
Taufik_Rizwan : Tes tes satu dua tiga...
Anggadoang : "Hadir gan. 😁
Yudha.P : Hadir.
Anggadoang : Tes tes, review produknya dong gan buat ngiklan.
Taufik_Rizwan : Testi testi gan.
Anggadoang : Belum nongol masih tepar woy abis keluar masuk sarang 😂😂
Taufik_Rizwan : Lemas tak berdaya, ampun bang jagooo 😅
Anggadoang : Dah gue bilangin juga nanti aja nanyanya disekolah.
Yudha.P : Afik dah nggak sabaran buat referensi, makannya nanyain review produk 😂
Anggadoang : Nikah dulu sono Fik 😂😂
Yudha.P : Fik izinin si Junedi, hari ini nggak masuk dia.
Taufik_Rizwan : teori dulu gan, gampak prakteknya mah bisa nanti nanti yang penting review produknya bagus dan topcer gan.
Taufik_Rizwan : Gampang itu gan, nanti gue izinin sakit, kalau ditanya sakit apa gue bilang aja sakit yang enak 😂😂
Anggadoang : gurunya auto nethink 😅
Anggadoang : Woy gue kemaren dirumah si Junedi kenalan tau sama cewek, beuh cantik parah 😍
Taufik_Rizwan : Halu lo
Anggadoang : Yaelah nggak percaya dia.
Taufik_Rizwan : Cewek yang kemaren ? siapanya Jason katanya.
Anggadoang : Gak tau gue, dingin banget sama kek Junedi, gue tanya lima dia cuma jawab satu, kan anjim 😔
Ponsel Jason sudah tidak berhenti bergetar, ia sudah bisa menebak itu semua ulah siapa, pasti penghuni grup chat 4 Perjaka sedang membicarakannya.
Pasalnya setelah Jason selidiki semalam, hadiah yang sahabat-sahabatnya itu hadiahkan untuknya ternyata isinya sekotak pil laknat untuknya dan Shirleen.
Awalnya ia ingin membuang langsung hadiah itu, namun ia urungkan karena teringat akan ucapan istrinya dan Weni tempo hari. Siapa tau saja pil itu bisa berguna untuknya di kemudian hari. Otak mesumnya kembali traveling lagi.
"Selamat pagi..." ucap Shirleen yang saat ini sudah selesai mandi, istri dari Jason Ares Adrian tersebut sudah tampak segar di pagi hari.
"Cup" Sebuah kecupan mendarat di candunya Jason, Jason mengecup singkat lalu kembali melakukan serangan yang akan menggoyahkan iman, kecupan itu kini sudah berganti dengan ciuman, lembut namun menuntut membuat panas menggelora keduanya di hari yang masih pagi ini.
"Morning kiss" ucap Jason setelah ia menyudahi aksinya. Lalu ia berlalu menuju kamar mandi meninggalkan Shirleen yang masih terbengong setiap kali Jason menciumnya dengan tiba-tiba.
Menggemaskan, istriku itu benar-benar polos atau cuma pura-pura polos, kadang ia membalas kadang kaku begitu.
__ADS_1
Disebuah Desa yang jauh dari kota, seorang wanita sedang giatnya belajar berjalan, dengan menggunakan walker alat bantu jalan empat kaki ia begitu semangat untuk sembuh, ia tidak pernah lelah dan mengeluh.
Lisa sudah bisa hidup normal seperti biasanya, semangat hidupnya telah kembali.
Disini para tetangga dan semua orang ramah padanya dan keluarganya meski sebagian orang juga pasti tau apa yang telah ia perbuat dimasa lalu.
"Mbak Lisa sebentar lagi pasti bisa jalan, semangat Mbak" kata salah satu ibu yang tengah berbelanja di tokonya.
Pak Jefri memang membuka usaha toko kelontong untuk menunjang hidup keluarganya, dan juga ia bisa sambil mengawasi Lisa karena aktivitasnya yang lebih banyak dilakukan dirumah.
"Terimakasih Bu, doakan saya ya" jawab Lisa.
"Pasti Mbak Lisa, sing penting jangan patah semangat"
"Iya Bu"
"Bu Ike, gula dong tiga kilo" ucap salah satu pembeli pada Mamanya Lisa.
"Eehh banyak beli gulanya, mau bikin apa ini ?" canda Mamanya Lisa.
