Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Menyelinap.


__ADS_3

"Jangan lagi seperti ini" Jason masih betah memeluk Shirleen, aroma tubuh ini wangi yang selalu ia rindukan beberapa hari ini.


"Kau berjanji ?" tanya Shirleen.


"Yaaa setidaknya akan aku coba, tapi jangan seperti ini, aku hampir saja membunuh orang. kau mengerti" Selesai sudah, kala janji memang janji, Jason sudah mengucapkannya tadi, kata-kata itu lepas saja dari mulutnya, padahal ia sama sekali belum berpikir untuk meninggalkan dunia hitamnya, namun didesak keadaan membuat ia akan melakukan apa saja untuk Shirleen.


"Haaahh" Jason menghela nafasnya berat, untung saja di detik terakhir ia sempat merampok bank dengan nilai lumayan fantastis, kini ia benar-benar hanya bisa mengandalkan perusahaanya untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.


"Kau sudah berjanji yaaa tidak akan meninggalkanku !"


Shirleen hanya membalas dengan senyuman, ia harap Jason benar-benar berubah.


"Ayo tidur, sudahi drama rumah tangganya" Jason menuntun Shirleen memasuki kamar, terlihat Misca dan Jacob tertidur pulas, Jacob malah sedang berselimutkan baju hitam yang ia taksir pasti miliknya.


"Dia tidak bisa tidur kalau tidak berselimut dengan bajumu" ucap Shirleen seolah tau apa yang Jason pikirkan.


"Dia benar-benar anakku" Jason sudah naik ke atas ranjang, ia berbaring melingkar memeluk Jacob, bayi laki-laki itu tampak menggeliat merasakan ada yang mengganggu tidurnya.


"Hei Boy, papa kangen sekali"


Jason tetap mengganggu bayi mungil itu seminggu lebih tidak melihatnya membuat ia gemas sendiri.

__ADS_1


Ipah hendak pergi membawa selimut untuk tidur didepan TV, namun pergerakannya dicegah oleh Shirleen.


"Kau disini saja Ipah, biar Jason yang tidur diluar"


"Aahh tidak nona saya yang akan tidur diluar, Tuan Muda silahkan tidur dikamar" ucapnya ragu, tentu saja ragu tatapan Tuan Mudanya sudah seperti mau membunuhnya saja. Tanpa sepengetahuan Shirleen ia sempatkan bergidik ngeri.


"Biar saja jika dia ingin tidur diluar" ucap Jason dengan tangannya masih membelai lembut pipi chubby Jacob.


"Iya Nona benar kata Tuan Muda"


"Tidak tidak, kau disinilah bersamaku, By... sana keluar" Ucap Shirleen dengan menghadiahkan pelototan matanya kearah Jason.


Jason mendesah pelan, kali ini ia akan mencoba mengalah. Mencoba menuruti perintah ratunya supaya nanti tidak sulit memahaminya untuk pulang.


Ipah menyiapkan tempat tidur diruang keluarga, kemudian mengambil kasur lantai yang biasa digunakan Bi Idah saat menginap, ia menusun bantal dan mengambil selimut baru di lemari.


Ipah berniat ingin memanggil Tuannya dan mengatakan semuanya sudah siap, namun saat ingin masuk pintunya sudah dibuka duluan oleh Jason, dengan menetralkan wajahnya yang sempat cemberut ia kembali menatap tajam Ipah.


Rumah ini memang mempunyai dua kamar, namun kamar yang ada ranjangnya cuma di kamar Shirleen, sementara dikamar satunya kosong, hanya tersedia kasur angin dan kasur lantai untuk sewaktu-waktu jika dibutuhkan, makannya Bi Ida lebih senang tidur di Ruang keluarga membunuh malam dengan menonton acara di TV sambil bercengkrama dengan suaminya, kadang juga Shirleen dan Ipah ikut menemani sebelum mereka tidur di kamar.


Ipah meneguk salivanya kelat, aura pemusuhan dilayangkan Tuan Mudanya.

__ADS_1


Shirleen bisa tidur dengan tenang, kalau saja benar Jason akan menurutinya ia tidak perlu lagi berjauhan dengan Jason, berarti ia sudah berhasil semoga saja Jason benar berubah.


Malam semakin larut, Jason tidak terbiasa tidur disuasana seperti ini, suara jangkring memekakkan telinganya, pun dengan suara binatang lain yang amat asing ia dengar.


Jason menyerah, Ia tidak bisa tidur.


Ia menyelinap masuk ke kamar Shirleen, dilihatnya Jacob sudah tertidur pulas namun sepertinya habis asi karena Shirleen masih belum menutup sumber makanan Jacob tersebut.


Jason sudah terbiasa, walau kadang bisikan setan masih suka mengomporinya untuk memegang benda kenyal bak squishy tersebut.


Isi kepalanya sudah mulai tidak beres, sebisa mungkin ia menahan gejolak yang meronta-ronta dibalik celana.


Jason membangunkan Ipah untuk mengisyaratkan bertukar dengannya, Ipah pun menurut mana mungkin ia sanggup membantah.


Jason membenarkan baju Shirleen yang tersingkap, mengecup kening wanitanya singkat, kemudian Jacob dan Misca, ia bahagia memiliki semua ini, harta berharganya.


Ia tidur di samping kekasihnya itu, tidak perduli kalaupun Shirleen akan memberinya siraman kalbu subuh nanti, perjalanan dari Jakarta hingga sampai di desa terpencil ini sungguh melelahkan, ia hanya ingin tidur.


Esok adalah hari baru baginya.


Bersambung...

__ADS_1


Lime, koment, gift, dan vote.


__ADS_2