tapi nak Shirleen adalah wanita yang pernikahannya pernah gagal, tidak mudah baginya sayang" Ucap Mama Mila


"Dan lagi nak, menjadi ayah sambung itu lebih berat dari menjadi ayah kandung, kau akan menjadi ayah sambung untuk Misca dan anak yang dikandung Shirleen, apa kau sanggup untuk tidak pernah membedakan anak sambungmu dengan anak kandungmu kelak jika kau benar akan menikah dengan Shirleen"


"Pikirkan baik-baik, Mama tidak mau hanya karena cinta kau melupakan resikonya, jika kau benar mencintai Shirleen dan berniat menikahinya, kau harus menerima Shirleen dan kedua anaknya sampai nanti, tidak akan ada bedanya jika kau punya anak lagi dari Shirleen atau apapun yang terjadi, baru mama akan merestui hubungan kamu ini"


"Jika kau sudah berjanji dan akan berusaha menepati, Mama akan dengan senang hati menerima Shirleen" Mama Mila menasehati anak semata wayangnya.


"Iya Ma, Jason akan pikirkan" Ucap Jason.


Hanya kepada Mamanya lah ia bisa berbicara banyak begini, bahkan dengan papanya saja Jason tidak pernah begitu akrab, namun Jason juga sangat menyayangi papanya.


Shirleen sedang melakukan pekerjaan rumahnya, ia dengan senang hati membersihkan apartemen Weni yang ia tinggali kini, ini sudah seminggu berlalu semenjak Jason menyatakan cintanya dan akan bertanggung jawab pada bayinya, semalam ia begitu memikirkan ucapan Jason seminggu yang lalu itu.


Ia sudah bertemu dengan Mamanya Jason,Misca juga sudah mangkin dekat dengan keluarga Jason, semenjak Mamanya Jason mengantar Misca pulang ke apartemennya dimalam saat siangnya ia dan Jason pergi kerumah sakit, ia juga mulai mengakrabkan diri dengan Mama Mila.


Mama Mila bercerita banyak tentang Jason padanya


Flashback


"Jason adalah anak kami satu-satunya, dia hidup bebas tanpa pernah kami mengekangnya, itu sebabnya ia selalu bertindak semaunya, maafkan dia yah Shirleen kalau sudah menyusahkanmu" ucap Mama Mila.


"Enggak kok tante, bahkan Jason sudah banyak membantu Shirleen" jawab Shirleen.

__ADS_1


"Namun kami begitu beruntung, Jason tidak pernah menyalahgunakan kebebasannya, ia tau batasannya bergaul, ia menjadi anak yang cerdas seperti keinginan papanya, Jason sudah bisa dilepas untuk memimpin beberapa perusahaan Adrian Group pada umur 16 Tahun, dan ia berhasil" Mama Mila bercerita sambil matanya mengarah ke anaknya yang sedang bermain bersama Misca.


"Kau tau Shirleen, Jason harus dewasa sebelum waktunya, ia harus belajar bisnis dimulai saat ia masuk SMP, walaupun ia meminta untuk sekolah dilingkungan teman-temannya, tapi setiap hari Jason kecil juga harus membagi otaknya untuk belajar bisnis demi memenuhi keinginan papanya, ia adalah pewaris keluarga Adrian"


"itulah kenapa ia sangat dingin dengan orang disekitarnya, termasuk dengan papanya"


"Heemm sangat dingin, heh padahal aku saja sampai gak tau lagi cara untuk menghadapi kelakuannya yang nggak tau malu itu" Batin Shirleen tidak setuju dengan ucapan Mama Mila.


"Tapi saat Jason mengenalmu, ia selalu mengatakan kalau ia mencintaimu, kami sebagai orang tuanya tidak bisa berbuat banyak karena kebahagiaan Jason adalah kebahagiaan kami juga"


"Kau tau sayang, kau adalah cinta pertamanya Jason, selama ini Jason tidak pernah dengan wanita manapun, ia selalu menolak saat wanita ingin mendekatinya"


"Mama disini bukan membanggakan anak Mama, namun jika kau menyukainya berilah dia kesempatan untuk merebut hatimu, seenggaknya pacaran dulu mungkin bisa, kalau untuk langsung menikah dalam islam kan tidak boleh saat kau sedang hamil begini"


Mama Mila menggenggam tangan Shirleen seolah nemberi kekuatan, bahwa segalanya akan baik-baik saja.


Flashback off.


Bersambung...


*


*


*


***Holla readers, author minta dukungan karya ini dengan like, koment, dan vote yah, agar author lebih semangat ngehalunya...


Maafkan typo yang bertebaran ya gaess...

__ADS_1


Selamat membaca dan semoga kalian semua suka*** !!!


__ADS_2