"Aahh iya Bu hampir saja saya lupa, sekalian saya disini juga mau ngajakin ibu-ibu semua kerumah nanti lepas sholat isya, tahlilan seribu harinya mertua saya"
"Oooohh udah seribu hari aja yah Bu"
"Iya Bu, pada dateng yah nanti"
"Iya Bu"
"Berapa Bu Ike"
"Gak usah Bu, untuk Ibu saja lumayan bisa bantu, tapi maaf saya nggak bisa bantuin bikin makanan untuk tahlilannya karena saya harus jaga toko dan jagain Lisa, Papanya Lisa sedang ke kota sebentar"
"Iihh ibu kayak kesiapa aja, ini beneran nggak usah bayar ?"
"Nggak usah Bu, itu sedekah dari saya"
"Semoga berkah Bu, mari saya harus pulang soalnya masih banyak yang harus dikerjain ini, mari semua jangan lupa dateng ya nanti"
Karena kebaikan Pak Jefri dan istrinyalah sehingga para tetangga yang mengetahui kasus Lisa yang pernah viral bisa bersikap menerima dan biasa saja.
Kebaikan menutup seluruh keburukan, tidak jarang Pak Jefri dan istrinya membantu sesama, Pak Jefri selalu membantu apa saja yang ia bisa, kadang Pak Jefri juga merasa bersalah, dosakah ia ini yang membantu dengan mengharapkan imbalan.
Bukan imbalan yang berupa uang, namun imbalan supaya para warga desa ini segan untuk membahas kasus anaknya karena awal mula ia kesini lumayan banyak warga yang menggiring opini buruk tentang anaknya.
Ia tidak akan sanggup jika anaknya sampai terkucilkan, maka dengan sebisa mungkin ia membuat warga di desa ini nyaman atas kehadirannya sekeluarga.
"Lisa sayang, belajar jalannya udah yaa, sekarang berjemur aja dulu ini masih pagi panas mataharinya sangat baik untuk tulang kamu"
"Iya Ma"
Lisa beruntung, walau ia pernah melakukan kesalahan tapi ia masih bisa bertaubat dan mulai menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
__ADS_1
Jason memarkirkan motornya di parkiran, benar saja ketiga sahabat laknatnya sudah menunggunya diparkiran yang tentunya dengan tujuan menanyakan perihal hadiah laknat semalam.
Ia tidak peduli, ia turun dari motornya dan langsung pergi meninggalkan ketiga sahabatnya yang entah kenapa sangat penasaran soal begituan.
Ketiga sahabatnya itu tanpa disuruh pun pasti akan mengikuti langkahnya.
"Weee Junedi cerah banget nih mukanya"
"Segerlah abis keramasss"
"Dibilang asyik ya memang asyik, dibilang enak ya memang enak" ucap Angga yang menirukan salah satu lagu terpopuler di indonesia pada zamannya.
"Eeh berapa kali Son, berapa kali ?"
"Review produk dong gan"
Jason menghentikan langkahnya, apa ia sudah gila harus menjelaskan kegiatan ranjangnya pada sahabat minim akhlak ini.
"Udah gue buang, gue nggak butuh yang begituan" sarkas Jason.
"Serius lo buang ?"
"Waah parah lo, ngapa lo buang, padahal katanya kalo pake itu bisa bikin melayang-layang kek disurga waktu lo mengarungi surga dunia"
"Oh kalo gitu sini, sini kalo lo mau melayang disurga, gue juga bisa buat lo melayang disurga" ucap Jason menyeringai.
"Yaaah si Junedi, gak asyik banget lo" ucap Afik kecewa.
"Iya gak sesuai banget sama tampang bejat lo"
"Apa ?" protes Jason, memangnya ia sebejat apa sih jika dilihat dari muka.
"Udahlah kuy tinggalin aja, sia-sia nunggu si goblok lama bener dari tadi"
"Lo keren, gue dukung lo" ucap Yudha, ia kira sahabatnya itu tidak akan menyia-nyiakan kehadiran hadiah mereka, namun ternyata Jason masih mampu mengendalikan nafsunya.
Entah bagaimana kejadiannya jika pil peransang itu dihadiahkan pada Afik dan Angga saat dua makhluk itu sudah mempunyai istri nanti, mungkin tanggapannya tidak akan seperti Jason saat ini.
Yudha bisa berbangga hati dengan sahabatnya itu.
Padahal yang sebenarnya, sarangnya masih banjir, lalu gimana caranya coba Jason menggunakan pil laknat itu ?
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!
Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!
__ADS_1