
Hari sudah mulai gelap, namun Sri masih tetap berjalan kaki sambil membawa dua buah tas besar serta menggendong Fahira disebelahnya.
Ia belum juga menemukan sebuah kontrakan untuk mereka tinggali berdua, semua kontrakan ataupun kosan yang ia tanyai selalu saja penuh, ia tidak tau malam ini harus tinggal dimana.
Maafin Ibu nak, karena Ibu kamu harus ibu bawa kesana kemari seperti ini.
Sri menyayangkan tindakannya yang terlalu terburu-buru mengambil Fahira kembali, padahal seharusnya ia mencari tempat untuk meraka tinggali dulu baru kemudian menjemput bayi malang itu, dengan begitu Fahira tidak perlu dibawa bersamanya sampai sudah hampir gelap begini.
Langkah kakinya terhenti disebuah masjid, ia akan beristirahat dan beribadah sholat magrib sebentar kemudian lalu menanyakan pada warga sekitar bisakah menunjukkan dimana ia bisa mendapatkan kontrakan.
Mukanya sudah lusuh, hal itu membuat banyaknya para jamaah wanita menatapnya dengan beragam persepsi, wajar saja mungkin saja saat ini wajahnya juga pucat karena seharian ini ia tidak makan, ia terlalu mengkhawatirkan Fahira.
Ia kemudian memberanikan diri meminta tolong pada salah satu jamaah di masjid itu untuk menjaga bayinya sebentar, ia akan pergi berwudhu terlebih dahulu.
Setelah selesai sholat tepat juga Fahira pun tebangun dari tidurnya, ia segera menenangkan bayinya supaya tidak membuat gaduh di masjid tersebut.
"Maaf dik, kalau bapak boleh tau, hendak kemana gerangan kalian ?" tanya salah satu jamaah menghampirinya, dari pakaian dan cara berbicaranya, nampaknya pria paruh baya yang berbicara padanya itu adalah seorang Ustadz.
"Maaf Pak, saya sebenarnya hendak mencari kontrakan, saya tidak punya rumah, saya dan anak saya tidak tau harus tinggal dimana malam ini" jawab Sri sendu sambil menatap Fahira kasihan.
"Kalian dari mana ?" tanya ustadz tersebut lagi.
"Saya awalnya tinggal dirumah majikan saya, tapi sekarang saya sudah berhenti dan tidak tau harus kemana"
__ADS_1
"Astagfirullah, kasihan sekali kalian nak, ya sudah ikut bapak saja sebentar, untuk malam ini kamu bisa tinggal dirumah bapak dulu, besok bapak akan mencarikan kontrakan untuk kalian, emm sebentar"
Ustadz tersebut terlihat mendekat kearah seorang wanita paruh baya yang bisa Sri simpulkan itu pasti istri dari Ustadz tersebut.
"Bu... Ibu tidak apa kan kalau wanita ini tinggal dirumah kita untuk malam ini saja ?" tanya ustadz tersebut pada istrinya yang kebetulan masih mengajari anak-anak mengaji di masjid tersebut.
"Iya tidak apa Pak, kalau begitu bapak saja yang ajari anak-anak, Ibu akan membawanya pulang dulu kerumah kita, kasihan wanita itu terlihat lelah sekali" ucap istri ustadz tersebut.
Lalu Sri dan Fahira pun dibawa kerumah ustadz yang setelah Sri ketahui namanya adalah Ustadz Safar dan istrinya Ibu Halima.
Sri bersyukur karena ditengah kota yang terkenal kejam dan penuh drama ini, ia masih dipertemukan dengan orang baik, karena jika tidak entah bagaimana ia bisa melalui semua ini.
Shirleen masih mencoba menenangkan suaminya, sedari tadi ia mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi namun Jason masih saja belum keluar.
"By... kamu ngapain sih didalem ? Ayo keluar"
"By..."
Jason masih mematung didalam sana, ia terduduk memeluk kedua lututnya, hancur itu yang ia dapatkan saat matanya menatap wajah papanya. Kekecewaan yang mendalam membuat hatinya sudah dipenuhi kebencian, sulit untuk mengubah itu semua.
Ia bahkan tidak mendengar istrinya sedari tadi memanggilnya, yang ia rasakan hanya kesedihan seolah ialah orang yang paling menderita.
Selama ini ia bertahan demi Mamanya, saat berkali-kali kenangan masa kecilnya harus kembali ia putar ulang.
__ADS_1
Kebahagiaannya yang telah direnggut, waktu yang tidak bisa diulang kembali, waktu yang tidak bisa dibeli dengan uang, atau dengan kerjasama bisnis sekalipun, yah sekalipun saat ini papanya itu membebaskannya seperti anak kecil yang berumur delapan tahun, bebas melakukan apapun dan berteman dengan siapa saja, itu sudah tidak bisa merubah keadaan, tidak... semua yang bisa papanya lakukan itu tidak akan pernah bisa mengembalikan masa kecilnya. Masa kecilnya yang telah hancur.
Ia menatap gambar dirinya di kaca yang berhadapan dengannya, sempurna ! Semua orang akan beranggapan begitu tentang dirinya. namun ada yang kurang, satu yang ia butuhkan hanyalah kasih sayang seseorang yang dipanggil Papa olehnya.
Papanya boleh saja menghujaninya dengan mainan, uang, gadget atau apapun seisi dunia ini yang masih bisa dibeli dengan uang mungkin papanya bisa membelikan semua itu untuknya, tapi tidak dengan perhatian, sedikit kasih sayang, cinta kasih, sedikit kecupan selamat malam sebelum ia tidur, bahkan ia lupa kapan terakhir kali ia mendapatkan itu dari papanya.
Atau bahkan rasanya dimarahi, seperti yang papanya Dareen lakukan saat ia dan Dareen bermain sepeda sampai ke taman yang lumayan jauh dari komplek perumahan mereka, saat itu betapa marahnya Papanya Dareen mengetahui anaknya sudah bandel luar biasa, ia tidak pernah merasakan itu, pun dengan Mamanya, Mamanya tidak pernah sekalipun memarahinya.
Ia iri terhadap Dareen tetangganya, Dareen mempunyai keluarga yang menyenangkan, saat itu biasanya setiap hari ia akan berada dirumah Dareen, Mamanya Dareen selalu hangat memperlakukannya, Papanya Dareen juga selalu mengajaknya bermain bersama sepulang dari bekerja, mereka akan bermain apa saja, basket, pingpong, atau hanya sekedar olahraga kecil bersama.
Hal itu selalu ia bandingkan dengan hidupnya yang sangat jauh berbeda, suasana indah itu tidak pernah ia dapatkan dari ayahnya.
Sampai pada akhirnya Papanya merenggut kebahagiaannya, hari dimana ia dan keluarga Dareen tidak pernah lagi bisa bertemu, karena semenjak hari itu ia tidak lagi bisa keluar rumah selain dari bersekolah.
Dan sekarang kenapa Papanya harus menyesal, sungguh itu malah semakin membuatnya sakit.
Kenapa harus menjadi baik setelah menunjukkan dirimu seseorang yang buruk.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
__ADS_1
Happy reading !!!
Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!