Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Pulangnya Shirleen III


__ADS_3

"By..." Shirleen memegang lengan Jason saat kekasihnya itu akan pergi.


"Hemm kenapa ?" Tanya Jason.


"Aku masih, masih... emm" Shirleen tampak ragu mengatakannya.


"Nanti aku jemput, sekarang aku harus pergi kerja" Jason tau Shirleen saat ini masih canggung dan merasa bersalah pada orang tuanya, namun ia ingin Shirleen membuang rasa itu sehingga ia sengaja meninggalkan Shirleen dan pergi ke kantor.


"Lihatlah mereka, mereka menerimamu dengan tangan terbuka, kau harus membalasnya" ucap Jason lagi sambil mengusap pipi kekasihnya.


Shirleen nampak berpikir, yah dia harus membuang rasa bersalahnya, hanya kerinduan yang harus ia pikirkan saat ini, enam tahun tidaklah waktu yang singkat bukan.


Shirleen mengangguk dan membiarkan Jason berangkat ke kantor.


Misca nampak bermain dengan Omanya, Mama Nena. Pak Haris sedang berada dikamarnya saat ini.


Ia begitu bahagia atas kepulangan putrinya itu, namun ia memikirkan dalam apa yang ia bicarakan dengan Jason diruang kerjanya tadi.


Flashback.


"Aku mencintai anak Bapak, kunjunganku kesini selain ingin mengantarkan Shirleen, aku juga ingin meminta restu dari Bapak, setelah anak itu lahir aku akan menikahi anak Bapak" Ucap Jason tanpa beban sedikitpun. Ia nampaknya benar-benar serius ingin melamar Shirleen.


"Tuan Muda maafkan saya, anak saya umurnya sudah jauh dari anda, bukannya saya lancang namun apakah tuan muda sudah memikirkan matang apa yang tuan muda katakan tadi" sebagai orang tua, Pak Haris hanya tidak ingin putrinya disakiti lagi, Jason memang sangat baik, tapi mengingat Jason masih muda ia takut saat sudah menikah nanti Jason malah belum puas membujang.


"Aku yang merasakannya" singkat Jason.

__ADS_1


"Eemm... Baiklah Tuan Muda, jika Tuan Muda Jason memang mencintai anak saya, saya akan dengan senang hati merestui hubungan kalian" ucap lega Pak Haris.


"Panggil saja aku Jason, jangan Tuan Muda, aku serasa seperti bicara formal saja" ucap Jason.


"Ah iya Tuan, eeh nak Jason" Pak Haris berkata canggung namun dalam hatinya sangat senang bisa mendapatkan calon mantu seperti Jason.


"Dan lagi, anak yang dikandung Shirleen itu adalah anak Athar, hanya Mama dan Papaku saja yang mengetahui kebenarannya, mereka juga menerima itu, dan sekarang keluarga Bapak sudah mengetahuinya juga, aku harap Bapak bisa menjaga rahasia ini"


Pak Adrian dan istrinya sudah tau bahwa anak yang dikandung Shirleen bukan cucu kandungnya, berarti Shirleen berhubungan baik dengan calon mertuanya, begitukah. Pak Haris


"Shirleen sengaja tidak memberi tahu Athar, Shirleen punya alasan untuk itu"


"Saat Shirleen dan aku memeriksakan kehamilannya dirumah sakit, kami tidak sengaja bertemu dengan Athar, ia tidak mengakui anak yang dikandung Shirleen adalah anaknya karena Shirleen waktu itu tengah bersamaku, itu menciptakan salah paham segingga Athar menghina dan mencacinya"


"Dan semua kerabat dekat kami, mengetahui anak itu adalah anakku, dan biarkanlah seperti itu sampai ia lahir dan tumbuh kelak" Ucap Jason.


Pak Haris mengangguk, ia kini mengerti apa yang telah terjadi pada putrinya.


Begitu banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan, seperti mengapa bisa dekat dengan putrinya, sudah sampai mana hubungan putrinya dengan keluarga Adrian, dan berbagai pertanyaan mengganjal lainnya. Namun mengingat betapa berkuasanya keluarga Adrian, ia mengurungkan niatnya, rasanya takut sekali kalau calon mantunya itu akan tersinggung, ia sebisa mungkin menahan gejolak keingintahuannya.


"Aku akan pergi, terima kasih sudah merestui kami..." ucap Jason tersenyum.


"Tuan Muda..." Pak Haris memanggil Jason, namun Jason tidak menghiraukannya.


"Emm nak Jason" panggil Pak Haris lagi.

__ADS_1


Jason pun menoleh "Ya..." sahutnya.


"Bolehkah saya minta dipanggil Papa ?" Agak ragu, namun Pak Haris tidak bisa lagi menahannya, ia sangat bahagia saat ini.


"Tentu..." Jason menjeda kata-katanya "Papa mertua"


Keduanya kini mengembangkan senyum terbaik mereka, Pak Haris tidak menyangka jika Shirleen benar-benar akan berjodoh dengan seorang Tuan Muda keluarga Adrian, ya Jason Ares Adrian pengusaha muda yang sangat dikaguminya, bahkan memimpikannya pun ia tidak pantas, namun nyatanya Tuhan sungguh pemurah dan baik hati, ini adalah salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidupnya.


Semoga anakku bahagia, aku tidak menginginkan yang lainnya, aku hanya ingin putriku bahagia, itu saja cukup bagiku.


Semoga restuku kali ini tidak salah, semoga...


Flashback off


Bersambung...


*


*


*


***Hai readers, jangan lupa dukung karya ini dengan like, koment, dan vote yah...


Happy reading*** !!!

__ADS_1


__ADS_2