Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Tidak sengaja bersentuhan.


__ADS_3

"Iya Wen, ada apa ?" tanya Shirleen saat ia menerima panggilan telepon dari Weni.


^^^"Kuenya ini gimana sayang, pegawai kamu ini nanya apa ucapannya, aku lagi di toko kue kamu ini, lagian siapa yang ultah sih"^^^


"Udah nggak usah di kasih ucapan, ambil tiga gitu, dua tart satunya red velvet, nanti kamu bawa kesini ya, aku tunggu buruan"


^^^"Iya iya bawel, udah merintah bawel pula"^^^


"Buruan ya Weni"


^^^"Iya Jamilaaahh"^^^


Shirleen menganggap beres pekerjaannya, tanpa merasa bersalah telah membuat Weni geram di seberang sana.


Weni segera mengambil pesanan Shirleen dan membawanya ke mobil, ia kemudian menjalankan mobilnya menuju rumah Shirleen.


Saat di lampu merah matanya tidak sengaja melihat seseorang yang ia kenal, ia masih saja bisa tersenyum manis meski hatinya sudah sakit.


Tidak mau mengenang sesuatu yang telah berlalu, ia memilih meninggalkan karena hidup yang akan terus berjalan.


Dengan menggerutu Weni membawa tiga kotak kue untuk Shirleen, umpatan terus saja di layangkan olehnya untuk Jason.


Katanya orang kaya, semuanya pake robot, mau masuk aja pake robot, nah ini coba hai robot bantuin aku bawa ini, orang kaya kok gak punya pembantu, heran saya.


Ia meletakkan tiga kotak kue itu di atas meja, kemudian berlalu ke toilet, ia ingin membenarkan riasannya karena siapa tau saja ada acara di rumah sahabatnya ini, tidak mungkin kan ia terlihat amburadul.


Saat ia membuka tasnya, lagi dan lagi fokusnya teralih, sebuah foto yang ia simpan di dalam dompetnya membuat ia betah berdiam diri, terlebih yang sebenarnya masih ada sisa cinta yang ia sematkan disitu.


Setitik air mata jatuh, kala Shirleen bisa bahagia dengan begitu mudah menemukan tambatan hati, Weni malah tenggelam lagi dalam masa lalu, yang selalu membuatnya betah dalam kesendirian.


Ia menghapus air matanya, merias tipis wajahnya, kini ia sudah siap untuk keluar menemui Shirleen.


"Brruukkk"


"Auuww"


"Aduh"


Kepala Weni terantuk pintu, saat ia ingin membuka pintu kamar mandi saat itu juga seseorang dari luar datang lebih dulu membuka pintu, alhasil ialah yang menjadi korban.


"Uuhhh, gak bisa ya ketok dulu sebelum masuk, kan sakit" gerutu Weni.


"Weni..." seorang pemuda memanggil namanya, sehingga membuat Weni mendongakan kepala melihat siapa yang memanggilnya.


"Yudha, ngapain kamu disini ?" ucap Weni.

__ADS_1


"Yeee yang seharusnya nanya itu gue, ngapain lo disini, di toilet lagi, lo bolos kerja yaaa, ini kan masih jam kerja" tanya Yudha bertubi-tubi.


"Aku, eemm aku harus nganterin barang punya Shirleen, dia pesen" jawab Weni.


"Shirleen, lo kenal istrinya Jason"


"Iya, Ilen itu temen aku, aku suruh nganterin pesanan dia, nanti balik lagi kok kerja, ini cuma sebentar" dusta Weni.


"Heemm, awas lo kerja itu yang bener, zaman sekarang susah lho cari kerja"


"Iya Yud, eemm silahkan pakai toiletnya, aku mau ke Ilen dulu" pamit Weni.


Namun akibat tergesah-gesah karena tidak mau lama-lama berurusan dengan Yudha, Weni malah tersandung kaki Yudha dan membuatnya seketika hilang keseimbangan, Weni terjatuh dan parahnya lagi ia tidak sengaja menarik bahu Yudha sehingga Yudha pun harus menyusulnya jatuh di lantai.


"Cup" ada yang tidak sengaja bersentuhan.


Weni spontan menutup bibirnya, ia tidak menyangka akan begini jadinya.


Ia mendorong keras tubuh Yudha yang menimpanya dan segera bangkit, wajahnya merah padam seolah siap membuktikan betapa menakutkannya ia.


"Eerrggghh, dasar tidak tau malu beraninya kamu" ucap Weni.


