
"Ngapain pagi-pagi kesini ?" tanya Jason saat melihat Afik dan Angga sudah bertamu ke rumahnya pagi-pagi sekali, jam di ponselnya menunjukkan pukul 05:38.
"Masuk dulu Junedi, tamu itu disuruh masuk dulu." ucap Angga.
Jason pun dengan malas mengkode kedua sahabatnya itu untuk masuk ke rumah, lalu ia membawa Angga dan Afik ke ruang keluarga, tadinya ia sedang menemani Jacob dan Misca di depan TV, sementara Shirleen sedang di Dapur membuat sarapan bersama Ipah.
"Temen lo udah nungguin anak gadis orang" ucap Angga langsung pada intinya.
Jason mengkerutkan keningnya, siapa ?
"Si cebong" jawab Afik.
Jason melongo tidak percaya, apa maksudnya menunggui anak gadis orang.
"Semalam Mama Wina nelpon gue, nanyain Yudha ada nggaknya sama gue, ya gue jawab jujur aja nggak ada." Angga mulai menerangkan.
"Terus." ucap Jason.
"Mama Wina juga nelpon Afik, tau deh nih curut jawab apaan ?" ucap Angga, ia menoleh ke arah Afik.
"Ya sama, emangnya gue harus jawab apa, ya gue jujur lah emang si cebong nggak ada di rumah gue" ucap Afik santai.
"Nah lo tau nungguin anak gadis orang ?" tanya Jason.
"Gue pernah liat dia sama cewek di cafe lo waktu kemaren-kemaren, keknya tuh Yudha naksir berat sama ceweknya, udah berani peluk-peluk, gue aja nggak nyangka si cebong seberani itu" jelas Angga.
"Nah kalau nggak salah namanya tuh Weni, ya gue hubungin terus si cebong nggak dapet-dapet, terakhir gue liat tuh anak emang sama si Weni Weni itu pas di acara lo kemaren"
"Tujuan gue kesini, pengen nanya sama lo sama bini lo, lo ada ngundang yang namanya Weni nggak sih dari sekian banyak undangan, ceweknya nggak tinggi-tinggi amat, kulitnya putih bersih, tapi kayaknya lebih tuaan dia dari kita-kita" tanya Angga.
Jason semakin curiga, nampaknya ia seperti kenal siapa yang dimaksudkan Angga.
"Gue nggak tau rumahnya, tapi bini gue pasti tau" ucap Jason.
"Lo kenal ?" tanya Afik.
"Temennya Ilen." jawab Jason.
"What !!!"
Keduanya serentak terkaget-keget, temannya bini Junedi pasti udah seumuran Kak Shirleen pikir mereka.
"Pengang gue kampret" ucap Jason sambil memegangi telinganya akibat terkena gelombang suara yang lumayan dahsyat.
"Ya maaf, lo ngagetin" ucap Angga.
"Nah tuh Mama Wina udah khawatir banget kehilangan anak bujangnya, kasian, lagian tuh si cebong ngapain sih nggak ngasih kabar apa sama mamanya, gak biasanya" sambung Afik.
"Tanyain bini lo buruan, dimana rumahnya, kali aja bener tuh cebong emang nungguin anak gadis orang." ucap Angga lagi.
__ADS_1
"By..." teriak Jason.
"Pengang ege" ucap Angga dan Afik serentak.
"Rumah kok gede banget, mana denger dari sini ke dapur, buruan sana Junedi" gerutu Afik, jarak antara dapur dan ruang keluarga lumayan jauh. untuk masih satu lantai, namun Afik yakin sekali dan berani jamin kalau Shirleen tidak akan pendengar teriakan Jason yang memanggilnya.
Jason pun lalu bangkit dari duduknya, melangkahkan kakinya menuju dapur.
"By..., lagi apa ?" tanya Jason, tangannya sudah memeluk Shirleen dari belakang, tidak memperdulikan Ipah yang padahal berada di samping Shirleen.
"By, lepas." ucap Shirleen, suaminya ini kadang emang minim akhlak.
"Kenapa ?" tanya Jason sok polos.
"Ada Ipah." bisik Shirleen.
"Dia nggak liat" ujar Jason tidak peduli.
"Emang kamu pikir dia buta, udah ah By" ucap Shirleen, ia mulai risih.
