Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Hanya Adik


__ADS_3

Setelah mengantarkan Shirleen ke Butik Weni kemarin sore, Jason segera menghubungi orang suruhannya untuk mengikuti kemana Shirleen pergi, ia tidak mau sampai kehilangan jejak pujaan hatinya itu, dan ia harus tahu akan kehidupan seperti apa yang akan dijalani Shirleen.


Setelah ia mendapat kan informasi Shirleen akan menghuni apartemen milik temannya. Jason segera menghubungi Roy untuk mengurus pembelian unit yang bersebelahan dengan unit yang akan Shirleen tempati.


Maka jadilah ia sekarang disini, menjadi tetangga baru Shirleen yang sedang menumpang sarapan dan menjadi teman baru untuk Misca.


Namun tiba-tiba ponsel jason berbunyi, terlihat Angga sedang menghubunginya.


"Ya"


"*gue gak jadi pergi"


"ada urusan"


"ia minggu depan lagi aja*"


Ternyata Angga yang menanyakan jadi tidaknya mereka liburan kepantai hari ini, Jason pun yang sedang mendapatkan keberuntungan bisa bertamu dirumah Shirleen pun langsung membatalkan rencana liburannya.


"Siapa ?" Shirleen bertanya.


"Temen" Jawab Jason.


"Oh" singkat Shirleen

__ADS_1


Lalu Misca yang telah selesai makan pun mengajak Jason bermain diruang keluarga, Jason pun dengan senang hati menurutinya.


Shirleen mulai membersihkan dapur dan mencuci piring bekas mereka makan, ia juga mulai berberes rumah.


Jason yang melihat Shirleen sedang membereskan rumah hanya dengan memakai daster khas emak-emak itu, membuatnya jadi berandai seandainya Shirleen menjadi istrinya. Jason nampaknya telah jauh berfikir, padahal Shirleen sama sekali belum membuka hatinya untuk Jason.


Namun, kini sudah ada kesempatan baginya, dan tinggal menunggu tanggal mainnya saja lalu membuat Shirleen jatuh cinta padanya.


Hari sudah menunjukan pukul 10:00 pagi, tapi Jason masih betah bertamu dirumah Shirleen, Misca pun makin akrab dengan Shirleen, kini Misca sedang menonton kartun kesukaannya.


Jason yang melihat ada kesempatan pun pergi meninggalkan Misca sebentar untuk menemui Shirleen, nampak Shirleen sedang mencuci pakaian didekat kamar mandi dapur.


Ia pun duduk mengamati Shirleen dari kursi meja makan.


"By, kamu punya rencana apa besok ?" Jason menanyakan apa yang akan dilakukan Shirleen besok mengingat selama ini status Shirleen hanyalah ibu rumah tangga.


"Bagus itu By, nanti aku anter yah" Jason menawarkan bantuannya dengan embel-embel modus itu.


"Nggak usah, lagian kamu besok sekolah" tolak Shirleen.


"Heemm, iya juga sih, nanti aku coba bantu deh, aku cariin juga" ucap Jason.


"Iya makasih" Shirleen tersenyum dan mampu membuat Jason terpesona.

__ADS_1


"By, kenapa juga kamu harus lahir jauh lebih dulu dari aku, pas waktu kita ketemu itu aku kira kamu paling tuaan dua tahunan dari aku, eh taunya udah mau kepala tiga" Jason menyunggingkan senyumnya "Tapi aku langsung jatuh cinta lho By sama kamu" gombal Jason.


"Hah, aneh aneh aja kamu, denger ya kamu itu kalau masih mau jadi temen aku ya jangan macem-macem, aku akan anggap kamu sebagai adik, itu sudah lebih dari cukup nggak akan lebih" Jelas Shirleen.


Namun berbeda dengan Jason, kenapa rasanya sakit sekali dianggap hanya sebagai adik oleh Shirleen, ia tidak terima dengan ucapam Shirleen kali ini.


Lalu ia bangkit berdiri dan mulai mendekati Shirleen. Shirleen yang sedikit merasa ketakutan pun dengan reflex memundurkan dirinya hingga punggungnya bertemu dengan dinding. Dan Jason dengan segera mengunci Shirleen dengan kedua tangannya. Kini Shirleen sungguh tidak kuat ditatap oleh Jason.


"Katakan, katakan sekali lagi..." Ucap Jason.


"Katakan, katakan bahwa hati ini tidak sedikitpun menyimpan rasa untukku"


"Aku mau dengar"


"Aku mau dengar, yang seharusnya aku belum siap untuk mendengarnya"


"Dengarkan baik-baik dan ingat ini" Kini Jason telah mendekatkan bibirnya ditelinga Shirleen, Shirleen pun mulai ketakutan.


"Kalaupun kau mengatakannya hari ini, aku tidak akan pernah perduli, kau tau By aku tidak ingin menjadi teman ataupun adik bagimu, aku ingin memilikimu seutuhnya"


"Jadi jangan lagi katakan hal semacam itu, sungguh akan sangat sia-sia"


Jason lalu mengecup kening Shirleen singkat, dan segera berlalu menuju pintu keluar.

__ADS_1


Nampak aura kemarahan menghiasi wajahnya, Sungguh yang sebenarnya moodnya telah kacau semenjak Shirleen mengatakan akan menganggapnya sebagai adik, dan dia tidak akan pernah menyukai itu.


Bersambung...


__ADS_2