"Hah"


Yudha melongo tidak percaya, apa ia berbuat kesalahan, bukannya Weni yang menarik tangannya hingga mereka jatuh bersama, lalu dimana salahnya ia, tolong jelaskan.


Yudha mengerti apa yang membuat Weni marah padanya.


"Gaya lo sebegitu jijiknya, eh seharusnya lo tuh seneng dapat ciuman sama gue" ucap Yudha percaya diri.


"Kamu... Kamu udah ngerebut ciumam pertama aku, dasar tidak waras, seharusnya sesuatu yang berharga bagi aku gak mendarat di kamu, kenapa sih harus kamu, dasar bocil" kesal Weni.


"Hah !!!" Yudha terkaget-kaget tidak percaya


"Udah berapa taun lo hidup dan itu ciuman pertama lo, apa lo gak laku ?" ejek Yudha, tanpa Weni sadari ucapannya barusan ternyata menjadi sebuah boomerang baginya.


"Bukan urusan kamu"


"Hahaha, lo beneran ngelawak sumpah"


"Apa ???"


"Eh mau aku balikin nggak, biar jadi milik kamu lagi ?" tanya Yudha dengan tengilnya.


"Emang bisa ? Gimana caranya ?" Weni lelah mengusap kasar bibirnya, ia tercengang mendengar pertanyaan Yudha, bagaimana bisa sebuah ciuman dikembalikan, tapi karena ini adalah Weni yang selalu lambat merespon sebuah pemikiran, jadilah ia dengan polosnya bertanya.

__ADS_1


"Cup" serangan tiba-tiba dilayangkan Yudha, jangan salahkan Yudha, ia hanya berniat untuk mengembalikan ciuman pertama Weni.


"Tuh udah, beres kan" santai Yudha.


"Bugghh" sebuah tabuhan tas mendarat di lengan Yudha, Weni benar-benar geram bisa-bisanya pemuda dihadapannya ini menciumnya dua kali.


"Apa salah gue, gue cuma balikin ciuman lo" protes Yudha.


"Dasar bocil, beraninya kamu yaaa, kamu pikir aku apaan hah, kurang ajar kamu, dasar mesum tidak waras"


Weni segera meninggalkan Yudha dengan kekesalan yang memuncak, ini rumah orang ia tidak ingin berbuat masalah, apa lagi ia tau rumah ini adalah rumah Jason Ares Adrian, ia tidak mau umurnya memendek sebelum waktunya.


"Wen, kamu kemana aja sih, pas aku liat udah ada di meja ini kue, tapi kamunya malah nggak ada, di telpon-telpon nggak aktif, tapi mobilnya masih ada" ucap Shirleen yang saat ini sedang memotong-motong kue bawaan Weni, ia dari tadi mencari sahabatnya itu yang nampaknya sudah datang namun hilang entah kemana.


"Aku ke toilet Len, biasalah"


"Oohh, ya aku juga nyangkanya gitu sih, ah iya yuk aku kenalin sama temen-temen suamiku, mereka orangnya pada asyik-asyik lho" Ajak Shirleen.


"Eemm nggak deh Len, aku kayaknya pulang aja deh" tolak Weni. Ia paham, Yudha pasti adalah salah satu teman Jason, ia tidak mau melihat wajah pemuda itu lagi.


Aku nggak mau liat cowok mesum itu lagi.


"Lho kenapa ? Kenapa buru-buru, ayolah lagian udah lama kamu nggak kesini tuh liat tuh rame ada Misca ada Jacob juga, yuk gabung" ajak Shirleen lagi.


"Eemm nggak Len, aku tiba-tiba inget kalau aku masih ada kerjaan di butik, aku gak bisa lama-lama di rumah kamu" dusta Weni.


"Ihh kok gitu sih, nggak asyik deh, ayo lah"


"Eemm lain kali aja yah Len, kali ini aku beneran nggak bisa deh"


"Heehh, ya udah deh, tapi nanti kamu main lagi yah dirumah ku, kalau perlu kita bikin pesta kayak gini juga, kita kan sahabat"


"Hehehehe, kayaknya susah deh Len kalau kita, kita kan cuma berdua, masa iya ngerayain berdua"


"Eemm iya juga yah, ah nanti aja deh aku pikirin konsepnya, ya udah kalau mau pergi ati ati yaaa, aku nggak bisa anter kamu sampe depan, harus bawa ini ke mereka"


"Iya nggak papa, daahh"


"Daaahh"


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...

__ADS_1


Happy reading !!!


__ADS_2