"Gak mau." tolak Jason.
"Lagian ngapain di Dapur sih, tuh anak-anak sama siapa, kakaknya pasti asik nonton kartun"
"Ada Afik sama Angga." ucap Jason.
"Lho kapan mereka kesini ?" tanya Shirleen.
Shirleen ingin melepaskan pelukan suaminya dengan paksa, namun tidak bisa tenaganya belum cukup kuat.
"Lepas dulu By." pinta Shirleen.
Jason dengan terpaksa melepaskan pelukannya, namun sebelum itu ia tak lupa mengecup singkat candunya.
"Ipah, kamu selesaikan sendiri bisa nggak, ini cuma tinggal nyeplok telurnya tiga biji, ah iya tambahin juga dua lagi, kali aja temennya Jason mau sarapan" suruh Shirleen pada maidnya itu.
"Iya Nona" jawab Ipah.
"Ayok buruan, mau tanya apa sih ?" ajak Shirleen, padahal Jason sedang malas-malasan sudah duduk di kursi makan sembari mengupas jeruk.
"By..." seru Shirleen.
"Bentar By."
""Kasian nanti Jacob kan nggak akrab sama kedua unclenya itu"
"Pengen banget ketemu mereka" ucap Jason malas.
Astagah, dasar Jason, masih sempatnya berpikiran demikian.
__ADS_1
"Katanya mau ada yang ditanyain sama aku, aku takutnya penting By, orang biasanya kalau namu sepagi ini terus katanya ada yang mau ditanya biasanya penting, bukannya aku pengen banget ketemu mereka." ucap Shirleen.
"Hemm" singkat Jason.
"Hemm hemm, By, jangan mulai lagi, semalam kita udah bahas ini yaaa, mana kata kamu yang harus saling percaya itu ?" ungkap Shirleen.
"Iya iya"Jason bangkit dari duduknya, rasanya ia tidak suka Shirleen mengurusi orang lain selain dirinya.
"Lama banget lo, udah nggak bawa apa-apa, kita udah kering disini nungguin lo, belum cukup aja malam yang panjang tiap malam." sindir Angga.
"Salah sendiri, tuh kulkas segede-gedenya nggak dilihat" ucap Jason sembari menunjuk kulkas yang berada di pojokan, ia memang tidak perlu menyediakan makan dan minum untuk tamu apa lagi tamunya hanya Afik dan Angga, tinggal ambil saja di kulkas yang berada di ruang keluarga.
"Lah kok gue lupa" ucap Angga.
Tak lama Shirleen datang menemui Afik dan Angga.
"Ada yang mau ditanyain katanya, ada apa ?" tanya Shirleen langsung.
"Iya nih kak, emm..., Kak Shirleen kenal Weni ?" tanya Angga.
"Weni ?" ulang Shirleen.
"Iya Weni." Angga mengangguk membenarkan.
"Ya kenal, dia sahabat aku, ada apa ?" tanya Shirleen heran, kenapa kedua sahabat suaminya ini menanyakan Weni.
"Kakak tau dimana rumahnya ?" tanya Angga lagi.
"Tau !" jawab Shirleen.
"Bisa anter kita ?" Angga terus bertanya tanpa memperdulikan Jason dengan muka sewotnya.
"Emm... Aku kasih alamatnya aja yaaa, apa gimana By ?" tanya Shirleen, matanya mengisyaratkan persetujuan Jason.
"Terserah kamu" ucap Jason.
"Bentar," Shirleen membawa Jason menjauh dari Afik dan Angga. "Ngapain dua temen kamu nanyain Weni, jangan bilang kamu ngenalin Weni sama Afik dan Angga." tanya Shirleen.
"Heeh," Jason menghela nafasnya. "Aku nggak tau, katanya Yudha nggak pulang ke rumah, terus sama Angga dan Afik Mamanya nanya kemana, duo curut itu jujur aja bilang nggak tau, terakhir Angga liat si Yudha sama temen kamu si Weni Weni itu di acara kita kemaren, Angga juga pernah liat kalo Yudha ngejar-ngejar Weni." jelas Jason.
Shirleen terperangah tidak percaya, bagaimana mungkin Weni disukai Yudha.
Weni dan Yudha ?
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
__ADS_1
Happy reading !!!